Sabtu, 04 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK REAKSI YANG BERLANGSUNG DALAM DIRIMU

Puisi: Leni Marlina


Aku tak datang membawa ucapan
Bahasa gagal menahan laju reaksi
yang terjadi di dalam dirimu

Apakah engkau tahu?
Partikel-partikel di dalam dirimu membawa jejak campuran,
yang tak sempat disaring waktu
Semua bercampur
antara luka dan oksigen ingatan,
antara harapan dan residu kegagalan lama,
antara dirimu dan sisa-sisa yang belum bereaksi

Baca juga: KEMBANG MELATI

Negara-negara di dadamu
tak lagi saling mengirim api
Mereka mencapai kesetimbangan sementara
Bukan damai
hanya laju reaksi maju dan balik
yang akhirnya sama

Rumput tumbuh di bekas batas
Seperti kristalisasi ulang
yang menghapus bentuk lama,
tanpa perlu menghancurkan unsur dasarnya

Ikatan-ikatan lama perlahan putus
Bukan karena kekuatan luar,
tetapi karena energi aktivasi berubah
Kau tidak lagi bereaksi terhadap hal yang sama
dengan cara yang sama

Baca juga: IGNATIUS, RUMI DAN PAUL TILLICH

Dalam dirimu
entropi bukan musuh
Ia hanya cara alam
mengurangi ketegangan struktur
Segala yang kaku
akhirnya mencari bentuk lebih mungkin

Luka tidak menghilang;
ia belajar menurunkan suhu reaksinya sendiri Ialu menjadi senyawa baru
dengan struktur berbeda
lebih stabil, lebih tenang
tak lagi reaktif terhadap masa lalu

Cinta tak selalu terang
Kadang ia bekerja seperti katalis,
mempercepat perubahan
tanpa ikut habis dalam reaksi
Diam tetapi menentukan hasil

Tidak ada zat yang benar-benar lenyap
Hukum kekekalan tetap berlaku
Yang hilang tidak lenyap,
ia berganti konfigurasi,
mencari bentuk yang lebih mungkin,
ditahan tubuhmu dari reaksi lama

Jika namamu diuji di laboratorium waktu
Takkan ditemukan satu hasil tetap
Hanya spektrum
kemungkinan yang terus bergeser
Engkau bukan hasil akhir
Kau sistem terbuka,
yang masih bertukar energi
dengan dunia
Tanpa pernah mencapai keadaan diam total

Selamat ulang tahun
Untukmu yang masih bertahan
di laboratorium waktu tanpa instruksi yang pasti,
Untuk reaksi yang terus berlangsung
Untuk dirimu yang masih terus berubah
tanpa kehilangan inti

Melbourne, Australia, 2012

———-

Tentang Penyair – Leni Marlina

Leni Marlina adalah seorang penyair, penulis, penerjemah, dan dosen asal Indonesia di Departemen Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, tempat ia mengabdi sebagai dosen pegawai negeri sipil sejak tahun 2006. Karya-karya kreatif dan akademiknya bergerak melintasi berbagai bidang, seperti puisi, fiksi, esai, kritik sastra, penerjemahan, dan kajian literasi, yang mencerminkan komitmennya yang berkelanjutan terhadap bahasa sebagai medium refleksi, empati, dan martabat kemanusiaan.

Di antara publikasi terbarunya adalah kumpulan puisi The Beloved Teachers (2025) dan L-BEAUMANITY: Love, Beauty, and Humanity (2025), serta trilogi pendidikan English Stories for Literacy (2024–2025). Melalui karya-karya ini, ia mengeksplorasi pertemuan antara sastra, pendidikan, dan kemanusiaan, dengan memandang tulisan sebagai praktik kreatif sekaligus dialog moral dengan dunia.

Selain menulis puisi, Leni juga aktif menulis cerita pendek, esai, kritik sastra, dan ulasan. Ia juga menerjemahkan teks sastra dan jurnalistik untuk berbagai platform digital nasional dan internasional. Tulisan-tulisannya sering mengangkat tema pendidikan, budaya, literasi, perdamaian, dan nilai-nilai kemanusiaan, sehingga menempatkan sastra sebagai jembatan antara pengetahuan, imajinasi, dan kesadaran sosial.

Di samping karier akademiknya, Leni juga aktif dalam jurnalisme sastra dan advokasi literasi. Ia berkontribusi sebagai penulis dan editor lepas di platform media digital seperti Suara Anak Negeri News dan Negeri News, tempat ia menerbitkan artikel tentang pendidikan, sastra, budaya, dan isu-isu kemanusiaan. Kedua platform tersebut memiliki misi yang sama, yaitu “memberi suara bagi mereka yang tidak dapat bersuara.”

Leni juga merupakan pendiri dan ketua dari beberapa komunitas sastra dan literasi, di antaranya PPIPM-Indonesia, Poetry Pen International Community (PPIC), Littalk-C Literary Talk Community, Translation Practice Community (Trans-PC), serta World Children’s Literature Community (WCLC). Melalui komunitas-komunitas ini, ia mendorong dialog sastra internasional, praktik penerjemahan, serta pengembangan literasi lintas budaya.

Selain itu, ia juga merupakan anggota aktif di beberapa organisasi kepenulisan, termasuk SatuPena Sumatera Barat, KEAI, dan PLS. Sejak tahun 2012, ia juga berafiliasi dengan Victorian Writers Centre di Australia & sejak tahun 2024 juga berrgabung sebagai anggota Shanghai Huifeng International Literarty Association (ACC SHILA).

Kontribusinya dalam dunia sastra telah memperoleh berbagai pengakuan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada tahun 2025, ia menerima Best Writer Award dari SatuPena Sumatera Barat dalam acara International Minangkabau Literary Festival (IMLF-3) yang diketuai oleh Sastri Bakry. Pada tahun yang sama, ia juga dianugerahi ACC International Literary Prize 2025 dari ACC Shanghai Huiyu International Literary Creative Media Centre serta menerima penghargaan dari komunitas sastra internasional The Rhythm of Vietnam.

Kategori:
Tags:

Terkini