Senin, 05 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Rapat Paripurna HUT ke-27, DPRD dan Pemkab Tanimbar Tekankan Pembangunan

Oleh: Johanis Kopong

​

​Rapat Paripurna HUT Tanimbar ke-27 Soroti Tantangan Pembangunan

Baca juga: Ucapan HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sebastian Ajak Bangun Tanimbar Bersama

Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Senin, 5 Oktober 2026. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin, 5 Oktober 2026.

​Rapat Paripurna berlangsung di Gedung Serbaguna Hotel Galaxy, Saumlaki, dan dihadiri Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, S.E., Wakil Bupati beserta jajaran, pimpinan dan anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pemuda, perempuan serta insan pers.

​Rangkaian Rapat Paripurna diawali pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembukaan rapat oleh Ketua DPRD, pidato Bupati, doa dan penutupan rapat.

Baca juga: Danyonif 734/SNS Ucapkan Dirgahayu ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar

​Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Richie Laurens Anggito, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT ke-27 sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan.

​“Semoga momentum ini tetap mempererat persatuan kita di bumi Tanimbar ini.”

​Richie juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-27 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar serta doa agar daerah ini senantiasa mendapat perlindungan dan berkat Tuhan Yang Maha Esa.

​“Selamat hari ulang tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang ke-27 tahun. Semoga Yang Maha Esa selalu menjaga, melindungi dan memberkati serta memberikan kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan bagi Tanimbar, bumi tercinta ini.”

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​Menghormati Perjuangan Para Tokoh Pemekaran

​Dalam sambutannya, Ketua DPRD mengajak masyarakat mengenang kembali perjalanan panjang terbentuknya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

​Ia memberikan penghargaan kepada para tokoh pemekaran yang telah memperjuangkan terbentuknya daerah otonom tersebut, termasuk para mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota DPRD dari masa ke masa serta seluruh masyarakat yang telah memberikan pengabdian.

​Menurutnya, perjalanan pembentukan Kabupaten Kepulauan Tanimbar tidak terlepas dari perjuangan panjang masyarakat yang menginginkan pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan pembangunan yang lebih dekat.

​Perjuangan tersebut, kata Richie, harus menjadi pelajaran bagi generasi saat ini agar pembangunan daerah tetap dilaksanakan dengan semangat persatuan dan kebersamaan.

​“Kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pendiri dan pejuang yang telah mewujudkan dan mengantarkan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sampai saat ini.”

​Ia menegaskan bahwa apa yang telah diletakkan oleh para pejuang pemekaran harus menjadi fondasi bagi pembangunan Tanimbar pada masa kini dan masa mendatang.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​DPRD Soroti Masa Depan Blok Masela

​Dalam Rapat Paripurna tersebut, DPRD juga menyoroti perkembangan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Blok Masela.

​Richie mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu peluang besar bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

​DPRD, menurutnya, akan terus mengawal agar manfaat proyek strategis tersebut dapat dirasakan masyarakat, terutama masyarakat lokal dan masyarakat adat.

​Ia juga menyinggung komitmen peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal serta keterlibatan pelaku usaha daerah berdasarkan kompetensi dan profesionalitas.

​“DPRD akan terus mengawal agar proyek ini memberikan keadilan bagi masyarakat.”

​Menurutnya, peluang besar dari pengembangan Blok Masela harus diikuti kesiapan sumber daya manusia, pelaku usaha dan UMKM lokal.

​Pendidikan vokasi dan pelatihan keterampilan juga dinilai penting agar anak-anak Tanimbar dapat mengambil bagian dalam berbagai peluang kerja yang akan muncul.

0-0x0-0-0-{}-0-0#

​RSUD PP Magretti Dinilai Menjawab Kebutuhan Masyarakat

​Ketua DPRD juga memberikan perhatian terhadap perkembangan pelayanan kesehatan melalui Rumah Sakit Umum Daerah Dr. P.P. Magretti Saumlaki.

​Menurutnya, beroperasinya rumah sakit tersebut merupakan bagian dari jawaban atas kebutuhan masyarakat Tanimbar terhadap pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan memadai.

​Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang terus melengkapi fasilitas rumah sakit serta memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis.

​Dengan peningkatan pelayanan tersebut, masyarakat diharapkan tidak selalu harus dirujuk ke Ambon untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tertentu.

​Kebudayaan Tanimbar Didorong Menjadi Kekuatan Ekonomi

​Selain sektor kesehatan dan pembangunan ekonomi, DPRD memberikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah daerah terhadap kebudayaan Tanimbar.

