English Version of the Poem
GO HOME TO YOURSELF
Poem by Leni Marlina
Baca juga: Sayap Enggang untuk Keadilan dan Kesejahteraan: Refleksi Jelang MUNAS ISKA di Balikpapan
–
Do not wear the face the world has lent you
too many hands have left their fingerprints there
Fear upon your brow, a price upon your back
debts beneath your tongue, and they say: “That is you”
You have believed that little phrase for far too long
until life moved on by itself, leaving you behind inside your body
But listen to your heart, there is still a voice within
a strength waiting to emerge from your consciousness
Go home to yourself!
the self you once abandoned in order to survive
Return to your voice!
the voice long buried beneath fear
If they say, “You cannot”
ask, “According to whom?”
If they say, “You are too late”
ask, “According to whose clock?”
Go home to yourself!
not to become someone new
only to stop surrendering yourself to them
Morning buys your strength at a price far below its worth
night returns your body cold down to the bone
You call it life because you are too tired to search for another name
yet there is a door within your chest you have never opened
Take back your time, even if only for one hour!
Take back your voice, even if it still sounds faint!
One step, one refusal
one door you slowly close
not every transformation arrives with the sound of an explosion
Go home to yourself!
not to become someone new
only to stop surrendering yourself to them
You may be afraid, you may tremble, you may not yet know
where tomorrow will lead you
Tomorrow has not been born, it does not yet have a name
do not surrender to it the right to determine who you are
Let fear sit in the back, do not give it the wheel!
Even if your hands are still trembling, you are the one in control!
Go home to yourself!
bring home everything that was once lost
Return to your voice!
let your mouth learn the language of courage
When the world calls you small
you need not answer with your voice
grow far beneath the surface
until their measure no longer means anything
Go home…! Go home…!
to your body, to your time,
to your name, to yourself.
You are not becoming someone else.
You are only stopping:
surrendering yourself!
–
Padang, West Sumatra, Indonesia, 2019
—
About — Leni Marlina
Leni Marlina is an Indonesian poet, writer, translator, and lecturer in the English Department, Faculty of Languages and Arts, at Universitas Negeri Padang, Indonesia since 2006. Her creative and scholarly work spans poetry, fiction, essays, literary criticism, review, translation, and literacy studies. Alongside her academic career, she is actively involved in literary journalism and literacy advocacy. She serves as a writer, contributor, editor, and editorial board member for SAN Digital Media Group—including Suara Anak Negeri News, Suara Anak Negeri, and Negeri News—where she publishes literary works, essays, articles, and reports on education, literature, culture, and humanitarian issues. Marlina is also the founder and chairperson of several international literary and literacy communities, including PPIPM-Indonesia, Poetry Pen International Community (PPIC), Littalk-C Literary Talk Community, Translation Practice Community (Trans-PC), and the World Children’s Literature Community (WCLC). She is also an active member of several professional writers’ organizations, including SatuPena West Sumatra and PLS. Since 2012 she has been affiliated with the Victorian Writers Centre in Australia, and since 2024 has also been a member of the Shanghai Huifeng International Literary Association (ACC SHILA).
——–
Indonesian Version of the Poem
KEMBALILAH KEPADA DIRIMU
Puisi: Leni Marlina
–
Jangan kau kenakan wajah yang dipinjamkan dunia
terlalu banyak tangan meninggalkan sidik di sana
Ketakutan di dahimu, harga di punggungmu
utang di bawah lidah dan mereka bilang: ”itu dirimu”
Kau percaya terlalu lama pada kata yang kecil itu
sampai hidup berjalan sendiri hingga kau tertinggal di dalam tubuhmu
Tapi dengarkan hatimu, masih ada suara di situ
sebuah kekuatan menunggu keluar dari sadarmu
Kembalilah kepada dirimu!
yang pernah kau tinggalkan demi bertahan
Kembalilah kepada suaramu!
yang lama dikubur oleh ketakutan
Jika mereka bilang, “tak bisa”
tanyakan, “menurut siapa?”
Jika mereka bilang, “kau terlambat”
tanyakan, “menurut jam siapa?”
Kembalilah pada dirimu!
bukan menjadi orang yang baru
hanya berhenti menyerahkan dirimu kepada mereka
Pagi membeli tenagamu dengan harga yang tak sepadan
malam mengembalikan tubuhmu dingin sampai ke tulang
Kau menyebutnya kehidupan karena terlalu lelah mencari nama
padahal ada pintu di dalam dada yang belum pernah kau buka
Ambil kembali waktumu meski hanya satu jam!
Ambil kembali suaramu, meski masih terdengar pelan!
Satu langkah, satu penolakan
satu pintu yang kau tutup perlahan
tak semua perubahan datang dengan suara ledakan
Kembalilah pada dirimu!
bukan menjadi orang yang baru
hanya berhenti menyerahkan dirimu kepada mereka
Kau boleh takut, kau boleh gemetar, kau boleh belum tahu
ke mana hari esok akan mengantar
Hari esok belum lahir belum memiliki nama
jangan serahkan kepadanya hak menentukan siapa dirimu
Biarkan takut duduk di belakang, jangan beri ia kemudi!
Meski tanganmu masih gemetar, tetap kau yang pegang kendali!
Kembalilah kepada dirimu!
bawa pulang semua yang pernah hilang
Kembalilah kepada suaramu!
biarkan mulutmu mengenal keberanian
Bila dunia memanggilmu kecil
tak perlu kau jawab dengan suara
tumbuhlah jauh di bawah permukaan
sampai ukuran mereka tak lagi bermakna
Kembalilah…! Kembalilah…!
kepada tubuhmu, kepada waktumu,
kepada namamu, kepada dirimu.
Kau tidak berubah menjadi orang lain.
Kau hanya berhenti: menyerahkan dirimu!
–
Padang, Sumbar, 2019
Tentang Penyair – Leni Marlina
Leni Marlina merupakan penulis, penyair, dan akademisi di Universitas Negeri Padang. Kecintaannya pada dunia literasi tumbuh sejak masa sekolah dan terus menemaninya hingga kini. Ketertarikannya pada sastra semakin berkembang ketika menempuh studi Master of Arts (Writing and Literature) di Australia. Sejak tahun 2006, ia mengajar sebagai dosen tetap di Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Di sela-sela aktivitas akademiknya, ia menulis puisi, cerpen, esai, artikel ilmiah, serta terlibat dalam sejumlah kegiatan penerjemahan dan penyuntingan. Mengabdi sebagai redaktur di platform digital Suara Anak Negeri (SAN Media Group). Bagi Leni, menulis bukan sekadar kegiatan kreatif, melainkan juga cara untuk belajar memahami kehidupan, merawat kemanusiaan, dan berbagi harapan. Karena itu, selain berkarya, ia aktif dalam berbagai komunitas literasi dan kepenulisan serta turut mengelola sejumlah ruang belajar dan berbagi bagi para pencinta edukasi, literasi dan sastra, termasuk PPIC (Poetry Pen International Community), Litttalk-C (Litterary Talk Community) & Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community). Leni merupakan anggota organisasi penulis SatuPena Sumbar, Penyala Literasi Semesta, Victorian Writers & ACC Shanghai Huifeng International Literaty Association. Melalui kata-kata dan kegiatan literasi yang dijalaninya, ia berusaha memberi sumbangsih, sekecil apa pun, bagi tumbuhnya budaya membaca, menulis, dan apresiasi sastra. Beberapa penghargaan di bidang kepenulisan pada tingkat lokal, nasional, dan internasional pernah diterimanya, yang ia syukuri sebagai bagian dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan berkarya.


