Anto Narasona
–
kaulah wanita desa
yang tulus penuh keikhlasan
Baca juga: DARI RUMAH, MENYALAKAN CAHAYA RANAH MINANG
kemuliaanmu,
mengangkat nilai hidup mati bangsamu
ketika wajah kampung
membaur semerbak
dari berbagai perjuanganmu yang membara,
kau ikuti wajah sumimu
dari tembok-tembok perjuangan
tak ada api
tak ada patahan ambisi yang menaklukkan suasana
tatkala terjangan cinta lain melukai masa lalumu
Baca juga: RUMAH SAKIT SASTRA
sebab,
dari kampung yang
sederhana,
kau bawa langkah perjuanganmu yang sunyi
dari lorong
ke lorong pikiran dan kata hatimu sebagai senjata telah mengusung harkat martabat bangsa
kemurnian itulah
yang mencari-cari celah sejarah tatkala proklamasi disuarakan saat kau tenggelam dalam kekecewaan cinta
hanya angin desa
yang membelai sejuk pada serpihan cintamu yang pecah di hamparan rerumputan kering
sebab,
kemurnian cinta
dan hati yang terluka yang tak ingin kau campuradukkan,
membuat cintamu tenggelam bersama
kata hati seputih wajahmu Indonesiaku
Palembang, 18 Agustus 2026