​Pengembangan tenun ikat Tanimbar, ukiran kayu, musik bambu, perhiasan tradisional serta penggunaan pakaian adat dinilai memiliki nilai penting bagi pelestarian identitas masyarakat.

​Menurut Richie, pengembangan budaya tidak semata-mata menjadi kegiatan pelestarian tradisi, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi para perajin dan pelaku ekonomi kreatif.

​“Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi telah menjadi pelaku ekonomi kreatif yang menghidupkan mama-mama Tanimbar dan para perajin.”

​Ia menilai kemajuan tersebut menjadi salah satu bentuk kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam membangun daerah.

​DPRD Tegaskan Fungsi Pengawasan

​Richie menegaskan DPRD memiliki fungsi strategis dalam pembangunan daerah, termasuk melalui fungsi pengawasan terhadap program dan proyek pembangunan.

​Keterlibatan DPRD dilakukan melalui penjaringan aspirasi masyarakat, pokok-pokok pikiran DPRD serta mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di lapangan.

​Menurutnya, pengawasan diperlukan agar setiap pembangunan dilaksanakan secara transparan, tepat waktu dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat.

​“Pengawasan ini bertujuan memastikan bahwa setiap proyek infrastruktur dikerjakan secara transparan, tepat waktu serta memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat lokal.”

​Ia mengajak masyarakat turut mengawasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang telah berjalan selama 27 tahun.

​Kritik dan saran dari masyarakat, menurutnya, merupakan bagian penting dalam memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan.

​Bupati: HUT Menjadi Momentum Refleksi

​Sementara itu, Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, S.E., dalam pidatonya mengatakan peringatan HUT ke-27 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan daerah.

​“Peringatan hari ulang tahun daerah merupakan kesempatan bagi kita untuk merefleksi kembali perjalanan yang telah dilalui, mensyukuri berbagai kemajuan yang telah dicapai, sekaligus melihat dengan jernih berbagai pekerjaan yang masih harus diselesaikan.”

​Bupati mengatakan terbentuknya Kabupaten Kepulauan Tanimbar pada 4 Oktober 1999 membawa harapan akan hadirnya pemerintahan dan pembangunan yang semakin dekat dengan masyarakat.

​Karena itu, ia memberikan penghormatan kepada para tokoh pemekaran, mantan kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan serta anggota DPRD dari masa ke masa, tokoh agama, tokoh adat, aparatur pemerintah dan seluruh masyarakat yang telah memberikan pikiran, tenaga dan pengabdian bagi daerah.

​“Apa yang kita nikmati hari ini merupakan bagian dari proses panjang tersebut. Pemerintahan dan kepemimpinan akan terus berganti, tetapi pembangunan akan selalu diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.”

​Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan

​Dalam pidatonya, Bupati memaparkan sejumlah perkembangan indikator pembangunan daerah.

​Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Tanimbar selama lima tahun terakhir tetap berada pada angka positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 4,59 persen.

​Sementara itu, angka kemiskinan mengalami penurunan dari 27,27 persen pada 2021 menjadi 23,38 persen pada 2025.

​Indeks pembangunan manusia juga disebut terus mengalami peningkatan hingga mencapai 68,47 poin pada 2025.

​Bupati menilai perkembangan tersebut patut disyukuri, namun masih terdapat sejumlah pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

​“Perkembangan sebagaimana tergambar dalam kondisi tersebut patut kita syukuri. Namun kita juga harus melihat tantangan pembangunan yang masih cukup besar.”

​Kemiskinan dan Infrastruktur Masih Menjadi Tantangan

​Menurut Bupati, tingkat kemiskinan meskipun menunjukkan tren penurunan masih membutuhkan penanganan serius.

​Demikian pula dengan kualitas pendidikan dan kesehatan yang masih harus ditingkatkan.

​Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk air minum, sanitasi, telekomunikasi dan konektivitas antarpulau.

​Kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat juga menjadi perhatian.

​Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat tersebar di berbagai desa dan pulau dengan tingkat aksesibilitas yang berbeda.

​Konsekuensinya, biaya penyediaan pelayanan publik dan pembangunan menjadi lebih besar dibandingkan daerah yang berada dalam satu wilayah daratan.

​Karena itu, pemerataan pembangunan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, konektivitas dan kesempatan ekonomi yang layak.

​Tanimbar Diarahkan Maju, Mandiri, Adil dan Berkelanjutan

​Bupati mengatakan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar diarahkan untuk mewujudkan Tanimbar yang maju, mandiri, adil, berkelanjutan dan unggul.

​Kemandirian daerah, menurutnya, harus dibangun dengan mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, budaya, UMKM serta berbagai potensi ekonomi lainnya.

​Pembangunan juga harus semakin merata sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah.

