BIAK-PAPUA – Suara Anak Negeri – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Biak Numfor, melalui Dinas Perdagangan, melaksanakan operasi pasar murah sebagai strategi mitigasi dampak volatilitas harga bahan pokok terhadap daya beli masyarakat. Kegiatan yang berpusat di Kampung Adorbari, Distrik Biak Timur, pada Sabtu ,(27/6/2026) ini berhasil menarik antusiasme tinggi warga, ditandai dengan habisnya distribusi awal sebanyak 2 ton beras dalam waktu singkat, sehingga necessitating penambahan pasokan logistik sebesar 1 ton dari pusat kota.

Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Biak Numfor, Maximilian R. Siahainenia, mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa program ini merupakan implementasi prioritas Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., untuk mengendalikan laju inflasi daerah dan memastikan aksesibilitas ekonomi bagi masyarakat.
Mekanisme Intervensi Harga dan Dampak Ekonomi
Operasi pasar murah ini berfungsi sebagai instrumen price control (pengendalian harga) dengan menawarkan komoditas strategis di bawah harga pasar konvensional. Berdasarkan data lapangan di Kampung Adorbari, selisih harga yang ditawarkan mencapai kisaran 20-30 persen, yang secara signifikan meringankan beban pengeluaran rumah tangga (household expenditure).

Berikut adalah analisis perbandingan harga komoditas selama operasi pasar murah dibandingkan dengan harga pasar umum:
Komoditas Harga Pasar Umum (Estimasi) Harga Operasi Pasar Murah Selisih Penghematan
Gula Pasir Rp 20.000/kg Rp 14.000/kg Rp 6.000/kg
Beras (Mangga) Rp 165.000 – Rp 170.000/karung Rp 110.000/karung Rp 55.000 – Rp 60.000/karung
Telur Ayam Rp 75.000 – Rp 80.000/rak Rp 55.000/rak Rp 20.000 – Rp 25.000/rak
Minyak Goreng Rp 125.000/liter Rp 92.000/liter Rp 33.000/liter
Tepung Terigu Harga Pasar Rp 11.000/kemasan Bervariasi
Sirup Rp 15.000 – Rp 16.000/botol Rp 10.000/botol Rp 5.000 – Rp 6.000/botol
“Harapan kami dengan adanya operasi pasar murah ini, masyarakat dapat mencukupi kebutuhan pokok mereka. Ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pengendalian inflasi daerah. Ketika kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga stabil, maka tekanan inflasi dapat diminimalisir,” ujar Maximilian R. Siahainenia.
Responsivitas Logistik dan Sinergi Program Sosial
Pelaksanaan operasi pasar di Kampung Adorbari dirancang dengan mempertimbangkan momentum hari pasar tradisional dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT), menciptakan sinergi positif dalam meningkatkan likuiditas dan daya beli masyarakat setempat. Antusiasme warga yang luar biasa menyebabkan stok awal beras sebanyak 200 sak (2 ton) habis dengan cepat. Menanggapi dinamika permintaan tersebut, tim dinas segera melakukan koordinasi logistik untuk mendatangkan tambahan stok sebanyak 1 ton guna mencegah kelangkaan.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sering kali mengalami disparitas harga lebih tinggi dibandingkan pusat kota akibat faktor biaya distribusi.
Apresiasi Lokal dan Dampak Sosial
Kepala Kampung Adorbari, Marthinus Fakdawer, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif Pemkab Biak Numfor. Ia mencatat bahwa kehadiran operasi pasar murah tidak hanya menguntungkan warga Kampung Adorbari, tetapi juga menarik minat masyarakat dari kampung sekitarnya di Distrik Biak Timur, seperti Oridek, Aimando, dan Padaido.
“Atas nama masyarakat Kampung Adorbari, kami ucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah yang telah hadir memberikan kegiatan pasar murah. Masyarakat sangat terbantu karena harga sembako jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di kios atau toko swasta yang seringkali tidak sesuai dengan daya beli saat ini,” ungkap Marthinus Fakdawer.
Ia menekankan bahwa intervensi harga ini memberikan kelegaan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan dasar tanpa harus mengorbankan pos pengeluaran lainnya.
Strategi Jangka Panjang Stabilitas Pangan
Kehadiran pemerintah di tingkat kampung melalui operasi pasar murah tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga merupakan bagian dari strategi makroekonomi daerah untuk menjaga stabilitas sosial-ekonomi. Dengan menyediakan alternatif harga yang lebih terjangkau, pemerintah mencegah terjadinya lonjakan harga spekulatif yang sering terjadi saat permintaan meningkat atau pasokan terbatas.
Pemkab Biak Numfor berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan operasi pasar murah ke distrik-distrik lainnya, memastikan bahwa kebijakan pengendalian inflasi dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, dari pusat kota hingga wilayah pedalaman seperti Kampung Adorbari.
Editor ✍️: Anis Rumaropen





