MANOKWARI – SUARA ANAK NEGERI| Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Manokwari tahap II, dilaksanakan pada tanggal 28 – 30 Oktober 2026. Tempat pelaksanaan Bimtek tetap di Lantai 3 Gedung Perpustakaan Universitas Papua. Pada Bimtek tahap II ini, 50 peserta tetap hadir dan penuh semangat. Walaupun para Instruktur juga membuka diri untuk bimbingan peserta secara daring di luar jam Bimtek.
Pada tahap II ini, ke lima puluh peserta Bimtek telah menentukan tema dan menyelesaikan semua tulisannya. Namun tulisan tersebut belum dianggap final, masih tetap dipertajam dengan bimbingan instruktur Hengki Mofu, Insum Malawat dan Rima Siburian, terutama terkait kaidah penulisan dan kekuatan tema. Tulisan yang dihasilkan peserta Bimtek nantinya diharapkan dapat menjadi expose dan data tertulis tentang kekayaan budaya lokal Manokwari, sekalipun sajiannya adalah rekayasa fiksi.
Berdasarkan pengamatan salah satu Instruktur, Hengki Mofu, konten yang paling banyak dipilih peserta Bimtek adalah terkait Wisata Pantai yang ada di Manokwari. Konten kedua paling banyak dipilih adalah kuliner, terutama Papeda, Ikan Kuah Kuning dan Abon Gulung. Hal ini menandakan ekspose kekayaan budaya Manokwari masih banyak yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Kota Jayapura Memimpin Klasemen Medali Pesparani II Papua 2026, Biak Numfor Tunjukkan Daya Saing
Terkait budaya, Manokwari juga kaya akan berbagai bentuk seni dan pertunjukan, upacara tradisi, ritual keagamaan. Bahkan pertunjukan seni juga dalam setahun pasti ada dilaksanakan di Manokwari. Namun, sepertinya perlu kemasan yang lebih baik, sehingga bisa lebih mengena dan menyentuh di hati masyarakat.
Selain pantai, Manokwari juga memiliki destinasi wisata yang lain, misalnya Mokwam tempat pemantauan burung, pulau- pulau sekitar, gunung meja dan lain-lain. Sepertinya, tempat tersebut kurang mengena di hati masyarakat, sehingga peserta tidak ada yang memilihnya untuk objek penulisan.
Manokwari sebagai salah satu wilayah administratif tertua di Papua sebenarnya sangat kaya sejarah. Mulai dari kedatangan penginjil, masuknya Pemerintahan Belanda, masa pendudukan Jepang, sampai kembalinya ke NKRI, meninggalkan banyak artefak di Manokwari. Kekayaan sejarah tersebut sebenarnya merupakan potensi wisata, ekonomi dan edukasi. Namun minimnya pencatatan sejarah dan perhatian terhadap pemeliharaan artefak sejarah, membuat generasi muda banyak yang tidak tau.
Baca juga: GEMA KALATIDHA DI GEDUNG-GEDUNG KERTAS
Prinsipnya, terkait ekspose kekayaan budaya lokal Manokwari, masih perlu perhatian dari berbagai pihak. Pemerinta masih perlu menyiapkan ruang-ruang informasi yang dapat diakses masyarakat dengan mudah, dan buat objek yang bisa dijangkau, perlu dukungan sarana prasarana dan keamanan.
Membuka Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahap II ini, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari, Wiwik Hariawan menyatakan komitmen dan dukungannya untuk membangun literasi di Manokwari. Kepada peserta Bimtek, dipesankan untuk tetap semangat berkarya tulis dan akan ada program selanjutnya terkait pengembangan literasi. Peserta Bimtek diharapkan juga, selanjutnya dapat menjadi mitra dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari.



