Akaha Taufan Aminudin
–
https://www.youtube.com/watch?v=eYc3rNAqLMo&list=RDeYc3rNAqLMo&start_radio=1
Baca juga: MAK ANI
senyumlah matahari pagi
lentera menggores benang merah
di ufuk terlihat cakrawala
sinar kesejukan cahaya matahari
‘kebun-kebun kering telah mengeluarkan embun
bersama cicit burung-burung lalu lalang
jendela terbuka
sinar matahari mulai merayap’
pasar-pasar bergerak,
gemerincingpun mulai terlepas dari busurnya
anak-anak berpakaian rapi
menanti sarapan pagi
‘kebun-kebun kering
lalu lalang burungpun tak ada
jendela masih tertutup
sinar matahari tak tersapa lagi’
masih mendengkur
setelah semalaman
bersama rembulan
mengais gemerincing di stasiun
‘anak-anak menangis mencari bapak yang tertembak,
saat melompat pagar dirumah sebelah
merakit dalam aroma ibu berubah jadi bapak
menjalani profesi nasib di balik tubuh dan nafsu’
Baca juga: Empat Jam Menuju Akad Nikah, Suara Saya Lenyap!
Kota Batu
1994-2004
#wawanhamzaharfan
#puisidalamlagu
#yatracaruban
#lagupuisi
#akahataufanaminudin
#HP3NKotaBatu
#SatuPenaJawaTimur



