Mereka datang membawa cahaya, tetapi hutan kehilangan matahari, laut menelan darahnya sendiri, dan burung-burung menghafal sangkar.
Mereka menanam damai di atas kuburan, menyiram cinta dengan air mata, lalu menyebut kehancuran sebagai jalan menuju surga.
Wahai manusia, kebenaran apakah yang kau junjung hingga harus membunuh perbedaan? Tuhan manakah yang kau bela hingga kau lupa mengasihi ciptaan-Nya?
Aku mencari Tuhan di menara, tetapi menemukan-Nya dalam daun yang gugur tanpa membenci angin, dalam laut yang tetap memberi meski manusia meracuni tubuhnya.
Di sana aku mengerti: cahaya tak perlu mengaku sebagai matahari, dan cinta tak pernah meminta kehidupan berlutut di hadapannya.
Lalu seorang anak bangkit dari reruntuhan, menggenggam sepotong langit yang patah.
Baca juga: BENARKAH STATUS BENCANA NASIONAL BISA MEMBEBASKAN KONGLOMERAT DARI JERAT HUKUM KEBAKARAN HUTAN?
Ia bertanya, “Jika kalian datang untuk menyelamatkan dunia, mengapa dunia selalu terluka setiap kali kalian tiba?”
Langit terdiam. Manusia kehilangan jawaban. Dan kesombongan bersembunyi di balik jubah kesucian.
Maka terdengarlah suara dari kedalaman bumi:
Selamatkan kami dari para penyelamat!
Dari tangan yang membelai sambil merantai, dari mulut yang menjanjikan surga sambil menggali neraka, dari mereka yang begitu sibuk menyelamatkan dunia hingga lupa menyelamatkan dirinya sendiri.
Wahai jiwa, sebelum menaklukkan dunia, taklukkanlah egomu.
Sebelum mengajarkan kebenaran, bersihkanlah cermin di dadamu.
Sebab perjalanan terjauh bukanlah dari bumi menuju langit, melainkan dari kesombongan menuju kerendahan hati.
Bumi tak membutuhkan pahlawan yang menjadikannya abu. Ia hanya meminta manusia berhenti menyembah keserakahan dan menamainya takdir.
Ya Tuhan,
selamatkan kami dari berhala yang tak terbuat dari batu, dari ego yang mengenakan jubah cahaya, dari kesombongan yang diam-diam ingin menjadi-Mu.
Sebab mungkin, dunia tak membutuhkan penyelamat.
Manusialah yang harus diselamatkan dari hasratnya sendiri untuk menjadi penyelamat.
Sumatera Barat, Indonesia — 2026.



