Oleh: Johanis Kopong
Teladan Kasih RD Ponsianus Ongirwalu: Membaca Tanda Tuhan Lewat Kepedulian Sesama
Baca juga: Dari Iman Menuju Integritas, Pekerja Kristen BRI Saumlaki Gelar Ibadah Rutin Bulanan
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Senin, 12 Oktober 2026. Suasana pagi yang cerah di Olilit Barat menjadi saksi bisu betapa cinta kasih Tuhan bekerja melalui hal-hal sederhana. Kehadiran siswa-siswi SD Negeri 1 Saumlaki—baik yang beragama Katolik maupun Kristen—yang memimpin liturgi Misa pertama pada Minggu Biasa ke-28 hingga Senin (12/10/2026), menjadi potret indahnya kebersamaan lintas iman di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Namun, keindahan tersebut tidak berhenti di altar gereja. Di balik seragam rapi dan senyum polos para siswa, terbentang kisah hidup yang mendalam dan menggetarkan hati.
Bantuan Seragam dan Apresiasi untuk Perajin Iman
Di antara para murid, terdapat 12 anak SD Negeri 1 Saumlaki yang telah menanggung beban hidup cukup berat sejak dini. Di antara mereka ada anak-anak yatim piatu, anak-anak yang ditinggal pergi orang tua dan kini diasuh oleh kakek, nenek, maupun paman dan bibi, serta anak-anak dari keluarga yang penuh keterbatasan.
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu Pimpin Doa Penanaman Pohon Kaleseng Alam Tanimbar
Melihat kondisi tersebut, Pastor Paroki Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan perhatian nyata berupa bantuan seragam sekolah baru bagi anak-anak tersebut. Bantuan ini menjadi wujud kepedulian gereja agar mereka tetap semangat menuntut ilmu.
“Kalian tidak sendiri, kalian berharga di mata Tuhan,” ungkap RD Ponsianus Ongirwalu saat memberikan penguatan moral dan bantuan kepada anak-anak tersebut.
Selain bantuan seragam, apresiasi pada Senin pagi juga diberikan kepada 13 anak SEKAMI, remaja, dan anak-anak SLB yang setia menjadi Misdinar serta rajin mengikuti Misa harian dan Novena St. Ignatius dari Antiokhia hari ke-4. Bantuan berupa uang transportasi ke sekolah diserahkan sebagai dorongan semangat bagi langkah kecil mereka.
Sinergi Gereja, Sekolah, dan Orang Tua
Aksi kepedulian ini disambut haru oleh kepala sekolah, para guru, dan orang tua murid. Sinergi antara dunia pendidikan dan Gereja dinilai sangat penting dalam merawat masa depan generasi muda, sehingga tidak ada anak yang merasa tertinggal atau putus asa.
Dalam pesan penggembalaannya, RD Ponsianus Ongirwalu mengingatkan umat untuk selalu memiliki kepekaan batin sesuai dengan tema Novena “Peka Membaca Tanda Tuhan” serta refleksi Injil Lukas 11:29-32.
“Tanda-tanda kehadiran Allah sering kali hadir di sekitar kita: dalam diri anak-anak yang tabah, dalam uluran tangan yang tulus, dan dalam setiap kesempatan kecil untuk berbuat baik,” tutur RD Ponsianus Ongirwalu dalam khotbahnya.
Refleksi Kasih dan Persaudaraan
Peristiwa ini menjadi ajakan bagi masyarakat luas untuk merenungkan sejauh mana kepekaan hati dalam membaca tanda-tanda kehadiran Tuhan melalui sesama. Kasih tidak hanya diwujudkan melalui teori, tetapi juga lewat tindakan nyata seperti sepasang seragam sekolah, senyuman tulus, dan bantuan sederhana yang menguatkan sesama.
Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Naflahar Ita Didtinemun. Kidabela. SALVE.
(Sumber: Tim Redaksi & Dokumentasi Paroki Olilit Barat)



