Minggu, 02 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Proyek Masela Utamakan Tenaga Kerja Lokal Tanimbar

Oleh: johanis kopong

 

INPEX Tegaskan Prioritas SDM Lokal di Proyek Abadi Masela
suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku | Sabtu, 1 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama INPEX Masela Ltd dan Konsorsium PENK menggelar pertemuan strategis membahas sosialisasi rencana pembangunan pagar di Desa Lermatang sebagai bagian dari percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Masela.

Baca juga: KETIKA DOKUMEN ADAT DIJADIKAN ALAT KEKUASAAN: MENIMBANG KEMBALI "SUMPAH TRISAKTI" DALAM PERSPEKTIF KONSTITUSI DAN NEGARA HUKUM

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Kamis (30/7/2026) itu memfokuskan pembahasan pada penyerapan tenaga kerja lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ch. Ratuanak, M.K.M., didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Richie Laurens Anggito serta Sekretaris Daerah Brampi Moriolkossu, S.H., yang bertindak sebagai moderator. Hadir pula jajaran INPEX Masela Ltd dan Konsorsium PENK yang terdiri atas PT Petrosea Tbk, PT Enviromate Technology International, dan PT Nindya Karya.

Baca juga: Responsivitas Eksekutif: Instruksi Bupati kepada Sekda Wujud Kepedulian atas Aspirasi Masyarakat Bondifuar

Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Advisor Regional Development Corporate Service INPEX Masela Ltd, Adrial Wilde, menegaskan tenaga kerja asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi prioritas utama dalam proses rekrutmen maupun pemberdayaan masyarakat pada proyek strategis tersebut.

“Terutama rekrutan atau pemberdayaan tenaga kerja dari lokal itu adalah prioritas,” tegas Wilde.

Meski demikian, ia menjelaskan pelaksanaan program tetap mengacu pada ketentuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Berdasarkan dokumen tersebut, terdapat lima desa yang ditetapkan sebagai wilayah terdampak dan menjadi prioritas awal dalam pelaksanaan program pemberdayaan.

“Bukan berarti hanya lima desa tersebut yang menjadi prioritas. Tidak. Tetapi kami berkewajiban memprioritaskan pengelolaannya terhadap lima desa ini terlebih dahulu, nantinya daerah lain juga pasti akan turut serta,” jelasnya.

Desa Lermatang Jadi Fokus Awal
Wilde mengatakan Desa Lermatang sebagai wilayah ring satu akan memperoleh perhatian khusus karena menjadi lokasi utama aktivitas awal proyek.

INPEX membagi program menjadi dua skema, yakni rekrutmen tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat guna menciptakan manfaat ekonomi secara langsung bagi warga sekitar.

“Kami yang selalu bersinggungan di wilayah Desa Lermatang berkewajiban memperhatikan masyarakatnya. Setidaknya kami mengawali dengan memberikan tambahan perekonomian bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sinkronisasi SDM dan Kebutuhan Industri
Terkait tenaga kerja semi-terampil, INPEX bersama kontraktor berkomitmen memaksimalkan keterlibatan masyarakat lokal. Namun, perusahaan menilai perlu adanya koordinasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai kebutuhan industri migas.

Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa selama ini masih terjadi ketidaksesuaian antara bidang keahlian lulusan pendidikan migas dengan kebutuhan proyek akibat minimnya komunikasi sejak awal penyusunan program pendidikan.

INPEX berharap pemerintah daerah melibatkan perusahaan dalam penyusunan program pengembangan SDM agar lulusan yang dipersiapkan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan Proyek Abadi Masela.

Seleksi Profesional dan Program Pelatihan
INPEX menegaskan proses seleksi tenaga kerja akan tetap dilakukan secara profesional sesuai standar yang diterapkan kontraktor. Apabila kebutuhan tenaga kerja mendesak sementara tenaga lokal belum sepenuhnya siap, perusahaan membuka kemungkinan memanfaatkan tenaga kerja dari luar sebagai solusi sementara tanpa menghilangkan kesempatan bagi putra daerah.

Perusahaan juga menyatakan siap berdiskusi dengan pemerintah daerah untuk menyusun program capacity building atau pelatihan bagi putra daerah yang belum memenuhi standar kompetensi sehingga dapat dipersiapkan pada tahapan proyek berikutnya.

Penegasan Status INPEX
Pada kesempatan itu, Wilde juga menjelaskan status hukum INPEX Masela Ltd sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), bukan perseroan terbatas, sehingga seluruh pembiayaan dan pelaksanaan kegiatan mengikuti ketentuan pemerintah.

“Inpex bukan PT (Perseroan Terbatas). Kami adalah INPEX Masela Ltd, berstatus sebagai K3S (Kontraktor Kontrak Kerja Sama). Keberadaan kami di Indonesia asetnya nol. Seluruh biaya dan pengeluaran dicatat sebagai hutang negara. Jadi kami benar-benar sangat terbatas hanya untuk memenuhi pekerjaan yang diamanatkan oleh negara,” pungkasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, INPEX Masela Ltd, dan Konsorsium PENK untuk memastikan Proyek Abadi Masela menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

(Sumber: tanimbar.go.id)

Kategori:
Tags:

Terkini