SUPIORI — SUARA ANAK NEGERI| Ia memulai perjalanan pengabdiannya sebagai aparatur negara dengan ijazah SMP. Tidak banyak yang mungkin membayangkan bahwa dari titik awal itu, suatu hari ia akan berdiri mengenakan toga dan menyandang gelar Sarjana Hukum (S.H.).
Dialah Oskar Buce Kararbo, sosok yang memilih untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti belajar.

Baca juga: Anggota DPD RI Lamek Dowansiba Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Universitas Muhammadiyah Papua Barat
Perjalanan panjang itu akhirnya sampai pada sebuah momentum penting: kelulusan dan wisuda pendidikan strata satu (S1). Sebuah pencapaian yang tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berkembang selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan dan ketekunan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Supiori, Dr. Rafles Ngilamele, S.TP., M.Si., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Oskar menyelesaikan pendidikan sarjananya.
Bagi Rafles, perjalanan Oskar merupakan kisah yang layak menjadi teladan, terutama bagi aparatur negara dan generasi muda yang sedang berjuang meningkatkan kualitas pendidikan dan kapasitas diri.
Baca juga: Dari Biak ke Timika, Kami Bertemu Kembali di Rumah Sakit Mitra Masyarakat
“Perjalanan hari ini adalah bukti nyata dari sebuah keteguhan hati,” kata Rafles.
Ia mengungkapkan, dirinya masih mengingat bagaimana Oskar mengawali pengabdian sebagai aparatur negara dengan berbekal ijazah SMP. Namun, keterbatasan itu tidak menghentikan langkah Oskar untuk terus belajar.
Dengan tekad dan kemauan yang kuat, Oskar menjalani proses pendidikan secara bertahap. Waktu, tenaga, bahkan kesempatan untuk beristirahat harus dibagi dengan kewajiban pekerjaan dan tanggung jawab lainnya.
Proses itu tentu tidak selalu mudah. Namun, Oskar memilih untuk tetap berjalan.
Dari sana, satu demi satu tahapan pendidikan berhasil dilalui hingga akhirnya ia memperoleh gelar Sarjana Hukum.
Menurut Rafles, kisah ini memberikan pesan sederhana tetapi penting: seseorang tidak harus memiliki titik awal yang sempurna untuk mencapai sebuah keberhasilan.
“Titik mulai kita boleh sederhana, namun cara kita melangkah dan berjuanglah yang menentukan hasil akhir,” ujarnya.
Keterbatasan Bukan Alasan Berhenti Belajar
Rafles menilai pendidikan merupakan proses sepanjang kehidupan. Karena itu, seseorang tidak seharusnya merasa terlambat hanya karena memulai pendidikan dari kondisi yang berbeda dengan orang lain.
Justru, keberanian untuk melanjutkan pendidikan di tengah kesibukan menjadi bagian dari perjuangan yang patut diapresiasi.
“Keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bertumbuh,” katanya.
Menurutnya, kemauan untuk keluar dari zona nyaman dan mengorbankan waktu demi memperoleh pengetahuan merupakan investasi penting bagi masa depan.
Dalam konteks aparatur negara, pendidikan juga memiliki dimensi yang lebih luas. Peningkatan pendidikan diharapkan tidak berhenti pada perolehan gelar akademik, tetapi harus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, Rafles mengingatkan, bahwa “Ijazah bukan selembar kertas pembuka jalan karier, melainkan tanggung jawab moral untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan bangsa,” tegasnya.
Satu Tangga Telah Terlewati
Bagi Oskar, gelar Sarjana Hukum menjadi penanda bahwa sebuah tahapan penting telah berhasil dilewati. Namun, bagi Rafles, perjalanan tersebut belum selesai.
Ia mendorong Oskar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister atau S2.
“Segera mantapkan langkah untuk lanjut ke jenjang Magister (S2),” pesan Rafles.
Dorongan ini menjadi ajakan untuk tidak mengejar gelar akademik, tetapi bagian dari sebuah harapan agar Oskar terus meningkatkan pengetahuan, kapasitas profesional, dan kualitas pengabdiannya.
Rafles pun menyampaikan rasa bangga atas pencapaian stafnya.
“Teruslah melangkah, jangan berpuas diri, dan jadilah teladan bahwa kerja keras, doa, serta disiplin akan selalu berbuah manis,” katanya.
Kisah Oskar Buce Kararbo pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah gelar yang berhasil diraih. Lebih dari itu, perjalanan tersebut berbicara tentang ketekunan menghadapi keterbatasan, keberanian untuk kembali belajar, serta keyakinan bahwa pendidikan dapat mengubah arah perjalanan hidup seseorang.
Dari ijazah SMP menuju toga sarjana, Oskar telah menunjukkan bahwa perjalanan pendidikan tidak selalu harus dimulai dari tempat yang ideal.
Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai, kesabaran menjalani proses, dan kemauan untuk tidak berhenti melangkah.
Hari ini, satu tangga telah dituntaskan. Di depan, masih ada tangga berikutnya yang menunggu untuk didaki.
Selamat atas pencapaianmu, Oskar Buce Kararbo, S.H. Semoga gelar yang diraih menjadi bekal untuk pengabdian yang semakin luas dan bermanfaat bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. Tuhan memberkati setiap langkah pengabdianmu. (D.M).


