SABTU 5/9/2026
Pekan Biasa XXII (H)
– 1 Korintus 4:6b-15
– Lukas 6:1-5
Bila manusia dengan rendah hati menyadari diri maka ternyata apa yang manusia biasa yakin sebagai milik pribadi itu semua hanyalah pemberian. Sebagaimana diingatkan dalam bacaan Kitab Suci hari ini.
1 KORINTUS 4:6b-15
Baca juga: YON BAYU: “AIR MATA AIR”, LUKA PERJUANGAN YANG TERUS BERULANG
Rasul bertanya: “Adakah di antara milikmu yang bukan pemberian?” Semua itu pemberian sehingga hendaklah tidak memegahkan diri seolah-olah bukan pemberian. Artinya semua yang kita punya: dunia, perkembangan tehnologi, hutan, kepandaian, kekayaan dan bahkan nyawa kita itu pemberian; karena tidak dibawa ketika mati. Siapa pemberi dan siapa pemilik mutlaknya?
LUKAS 6:1-5
Ketika orang Farisi, ahli Taurat dan Imam Kepala merasa diri pemilik hukum Taurat dan hari Sabat maka Yesus mengatakan dengan tegas bahwa “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Artinya, hukum diturunkan Allah untuk kebahagiaan dan keselamatan manusia. Hukum itu untuk manusia, bukan manusia sengsara karena beban hukum. Demikian pula seharusnya dalam semua hukum yang diberlakukan bagi manusia.
Baca juga: ANGGUR BARU DI KANTONG BARU
Saudari – saudara terkasih.
Semua yang kita hidupi, baik secara pribadi maupun bersama, entah kepemilikan apa saja, adalah pemberian dari Tuhan. Kita memang memiliki hak, tetapi kiranya tepat bila dikatakan hak pakai. Contohnya:
Ketika masih muda, sangat ganteng dan cantik. Seandainya saya punya hak milik mutlak maka saya akan tahan masa mudaku dalam waktu lama, bila perlu muda terus sampai mati. Tetapi kenyataannya tidak seperti itu, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, pasti tua dan mati. Itu artinya, bahkan tubuhmu sendiri bukan milikmu.
Intinya, semua itu pemberian dari Tuhan supaya kita memakainya membangun kebahagia dan mendapatkan keselamatan. Kita boleh memiliki sesuatu, tetapi jangan lupa bahwa apa kita miliki ada hak orang lain di dalamnya. Jangan hanya ingat diri lalu lupa Tuhan dan sesama. Semoga Tuhan menolong. Amin.
P. Felix Alias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Saturday, September 5, 2026


