Oleh: Johanis Kopong
Dari Tanah Leluhur Yamdena, Masyarakat Adat Membawa Suara Penolakan Aktivitas PT Karya Jaya Berdikari
Baca juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, BRI Cabang Saumlaki Tanamkan Nilai Integritas dan Pengabdian
SAUMLAKI | https://suaraanaknegeri.com – Forum Gerakan Save Hutan Yamdena bersama perwakilan masyarakat adat dari sejumlah desa di Kecamatan Wertamrian mendatangi Lokpon PT Karya Jaya Berdikari di Saumlaki, Jumat (2/10/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk menyerahkan pernyataan sikap resmi terkait penolakan terhadap aktivitas izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan alam (IUPHHK-HA/HPH) di Hutan Yamdena.

Membawa Suara dari Kampung
Kehadiran masyarakat adat di lokasi tersebut menjadi momentum penyampaian sikap langsung mengenai penolakan operasional perusahaan. Aksi ini sekaligus membawa pesan mendalam mengenai hubungan erat antara masyarakat adat dengan tanah dan hutan, yang mereka pandang sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan serta warisan leluhur.
Baca juga: BRI Saumlaki Hadirkan Layanan Prima bagi Pensiunan ASN, Utamakan Kenyamanan dan Pelayanan Humanis

Sweri/Wampe, Pesan Adat untuk Wilayah dan Hutan
Di lokasi kegiatan, masyarakat adat juga melaksanakan ritual Sweri/Wampe. Ritual ini dimaknai sebagai pesan larangan adat sekaligus bentuk penghormatan terhadap kawasan wilayah dan hutan adat Yamdena. Bagi masyarakat, hutan tidak semata-mata dipandang sebagai kawasan yang memiliki fungsi ekologis, tetapi juga memuat nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Hutan dan Masa Depan Anak Cucu
Gerakan Save Hutan Yamdena menempatkan persoalan kelestarian hutan dalam kaitannya dengan keberlanjutan hidup generasi mendatang. Menjaga hutan dinilai sebagai bentuk menghormati leluhur dan memperjuangkan masa depan anak cucu.
Melalui penyampaian sikap ini, masyarakat adat yang hadir meminta agar keberadaan serta kelestarian Hutan Yamdena terus mendapat perhatian dari berbagai pihak demi mempertahankan keseimbangan antara manusia, adat, dan lingkungan.
(Sumber: Forum Gerakan Save Hutan Yamdena)


