Senin, 29 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Peletakan Batu Pertama Pengembangan Pelabuhan Korido Tandai Kebangkitan Gerbang Maritim Utara Papua

Supiori, Papua | Suara Anak Negeri, 26 Juni 2026 — Pemerintah Kabupaten Supiori secara resmi melaksanakan peletakan batu pertama pengembangan jangka pendek Pelabuhan Korido yang dirangkaikan dengan kegiatan pengukuran tanah untuk pembangunan kantor, rumah dinas, serta reklamasi kawasan pelabuhan di Korido, Kabupaten Supiori, Papua, Kamis (26/6/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Supiori karena menandai dimulainya kembali pengembangan Pelabuhan Korido setelah mengalami masa vakum selama kurang lebih 12 tahun. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar pelabuhan tersebut dapat kembali berfungsi sebagai pintu gerbang maritim strategis di wilayah utara Papua dan menjadi penghubung utama kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3TP) dalam mendukung konektivitas nasional serta memperkuat kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca juga: Menulis Puisi dalam Bahasa Kedua tanpa Kehilangan Jati Diri: Eksplorasi Multilingualisme dan Identitas Puitik dalam Presentasi Dr. Winda Setia Sari pada IOSoP 2026

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, Forkopimda, lembaga vertikal, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat pemilik hak ulayat. Hadir dalam kesempatan itu Bupati Supiori Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si., bersama Wakil Bupati Supiori Drs. Sahrul Hasannudin Nunsi, M.Si. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Supiori Dolfinus Derek Mansoben, S.E., Kapolres Supiori Kompol Frits Joni Erari, S.E., M.M., serta Dandim 1708/Biak Numfor Letkol Kav John Albert Suweni, S.H.

Baca juga: Puisi sebagai Suara Kemanusiaan Global: Sekretaris IOSoP 2026 Ajak Dunia Mendengar Mereka yang Tak Terdengar

 

Selain itu, hadir pula perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kantor Pertanahan, dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) wilayah kerja Biak Numfor. Dari unsur masyarakat, kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dewan Adat Papua, Dewan Adat Biak dan Supiori, Dewan Adat Supiori Selatan, Ketua Klasis Supiori Selatan, para tokoh gereja, serta empat marga pemilik hak ulayat yakni Keret Warikar, Wakris, Inggabouw, dan Woof.

Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Supiori menegaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Korido merupakan bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas transportasi laut, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang investasi yang lebih luas bagi daerah. Pelabuhan ini direncanakan berfungsi sebagai Pelabuhan Pengumpan Regional yang melayani jalur logistik dan pelayaran perintis, termasuk program Tol Laut yang menghubungkan wilayah Papua dengan kawasan Pasifik.

 

Sebagai langkah awal, pemerintah akan melaksanakan pengukuran lahan, reklamasi kawasan pelabuhan, serta pembangunan fasilitas pendukung berupa kantor operasional dan rumah dinas. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum memasuki fase pembangunan infrastruktur utama yang lebih besar.

Sementara itu, untuk pengembangan jangka menengah dan panjang, pemerintah telah merencanakan perpanjangan dermaga agar dapat disandari kapal berukuran lebih besar, pembangunan walkway atau jalur pejalan kaki, terminal penumpang yang representatif, fasilitas kantin, serta kawasan komersial yang diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Dalam proses perencanaan, penyusunan Dokumen Detail Engineering Design (DED) terus dipercepat melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Supiori, dan Kementerian Perhubungan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga menekankan tiga prinsip utama yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Korido. Pertama, kepatuhan terhadap regulasi dengan memastikan seluruh proses berjalan sesuai Undang-Undang Pelayaran dan Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Kedua, mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja melalui penggunaan material berkualitas tinggi yang mampu bertahan terhadap kondisi geografis pesisir utara Papua serta penerapan prinsip zero accident. Ketiga, memastikan pembangunan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat melalui keterlibatan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal dalam setiap tahapan pembangunan.

Dengan dimulainya pengembangan Pelabuhan Korido, masyarakat Supiori menaruh harapan besar agar kawasan tersebut dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah utara Papua. Keberadaan pelabuhan yang modern dan representatif diyakini akan membuka akses perdagangan yang lebih luas, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Peletakan batu pertama ini tidak hanya menjadi simbol dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tonggak kebangkitan Pelabuhan Korido sebagai gerbang maritim strategis yang akan mendukung pembangunan daerah dan memperkuat posisi Papua dalam jaringan transportasi laut nasional.

(Penulis:Chris/Photography NM)

Kategori:
Tags:

Terkini