Oleh: Johanis Kopong
15 Anak Hebat, Kasih dan Keteladanan di HKY Olilit Barat.
Baca juga: BRI BO Saumlaki: Bersama Membangun Tanimbar yang Maju dan Sejahtera
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Selasa, 6 Oktober 2026. Kisah Marta dan Maria dalam Lukas 10:38-42 menjadi inspirasi dalam permenungan Novena Hari ke-7 di Paroki HKY Olilit Barat. Sabda Tuhan mengingatkan bahwa kesibukan melayani dan kesediaan mendengarkan Tuhan merupakan dua hal yang saling melengkapi dalam kehidupan iman.
Maria memilih duduk di kaki Yesus dan mendengarkan Sabda-Nya, sementara Marta sibuk melayani. Dari kisah tersebut, tersirat pesan bahwa tindakan kasih yang nyata perlu berakar pada hati yang terlebih dahulu mau mendengarkan Sabda Tuhan. Semangat itulah yang kemudian diwujudkan melalui perhatian dan ungkapan kasih kepada 15 anak hebat—yang terdiri dari 4 misdinar, 2 lektor/pemazmur, serta 9 anak SEKAMI dan Remaja Harian, yang setia mengambil bagian dalam kehidupan menggereja.
Suara Anak-Anak yang Diperhatikan
Bagi para misdinar, perhatian tersebut menjadi dorongan tersendiri untuk semakin tekun menjalankan tugas pelayanan di altar sekaligus menjalani pendidikan dengan baik. Mila, Au, Sili, dan Esmeralda mengungkapkan rasa syukur karena mendapat perhatian dari pastor:
Baca juga: BRI BO Saumlaki Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lanud IG Dewanto
”Kagum dan senang sekali dapat perhatian dari Pastor. Bantuan jajan dan transportasi ini bikin kami makin semangat buat melayani di altar dan rajin sekolah.”
Sementara itu, Santa dan Jo, lektor sekaligus pemazmur utusan Rukun Sta. Ana, memaknai perhatian tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap pelayanan sederhana yang mereka jalankan:
”Tidak menyangka pelayanan kecil kami diperhatikan. Ungkapan kasih ini jadi penguat buat kami supaya terus mewartakan Sabda Tuhan dan melantunkan pujian dengan setia.”
Bagi sembilan anak SEKAMI dan Remaja Harian, kebersamaan dalam Misa Harian dan Novena juga menjadi pengalaman yang menyenangkan. Perhatian yang mereka terima semakin menumbuhkan semangat untuk hadir dan terlibat dalam kehidupan gereja:
”Senang sekali bisa selalu ikut Misa Harian dan Novena. Perhatian ini bikin kami makin semangat buat datang ke gereja setiap hari.”
Bukan Upah, Melainkan Tanda Kasih
Pastor Paroki HKY Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, dalam nasihatnya mengajak anak-anak untuk melihat kesetiaan mereka hadir di gereja sebagai bagian penting dari pertumbuhan iman:
”Anak-anakku yang hebat, keteladanan kalian hadir di gereja setiap hari adalah bukti nyata bahwa kalian memilih ‘bagian yang terbaik’, sama seperti Maria yang duduk mendengarkan Sabda Tuhan.”
Ia menegaskan bahwa perhatian berupa uang transportasi dan jajan yang diberikan kepada anak-anak bukanlah sebuah imbalan atas pelayanan:
”Perhatian kecil berupa uang transportasi dan jajan ini bukanlah upah, melainkan tanda kasih dan apresiasi atas kesetiaan kalian.”
Pesan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar anak-anak terus bertumbuh dalam iman, pendidikan, serta kehidupan sosial. Mereka diharapkan tidak hanya rajin mengikuti kegiatan gereja, tetapi juga menjadi pribadi yang membawa kedamaian di tengah keluarga dan lingkungan:
”Teruslah tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai Sabda Tuhan, rajin belajar di sekolah, dan senantiasa menjadi pembawa damai serta penurai simpul masalah bagi keluarga dan sesama.”
Kasih yang Menumbuhkan Harapan
Perhatian sederhana kepada 15 anak tersebut menjadi bagian kecil dari perjalanan iman yang lebih luas. Di balik bantuan transportasi dan jajan, tersimpan pesan bahwa setiap bentuk pelayanan, sekecil apa pun, memiliki nilai ketika dilakukan dengan ketulusan.
Semangat anak-anak untuk hadir dalam Misa Harian, Novena, pelayanan altar, pewartaan Sabda, dan pujian menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana iman dapat tumbuh melalui kebiasaan dan keteladanan.
Dari HKY Olilit Barat, kasih itu tidak berhenti pada pemberian, tetapi diarahkan untuk menumbuhkan semangat belajar, melayani, menjaga persaudaraan, serta menghadirkan damai bagi sesama.
Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Naflahar Didtinemun. Kidabela. Salve.
(Sumber: HKY Pung Carita, Paroki HKY Olilit Barat)


