Penulisan Oleh: Johanis Kopong
Merawat Bumi Tanimbar: RD Ponsianus Ongirwalu Ajak Umat dan Pemuda Jaga Sumber Air Bomaki
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Sabtu, 10 Oktober 2026 – Vicaris Episcopal Kepulauan Tanimbar, RD Ponsianus Ongirwalu, mengajak umat Katolik dan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, khususnya dalam menjaga sumber air dan ekosistem di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Baca juga: Sinergi Aparat Keamanan Temukan 1.657 Batang Tanaman Ganja di Pegunungan Bintang
Ajakan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Apel Akbar dan aksi pelestarian lingkungan di kawasan Sumber Air Desa Bomaki. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa menjaga alam merupakan tanggung jawab moral, sosial, dan iman.
Merawat Bumi sebagai Panggilan Iman
Dalam sambutannya, RD Ponsianus Ongirwalu menegaskan bahwa kehadiran masyarakat di kawasan sumber air Bomaki bukan sekadar agenda organisasi atau kegiatan seremonial, melainkan bentuk panggilan iman untuk menjaga dan merawat ciptaan Tuhan.
“Hari ini kita berkumpul di Area Sumber Air Desa Bomaki bukan sekadar untuk menjalankan sebuah agenda organisasi atau memenuhi undangan seremonial. Kita hadir di sini memenuhi sebuah panggilan iman yang sangat mendasar: panggilan untuk menjadi penjaga dan penyayang ciptaan Allah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa bumi Tanimbar merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga bersama. Sumber air yang tersedia di wilayah tersebut telah memberikan kehidupan bagi masyarakat dari generasi ke generasi. Mengingat perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tantangan nyata, perlindungan alam perlu diwujudkan melalui tindakan konkret dan kebiasaan hidup yang memelihara lingkungan.
Pertobatan Ekologis dan Apresiasi Elemen Masyarakat
Mengacu pada Ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus, RD Ponsianus mengingatkan bahwa bumi merupakan rumah bersama yang harus dipelihara.
“Merawat bumi bukan sekadar tindakan sosial atau aksi lingkungan, melainkan bentuk pertobatan ekologis—sebuah tanggung jawab iman Katolik yang nyata,” tegasnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku yang terus mendorong perlindungan serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal. Apresiasi juga diberikan kepada Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), dan Legio Christi atas keterlibatan nyata mereka. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa iman tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan yang bermanfaat.
Aksi Penanaman Pohon dan Harapan bagi Generasi Muda
RD Ponsianus menilai semangat Kalesang (merawat, menjaga, dan memelihara) merupakan nilai luhur masyarakat Tanimbar yang sejalan dengan ajaran Gereja. Ia menekankan bahwa penanaman pohon di kawasan sumber air Bomaki adalah simbol harapan bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
“Setiap bibit pohon yang kita tanam hari ini di kawasan sumber air Bomaki adalah simbol harapan. Kita sedang menanam kehidupan, menjaga ketersediaan air bersih, serta memperkuat ketahanan ekologi dan ekonomi masyarakat Tanimbar ke depan,” ujarnya.
Ia mengajak para kader Pemuda Katolik, ISKA, dan kaum muda untuk merawat bibit yang telah ditanam agar tumbuh dan memberikan manfaat. Lebih lanjut, ia berharap aksi pelestarian ini dapat menjadi gaya hidup di lingkungan paroki, desa, maupun komunitas. Kaum muda didorong menjadi pelopor pertobatan ekologis melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi kawasan sumber air.
Menutup sambutannya, ia mendoakan agar seluruh upaya dan kerja sama yang dilakukan mendapat berkat Tuhan serta mengimbau masyarakat untuk menjaga semangat kebersamaan.
“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati setiap tetes keringat, niat baik, dan kerja keras kita hari ini,” tuturnya.
Sambutan diakhiri dengan seruan “Salam LESTARI!” sebagai ajakan untuk aktif melestarikan bumi Tanimbar bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
(Sumber: Sambutan Vicaris Episcopal Kepulauan Tanimbar, RD Ponsianus Ongirwalu)