​“Pembangunan harus semakin merata. Pelayanan dan hasil pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah sesuai kebutuhan dan karakteristiknya.”

​Sementara pembangunan berkelanjutan harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan kepentingan generasi muda.

​Sebagai daerah kepulauan, kehidupan masyarakat Tanimbar memiliki hubungan erat dengan laut, pesisir, hutan dan berbagai sumber daya alam lainnya.

​Blok Masela Jadi Peluang Ekonomi

​Bupati juga menyoroti peluang ekonomi yang akan muncul dari pengembangan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Blok Masela.

​Menurutnya, pengembangan proyek tersebut dapat membuka peluang pertumbuhan ekonomi, investasi, penciptaan lapangan kerja dan berkembangnya berbagai kegiatan usaha pendukung.

​Namun, peluang tersebut harus diikuti kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat.

​“Manfaatnya bagi masyarakat Tanimbar sangat bergantung pada persiapan daerah dan masyarakatnya.”

​Pemerintah daerah berkepentingan agar kesempatan kerja yang muncul dapat diisi tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi.

​Pelaku usaha dan UMKM daerah juga diharapkan dapat masuk dalam rantai usaha yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

​Bupati menekankan bahwa petani harus memperoleh pasar baru, nelayan mendapatkan nilai tambah, sementara UMKM lokal harus mampu mengambil bagian dalam rantai ekonomi baru yang terbentuk.

​SDM Lokal Harus Dipersiapkan

​Untuk menghadapi perubahan ekonomi tersebut, pemerintah daerah akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

​Pendidikan dan pelatihan keterampilan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.

​Pelaku usaha lokal juga perlu meningkatkan kapasitas, kualitas produk dan profesionalitas sehingga mampu bersaing dan mengambil peluang dari perkembangan investasi.

​Pada saat bersamaan, pemerintah tidak ingin pembangunan ekonomi Tanimbar hanya bergantung pada satu sektor.

​Pertanian, perikanan, perdagangan, pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif tetap harus dikembangkan sebagai bagian dari struktur ekonomi daerah.

​Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

​Bupati menegaskan pembangunan daerah membutuhkan pemerintahan yang profesional dan bertanggung jawab.

​Peningkatan tata kelola pemerintahan menjadi salah satu prioritas karena kualitas pemerintahan akan menentukan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

​Ia meminta profesionalitas dan integritas ASN, perencanaan, pengelolaan keuangan, pengawasan, transparansi serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pemerintahan terus diperkuat.

​“Masyarakat harus memperoleh pelayanan semakin mudah, cepat dan jelas.”

​Menurut Bupati, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dibangun melalui pekerjaan yang dapat dilihat dan pelayanan yang dapat dirasakan.

​Karena itu, perencanaan pembangunan harus berasal dari kebutuhan nyata masyarakat, dilaksanakan secara tertib dan dievaluasi berdasarkan hasil serta manfaatnya.

​Pemerintah Akui Masih Ada Keterbatasan

​Bupati juga mengakui bahwa tidak seluruh persoalan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

​Keterbatasan kemampuan keuangan daerah, kondisi geografis serta besarnya kebutuhan masyarakat membuat pemerintah harus menentukan tahapan dan prioritas pembangunan secara cermat.

​Program yang telah memberikan manfaat akan dilanjutkan dan ditingkatkan, sementara program yang masih memiliki kekurangan akan diperbaiki.

​Persoalan yang belum terselesaikan, kata Bupati, akan tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.

​Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat

​Bupati mengatakan pemerintah daerah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan agenda pembangunan.

​Dukungan tersebut mencakup Forkopimda, pemerintah kecamatan dan desa, lembaga keagamaan dan adat, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, generasi muda serta seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

​Kolaborasi tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan saat ini, tetapi juga mempersiapkan Tanimbar menghadapi berbagai perubahan pada masa mendatang.

​“Kita melanjutkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai rumah bersama yang harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik.”

​Pesan HUT ke-27

​Mengakhiri pidatonya, Bupati Ricky Jauwerissa menyampaikan ucapan selamat HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada seluruh masyarakat.

​Ia berharap Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai perjalanan daerah dan memberkati seluruh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Tanimbar.

​“Semoga Tuhan Yang Mahakuasa senantiasa menyertai perjalanan daerah ini, memberkati seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan menuntun upaya kita dalam mewujudkan Tanimbar yang mandiri, adil, berkelanjutan dan unggul.”

​Rapat Paripurna kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian agenda peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar selesai dilaksanakan.

​(Sumber: Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin, 5 Oktober 2026.)

​

Kategori:
Tags:

Terkini