Biak|Suara Negeri News – Dalam upaya mempercepat eliminasi Tuberkulosis (TB) dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor bersama Puskesmas Yendidori dan Pemerintah Kampung Yendidori melaksanakan kegiatan kolaboratif Tracing Tuberkulosis (TB) yang dikolaborasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan perdana di Distrik Yendidori ini berlangsung pada Sabtu (29/8/2026) di Balai Kampung Yendidori, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIT.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Tim Kesehatan Puskesmas Yendidori, serta dukungan penuh dari Kepala Kampung Yendidori. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan partisipasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, sekaligus mendongkrak capaian penemuan kasus TB aktif melalui investigasi kontak yang lebih masif.
Antusiasme Tinggi Masyarakat dan Pelayanan Terpadu
Di bawah tanggung jawab Dokter Penanggung Jawab Puskesmas, dr. Theresia L. Santoso Wakman, dan Penanggung Jawab Program TB, Jenny PS Situmeang, S.Kep., Ns., kegiatan ini mendapat respons antusias dari warga. Tercatat sebanyak 111 orang dari berbagai kelompok usia—mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, hingga ibu hamil—turut serta dalam pemeriksaan kesehatan tersebut.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pelaksanaan investigasi kontak TB secara langsung di masyarakat. Warga yang memiliki riwayat kontak serumah atau kontak erat dengan pasien TB dilakukan skrining dan pemeriksaan sesuai protokol. Bagi mereka yang memenuhi kriteria, pelayanan tidak berhenti pada tahap diagnosis, melainkan dilanjutkan dengan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
“Pemberian dosis pertama TPT dikonsumsi langsung di hadapan petugas kesehatan sebagai bagian dari pelayanan cepat dan terpadu. Langkah ini krusial untuk mencegah infeksi TB berkembang menjadi penyakit aktif serta memutus mata rantai penularan di komunitas,” jelas dr. Theresia melalui keterangan tertulis via WhatsApp, Sabtu (28/8/2026).

Target Eliminasi TB dan Ekspansi ke Lima Lokus
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Lukas Linggi, S.KM., MKM., bersama Technical Officer Global Fund, Herianto, S.KM., dalam arahannya menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi model percontohan yang terintegrasi, melibatkan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kampung, dan unsur lintas sektor lainnya.
“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan, penemuan dini, investigasi kontak, pemberian TPT, pengobatan, serta pemutusan rantai penularan TB. Ini adalah kontribusi nyata kami dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kabupaten Biak Numfor,” ujar Lukas Linggi.
Sebagai tahap awal, kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan di lima lokus kampung di Distrik Yendidori untuk memperluas jangkauan pelayanan dan memastikan tidak ada kasus TB yang terlewat. Dengan pendekatan proaktif seperti ini, diharapkan angka kesakitan TB di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan, mewujudkan masyarakat Yendidori yang lebih sehat dan produktif.


