Selasa, 15 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Optimalisasi Tata Kelola Data Melalui SIO Papua: Pemkab Biak Numfor Gelar Workshop Pendataan OAP Berbasis Bukti di Distrik Biak Timur

Penulis: Anis Rum

BIAK|SUARA ANAK NEGERI– Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, melalui dukungan program Strengthening Local Governance and Service Delivery (SKALA), melaksanakan Workshop Penginputan dan Pendataan Orang Asli Papua (OAP) Berbasis Sistem Informasi Orang Papua (SIO Papua). Kegiatan yang berlangsung dari 14 hingga 19 September 2026 ini berpusat di Distrik Biak Timur dan melibatkan partisipasi aktif dari tiga distrik kunci, yaitu Biak Timur, Oridek, dan Yendidori. Acara pembukaan yang digelar di Swissbell Hotel Biak pada Senin (14/9/2026) dihadiri oleh Plt. Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Biak Numfor, Simon Rumpaisum, SH, yang mewakili Bupati Biak Numfor, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Kampung setempat.

Baca juga: Dinamika Identitas dan Hak Kolektif: Membedakan Konsep Orang Asli Papua dan Masyarakat Adat dalam Perspektif Hukum dan Sosiologi

Mandat Program SKALA dan Pentingnya Data Valid

Dalam kesempatan tersebut, Septer Manufandu selaku Tim Fasilitasi Program SKALA Provinsi Papua menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari kerjasama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas. Program SKALA memiliki mandat khusus untuk mendampingi 12 provinsi di Indonesia, termasuk enam provinsi di Tanah Papua, dengan fokus utama pada peningkatan tata kelola layanan dasar dan pemerintahan.

Baca juga: "Si Doel Anak Sekolahan" dari sinetron paling populer sampai ke Buku "Filosofi Orang Kampung"

“Salah satu mandat paling penting dari program SKALA adalah bagaimana menyediakan data yang akurat dan valid untuk perencanaan berbasis bukti (evidence-based planning),” ujar Septer Manufandu dalam keterangannya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi erat dengan Otoritas Khusus Provinsi Papua (OPRIDA) dan OPD terkait bertujuan untuk memastikan bahwa data mikro yang dikumpulkan dapat menjadi instrumen vital dalam optimalisasi Dana Otonomi Khusus (Otsus). Dengan data yang presisi, alokasi sumber daya pembangunan dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat.

SIO Papua sebagai Instrumen Statistik Sektoral Terintegrasi

Workshop ini mengimplementasikan penggunaan Sistem Informasi Orang Papua (SIO Papua) sebagai tools atau alat bantu utama dalam penyediaan data statistik sektoral. Septer menjelaskan bahwa pendataan ini tidak hanya terbatas pada identifikasi status keaslian penduduk (OAP), tetapi juga mencakup pemetaan data sosial-ekonomi yang komprehensif.

Pendataan dilakukan secara by name by address (berdasarkan nama dan alamat) mulai dari tingkat kampung, distrik, hingga terintegrasi di level kabupaten dan provinsi,” jelasnya.

Metodologi ini memungkinkan terciptanya basis data granular yang dapat dilacak akurasinya. Integrasi data dari tingkat kampung hingga provinsi diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih informasi dan memberikan gambaran utuh mengenai demografi serta kondisi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.

Komitmen Pimpinan Daerah dalam Digitalisasi Administrasi

Kehadiran Simon Rumpaisum, SH sebagai Plt. Asisten I yang mewakili Bupati Biak Numfor, menunjukkan komitmen tinggi pimpinan daerah dalam mendukung digitalisasi administrasi kependudukan. Dengan melibatkan langsung Kepala Kampung dari Distrik Biak Timur, Oridek, dan Yendidori, workshop ini bertujuan membangun kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan data mandiri.

Hasil dari pendataan berbasis SIO Papua ini akan menjadi fondasi utama dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan anggaran tahunan, sehingga setiap kebijakan publik yang dikeluarkan benar-benar responsif terhadap kondisi empiris masyarakat asli Papua maupun penduduk umum di wilayah tersebut

Kategori:
Tags:

Terkini