http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan berbagai tantangan kehidupan yang terus berkembang, Firman Tuhan tetap menjadi pedoman yang menuntun umat beriman untuk berjalan di jalan kebenaran. Pesan itulah yang disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam refleksi rohani yang dibagikannya pada Rabu pagi (10/6/2026).
Bersumber dari Injil Matius 5:17-19, Pastor Pius mengajak umat untuk memahami makna kehadiran Yesus Kristus yang datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Allah, melainkan untuk menggenapinya melalui kehidupan, ajaran, dan pelayanan yang dilandasi kasih.
Dalam refleksinya, Pastor Pius menjelaskan bahwa pada masa pelayanan-Nya, Yesus kerap menghadapi pertanyaan dari para ahli Taurat dan kaum Farisi yang menilai cara hidup-Nya tidak sejalan dengan pemahaman mereka mengenai hukum Taurat. Namun sesungguhnya, Yesus justru hadir untuk menunjukkan makna terdalam dari hukum tersebut, yakni kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama manusia.
“Aku datang untuk menggenapi hukum.”
Menurut Pastor Pius, pernyataan Yesus itu menegaskan bahwa hukum Allah tidak dapat dipisahkan dari semangat kasih yang menjadi rohnya. Hukum bukan sekadar aturan yang dipatuhi secara lahiriah, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mencerminkan kasih, keadilan, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang beriman dipanggil untuk tidak hanya mendengarkan Firman Tuhan, tetapi juga mengajarkan dan melaksanakannya dalam praksis kehidupan. Keimanan yang sejati, menurutnya, tercermin melalui kesediaan untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.
“Yesus mengajarkan pada kita agar hidup sesuai firman Tuhan yakni mengajarkan dan melaksanakan dalam praksis hidup.”
Pesan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk membangun kehidupan yang kokoh di atas fondasi Firman Tuhan. Di tengah berbagai pilihan dan tantangan yang dihadapi manusia, Firman Tuhan diyakini mampu memberikan arah yang benar serta menuntun setiap pribadi untuk tetap setia pada nilai-nilai kebenaran.
Pastor Pius menegaskan bahwa kehidupan yang berlandaskan Firman Tuhan tidak hanya membawa manusia pada relasi yang semakin dekat dengan Allah, tetapi juga menuntun pada tujuan akhir kehidupan iman, yakni keselamatan dan hidup kekal.
“Ingat, bangun hidupmu berlandaskan Firman Tuhan. Yang difirmankan-Nya menuntunmu pada jalan benar dan menuju hidup kekal.”
Melalui refleksi tersebut, Pastor Pius Heljanan MSC mengajak umat untuk terus menempatkan Firman Tuhan sebagai dasar utama dalam membangun kehidupan.
Sebab hanya dengan berpijak pada kehendak Allah, manusia akan menemukan arah yang benar, kekuatan dalam menghadapi tantangan, serta harapan yang mengantarkan pada kehidupan yang kekal.
penulis:johanis kopong
Baca juga: BRI Saumlaki Bangun Spiritualitas di Tengah Dunia Kerja






