Eta Nurza
–
Di balik sunyi dinding pingitan
ia menulis dengan luka yang disulap cahaya
kata-kata menjelma jendela
membuka langit dari ruang sempit yang dipaksa diam
Huruf-hurufnya berdenyut
bukan hanya tinta
melainkan nyala yang menolak tunduk pada gelap
Ia tahu, perempuan bukan bayang di belakang nama
melainkan akar yang menguatkan pohon peradaban
Dari tangannya ilmu menemukan jalan pulang
dari suaranya dunia belajar mendengar yang lama dibungkam
Setiap kalimatnya menjelma pijakan
bagi langkah-langkah yang ingin setara
bagi mimpi-mimpi yang tak lagi meminta izin untuk tumbuh
Kini, surat-surat itu menjelma waktu yang tak selesai
dibaca dalam napas generasi yang berani berdiri
Namanya bukan sekadar kenangan
melainkan nyala yang diwariskan pada setiap perempuan
Di setiap ruang belajar di setiap mimbar perjuangan
cahayanya masih menyala
mengangkat martabat
menjadi langit bagi jiwa-jiwa yang dulu direndahkan
Pekanbaru, 21 April 2026
Baca juga: Jalan Panjang Menjadi Imam

