Sabtu, 10 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Boat “UNP Berdampak” Hadir di Danau Atas Alahan Panjang, UNP Dorong Wisata Air Berbasis Masyarakat

Boat “UNP Berdampak” Hadir di Danau Atas Alahan Panjang, UNP Dorong Wisata Air Berbasis Masyarakat

Tak hanya menghadirkan wahana wisata, Universitas Negeri Padang bersama Pokdarwis, MPALH dan Menwa juga menyiapkan konsep rescue, keamanan kawasan, dan pengelolaan sampah mandiri

 –

Baca juga: PRIHATIN KUSDINI Pimpin Posbakum Petisi Ahli Tegaskan Komitmen Bantuan Hukum dan Pemberantasan Korupsi

ALAHAN PANJANG, SOLOK. Suaraanaknegeri.com— Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Atas Alahan Panjang, Kabupaten Solok, kini memiliki alasan baru untuk menikmati keindahan danau dari sudut pandang yang berbeda. Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak menghadirkan boat “UNP Berdampak” sebagai wahana wisata air yang dikelola bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabun.

Program tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Pokdarwis Kabun Nagari Alahan Panjang melalui Pelatihan Pembuatan Wahana Wisata Air, Pengelolaan Profesional, dan Bahasa Inggris menuju Destinasi Internasional.” Kegiatan diketuai Rahmat Azis Nabawi Dosen Teknik Mesin FT UNP dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat mitra.

Baca juga: Menafsir Ulang Kolaborasi dalam Pembelajaran di Era Kecerdasan Artifisial  

Kegiatan di lokasi mitra dilaksanakan selama tiga hari, 3–5 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan meliputi pemasangan lantai boat, pemeriksaan dan penyempurnaan, uji coba di perairan Danau Atas, pendalaman keterampilan pembuatan boat fiberglass, serta serah terima boat kepada Pokdarwis Kabun.

Boat “UNP Berdampak” sebelumnya diproduksi di Laboratorium Manufaktur Departemen Teknik Mesin, FT-UNP. Proses pembuatannya melibatkan mahasiswa Teknik Mesin dan anggota Pokdarwis Kabun sebagai bagian dari transfer pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.  Boat menggunakan material Fiberglass Reinforced Plastic. Dalam kegiatan di lokasi mitra, anggota Pokdarwis kembali mendapatkan pelatihan teknis melalui praktik laminasi komposit fiberglass dengan metode hand lay-up. Melalui pelatihan tersebut, mitra tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai proses dasar fabrikasi, perawatan, dan pemeliharaan boat berbahan fiberglass. Boat “UNP Berdampak” memiliki panjang sekitar 4,5 meter, lebar 1,3 meter, dan tinggi 0,6 meter, dengan tiga baris bangku penumpang. Dalam rancangan program, boat dipersiapkan untuk mendukung aktivitas wisata air di kawasan Danau Atas Alahan Panjang.

Setelah pemasangan lantai dan pemeriksaan akhir, boat “UNP Berdampak” kemudian diuji langsung di perairan Danau Atas Alahan Panjang. Hasil uji coba menunjukkan bahwa boat dapat beroperasi dengan baik dan dalam kondisi stabil di perairan. Setelah melalui proses tersebut, boat selanjutnya diserahterimakan kepada Pokdarwis Kabun untuk dimanfaatkan dalam pengembangan wisata air di kawasan Danau Atas.

 

Kehadiran boat ini diharapkan memberikan pengalaman baru bagi wisatawan. Pengunjung nantinya dapat menikmati panorama pegunungan dan danau dari atas perairan, merasakan suasana alam Alahan Panjang secara lebih dekat, serta mengabadikan perjalanan dengan foto dan video. Dengan demikian, boat “UNP Berdampak” bukan sekadar sarana transportasi, tetapi menjadi salah satu atraksi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung Alahan Panjang.

Ada cerita menarik di balik tampilan boat tersebut. Badan boat dihiasi panorama Danau Atas Alahan Panjang serta berbagai ikon Universitas Negeri Padang. Lukisan tersebut dikerjakan oleh Donny Fernandez, dosen Fakultas Teknik UNP yang juga merupakan Pembina Resimen Mahasiswa (Menwa) UNP sekaligus putra daerah Alahan Panjang. Donny turut hadir dalam kegiatan pengabdian di lokasi mitra dan memberikan kontribusi melalui karya visual pada badan boat. Panorama Alahan Panjang dipadukan dengan ilustrasi Gedung Fakultas Teknik, Auditorium UNP, dan Masjid Al Azhar. Pada badan boat juga ditampilkan identitas “Alahan Panjang Rancak”, sementara identitas “UNP Berdampak” dan logo Universitas Negeri Padang menjadi bagian dari branding boat. Konsep tersebut menjadikan boat sebagai perpaduan antara teknologi, seni, identitas daerah, dan media promosi wisata. Ketika beroperasi di Danau Atas, boat membawa identitas Alahan Panjang sekaligus memperlihatkan kontribusi UNP dalam pemberdayaan masyarakat.

