BIAK|SUARA ANAK NEGERI– Dalam rangka mendukung program nasional penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat, Pemerintah Kampung Mbromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor, melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas implementasi MBG serta edukasi gizi. Kegiatan strategis ini melibatkan tenaga pendidik dan pengelola satuan pendidikan, khususnya pada tingkat PAUD dan TK di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Informasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Kampung Mbromsi, Metusalak Rumaropen, melalui keterangan tertulis via WhatsApp, Sabtu (28/8/2026). Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga tepat sasaran dari segi nutrisi bagi pertumbuhan anak-anak di kepulauan.

Baca juga: REUNI LINTAS ANGKATAN (LINTANG)
Kolaborasi dengan UNICEF Jenewa untuk Standar Gizi Global
Dalam sesi peningkatan kapasitas tersebut, materi edukasi gizi disampaikan dengan dukungan teknis dari perwakilan UNICEF Jenewa. Para peserta, yang terdiri dari guru-guru PAUD/TK, kepala sekolah, serta tim pengelola dapur umum, dibekali pemahaman mendalam mengenai standar gizi seimbang internasional, keamanan pangan, serta tata kelola distribusi makanan yang higienis dan akuntabel.
“Kami sangat bersyukur karena mendapatkan materi langsung yang berstandar global dari UNICEF Jenewa. Ini menjadi nilai tambah bagi kami di daerah kepulauan untuk memahami komposisi menu harian yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan usia tumbuh kembang anak,” ujar Metusalak.
Selain aspek nutrisi, diskusi juga mencakup mekanisme pengawasan internal untuk mencegah pemborosan atau penyimpangan dalam pengelolaan anggaran dan bahan baku MBG, sehingga setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat bagi anak didik.

Apresiasi untuk Pendidik di Mbromsi, Nyansoren, dan Saribra
Kepala Kampung Mbromsi juga menyampaikan apresiasi khusus kepada para “Jaga Bunda” (pengasuh/pendidik anak usia dini) dan guru-guru yang bertugas di Kampung Mbromsi, serta rekan-rekan sejawat dari Kampung Nyansoren dan Saribra. Dedikasi mereka dalam mendampingi anak-anak di wilayah 3T Distrik Aimando dinilai sebagai ujung tombak keberhasilan program ini.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu guru dan Jaga Bunda di Mbromsi, Nyansoren, dan Saribra. Ketulusan kalian dalam mendidik anak-anak di tengah keterbatasan fasilitas adalah inspirasi bagi kami semua,” tambah Metusalak.

Dampak Positif dan Ucapan Syukur kepada Pemerintah
Metusalak berharap, dengan edukasi gizi yang berkelanjutan dan dukungan penuh dari pemerintah, angka stunting dan masalah gizi buruk di Distrik Aimando dapat ditekan secara signifikan. Ia meyakini bahwa asupan gizi yang baik berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi belajar dan prestasi akademik siswa.
“Anak-anak kita adalah masa depan kampung ini. Jika mereka sehat dan cerdas, maka pembangunan Kampung Mbromsi ke depannya akan lebih pesat. Melalui kegiatan ini, kami Pemerintah Kampung Mbromsi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah yang sangat peduli terhadap kami yang tinggal di wilayah kepulauan. Perhatian ini membuktikan bahwa tidak ada daerah yang tertinggal dalam perhatian negara,” tutup Metusalak.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan (best practice) bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Biak Numfor dalam mewujudkan generasi yang bebas dari masalah gizi dan siap menghadapi masa depan.
Penulis: Anis Rumaropen


