Selasa, 28 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Papua Menangis, Kita Tidak Boleh Diam

Oleh: Christofilus Rumaropen 

Sebagai seorang jurnalis Papua, saya menyaksikan secara langsung berbagai realitas yang terjadi di Tanah Papua. Di balik keindahan alam yang memukau dan kekayaan budaya yang luar biasa, masih banyak persoalan yang belum terselesaikan. Berbagai tantangan di bidang keamanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat masih menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perhatian semua pihak.

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Papua di berbagai wilayah juga menghadapi dampak konflik yang berkepanjangan. Banyak keluarga harus hidup dalam ketidakpastian, sebagian warga mengalami pengungsian, sementara akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi ikut terganggu. Berbagai lembaga, termasuk Komnas HAM, telah mendorong agar perlindungan terhadap warga sipil, penegakan hukum yang akuntabel, dan penanganan dampak kemanusiaan menjadi prioritas.

Baca juga: Hari Lansia Sedunia VI di Gereja Santa Maria Biak: Pastor Sebastianus Ture Liwu Ajak Umat Hormati Orang Tua, WKRI Teguhkan Semangat Pelayanan

Sebagai jurnalis, saya percaya bahwa tugas pers bukan memperkeruh keadaan ataupun memihak pada kepentingan tertentu. Tugas seorang jurnalis adalah menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di tengah berbagai perbedaan pandangan, masyarakat membutuhkan informasi yang jernih agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi maupun berita yang tidak benar.

Papua memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun, kekayaan tersebut seharusnya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Anak-anak Papua berhak memperoleh pendidikan yang layak, masyarakat berhak menikmati pelayanan kesehatan yang memadai, para pemuda berhak mendapatkan kesempatan kerja, dan setiap keluarga berhak hidup dengan aman serta bermartabat.

Saya meyakini bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, aparat keamanan, atau kelompok-kelompok tertentu. Masa depan Papua dibangun melalui kerja sama seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan seluruh warga yang memiliki kepedulian terhadap tanah ini.

Baca juga: Festival Film Papua ke-8 Siap Digelar, Papuan Voices Buka Ruang Bagi Seluruh Pembuat Film Dokumenter Papua

Sebagai putra Papua, hati saya merasa sedih ketika melihat masih adanya keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta akibat konflik, anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan, maupun masyarakat yang hidup dalam rasa takut. Semua korban adalah manusia yang memiliki hak untuk hidup aman dan bermartabat. Karena itu, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi perhatian utama semua pihak.

Saya percaya bahwa dialog, penghormatan terhadap hukum, penghargaan terhadap hak asasi manusia, dan pembangunan yang adil merupakan jalan yang lebih baik dibandingkan kekerasan. Papua membutuhkan kedamaian agar generasi muda dapat tumbuh, belajar, berkarya, dan membangun masa depan tanpa rasa takut.

Melalui tulisan ini, saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melihat Papua bukan hanya ketika terjadi konflik, tetapi juga sebagai tanah yang kaya akan budaya, nilai-nilai persaudaraan, dan potensi besar untuk maju. Papua adalah bagian penting dari Indonesia yang patut mendapatkan perhatian, keadilan, dan kesempatan yang sama untuk berkembang.

Semoga suara-suara kemanusiaan semakin didengar, keadilan terus ditegakkan, dan damai dapat bertumbuh di setiap sudut Tanah Papua. Sebab pada akhirnya, harapan terbesar setiap masyarakat Papua sangatlah sederhana: hidup dalam kedamaian, memperoleh keadilan, dan menyongsong masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Kategori:
Tags:

Terkini