 

Pengembangan wisata Alahan Panjang tidak berhenti pada penyediaan boat wisata. Aspek keselamatan pengunjung juga mulai dipersiapkan melalui kolaborasi dengan Mahasiswa Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) UNP. Dalam kegiatan di lokasi mitra, mahasiswa MPALH melakukan pendalaman kondisi kawasan sebagai bagian dari persiapan program PPK Ormawa dan Mahasiswa Berdampak di Nagari Alahan Panjang. Salah satu rencana yang sedang dikembangkan adalah penyediaan boat rescue untuk mendukung kegiatan pertolongan di kawasan perairan. Selain itu, direncanakan fasilitas portable high chair untuk memperoleh posisi pandang yang optimal terhadap area aktivitas air serta rescue buoy sebagai perangkat pendukung keselamatan di kawasan wisata. Rencana tersebut diharapkan dapat melengkapi pengembangan wisata air sehingga atraksi wisata berjalan seiring dengan peningkatan aspek keselamatan pengunjung.

Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Negeri Padang juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Menwa melakukan survei kawasan sebagai bagian dari pendalaman untuk persiapan program PPK Ormawa dan Mahasiswa Berdampak di Nagari Alahan Panjang. Salah satu gagasan yang sedang dikembangkan adalah pembentukan satuan keamanan khusus kawasan wisata dengan nama “Dubalang Wisata Nagari Alahan Panjang”. Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat pengawasan dan keamanan kawasan wisata, menjaga ketertiban pengunjung, serta mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat. Kehadiran Donny Fernandez sebagai Pembina Menwa sekaligus putra daerah Alahan Panjang juga menjadi bagian dari penguatan hubungan antara UNP, organisasi kemahasiswaan, dan masyarakat lokal.

Pengembangan destinasi wisata juga mendapat perhatian dari aspek lingkungan. Dr. Ir. Yaumal Arbi dari Departemen Teknik Sipil Universitas Negeri Padang turut hadir dalam kegiatan di lokasi mitra. Dengan keahlian di bidang teknik lingkungan, Yaumal Arbi melakukan pendalaman dan merancang konsep pengelolaan sampah mandiri untuk kawasan wisata Nagari Alahan Panjang. Konsep tersebut diarahkan pada pemilahan dan pengolahan sampah organik serta nonorganik. Untuk sampah organik, direncanakan penggunaan komposter yang dapat mengolah sampah menjadi pupuk sehingga hasil pengolahan dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan lingkungan sekitar. Sementara itu, sampah nonorganik yang tidak dapat dimanfaatkan kembali direncanakan diolah menggunakan insinerator. Konsep pengolahan tersebut juga diarahkan untuk memanfaatkan energi panas yang dihasilkan. Panas tersebut direncanakan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemanasan air bagi fasilitas mandi wisatawan serta berpotensi mendukung pembangkit listrik untuk penerangan kawasan wisata. Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi persoalan pembuangan limbah, tetapi dapat dikembangkan menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan kawasan wisata.

Ketua tim pengabdian, Rahmat Azis Nabawi, menjelaskan bahwa pengembangan boat merupakan bagian dari program yang lebih luas untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi wisata air. Program tersebut mencakup pelatihan pembuatan dan pemeliharaan boat, keselamatan wisata air, pengelolaan operasional, pelayanan wisatawan, promosi digital, serta bahasa Inggris untuk pelayanan wisatawan mancanegara. Karena itu, keberadaan boat “UNP Berdampak” menjadi salah satu titik awal dari pengembangan ekosistem wisata yang lebih luas. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan memiliki keterpaduan antara atraksi wisata, pelayanan, keselamatan, keamanan, kebersihan, pengelolaan lingkungan, promosi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pokdarwis Kabun juga telah memperoleh sistem pengelolaan boat wisata yang mencakup manajemen operasional, pengaturan jadwal penggunaan, standar keselamatan, dan pelayanan wisatawan.

Hadirnya boat “UNP Berdampak” memberikan alternatif pengalaman bagi wisatawan yang datang ke Alahan Panjang. Jika selama ini keindahan Danau Atas banyak dinikmati dari tepian, keberadaan boat memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk mendekati perairan, menikmati panorama pegunungan dari tengah danau, merasakan kesejukan Alahan Panjang, serta mengabadikan keindahan alam dari sudut pandang yang berbeda. Boat tersebut diharapkan menjadi salah satu atraksi yang membuat wisatawan tidak hanya datang untuk melihat Alahan Panjang, tetapi juga merasakan pengalaman berada di atas Danau Atas. Bagi Pokdarwis Kabun, keberadaan boat sekaligus membuka peluang pengembangan usaha wisata berbasis masyarakat. Pemanfaatannya akan terus dipantau dan dievaluasi untuk melihat manfaatnya terhadap pengembangan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Tim UNP bersama mitra juga akan melanjutkan monitoring dan evaluasi terhadap penggunaan boat, kualitas pengelolaan wisata, pelayanan wisatawan, promosi, serta perkembangan usaha wisata perahu. Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata semangat UNP Berdampak—menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, kreativitas mahasiswa, dan keahlian dosen untuk tumbuh bersama masyarakat.

Dari Laboratorium Manufaktur UNP menuju Danau Atas Alahan Panjang, boat “UNP Berdampak” kini hadir sebagai wajah baru wisata air sekaligus awal dari cita-cita membangun destinasi yang aman, menarik, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat. Alahan Panjang Rancak—kini dapat dinikmati dari darat maupun dari atas Danau Atas. (Ed. LM -SAN)

Kategori:
Tags:

Terkini