Rabu, 16 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Menemukan Makna Keselamatan di Bawah Kaki Salib

 

Bunda Maria Berdukacita: Pembelajaran Keteguhan Iman dan Ketaatan Sejati

​Oleh: Johanis Kopong

Baca juga: Biak Numfor Gelar Workshop SIO Papua, Perkuat Data OAP untuk Penargetan Dana Otsus

Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Selasa, 15 September 2026

​Penderitaan kerap kali disalahartikan sebagai jarak yang membentang antara manusia dan Penciptanya. Padahal, di balik pekatnya duka, tersimpan ruang penempaan iman yang memurnikan ketaatan serta kerendahan hati.

​Refleksi mendalam ini mengemuka dalam renungan liturgis peringatan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita. Bertempat di Central Seminary UST Manila, Filipina, pesan pastoral ini disampaikan langsung oleh Pastor Mahasiswa UST Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat.

Baca juga: Menatap Meja Makan yang Kosong: Refleksi di Balik Riuh Program Makan Bergizi Gratis

​Melalui permenungan atas Surat kepada Orang Ibrani (Ibr 5:7-9) dan Injil Yohanes (Yoh 19:25-27), Romo Domincs menegaskan bahwa ujian hidup sejatinya merupakan ikhtiar pengudusan.

​”Penderitaan dan kesulitan hidup bukanlah tanda bahwa Allah meninggalkan kita. Penderitaan adalah ruang untuk melatih ketaatan, kerendahan hati, dan pembentukan iman,” ungkap RD. Domincs Baldawins Masriat.

​Ia melanjutkan, ketika seseorang bersedia memikul salib hidup dengan penuh kesetiaan dan kepasrahan pada kehendak Bapa, penderitaan tersebut akan dipulihkan menjadi sarana keselamatan, baik bagi diri sendiri maupun sesama.

Ujian Kasih Sejati dan Keluarga Iman Baru

​Dalam pandangan spiritualnya, Romo Domincs menggarisbawahi bahwa ketulusan kasih seseorang justru teruji ketika berada pada situasi yang paling gelap. Kehadiran untuk mendampingi mereka yang sedang tertindih duka menjadi panggilan moral yang nyata, bukan malah menarik diri.

​Di samping itu, belas kasih Kristus di atas kayu salib melahirkan sebuah “keluarga iman yang baru” sebuah persekutuan gerejani yang saling merawat, peduli, dan menempatkan Bunda Maria sebagai ibu rohani yang senantiasa hadir dalam dinamika suka maupun duka.

Keteguhan Bunda Maria sebagai Teladan Hidup

​Keteladanan Maria yang tetap berdiri tegar di bawah kaki salib Putra-Nya menjadi cermin kesetiaan bagi setiap insan. Hatinya yang tertembus duka tak menggoyahkan iman dan harapannya.

​”Hendaklah kesetiaan Bunda Maria menjadi kesetiaan kita dalam kehidupan sehari-hari,” tutur RD. Domincs Baldawins Masriat.

​Prinsip kesetiaan tersebut hendaknya meresap dalam setiap lini kehidupan: setia pada tugas dan tanggung jawab, setia dalam kehidupan berkeluarga baik saat senang maupun susah, serta setia pada panggilan imamat meski berhadapan dengan pelbagai cobaan. Sebab, keteguhan dalam kebaikan senantiasa mendatangkan keberkahan yang berlimpah.

​Renungan ini ditutup dengan untaian doa yang penuh kepasrahan: “Santa Maria, penuh rahmat, doakanlah kami selalu.”

​(Sumber: RD. Domincs Baldawins Masriat, Pastor Mahasiswa di UST Manila – Filipina)

Kategori:
Tags:

Terkini