Jumat, 04 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

FLS3N PROVINSI PAPUA BARAT DIBUKA, KOMPETISI SISWA BIDANG SENI DAN SASTRA.

Laporan: Jasahdin Saragih

PAPUA BARAT – SUARA ANAK NEGERI| Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Provinsi Papua Barat resmi dibuka (03/09/2026). Mewakili Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Sekretaris Dinas, Sudjanti Kamat, S.Sos., M.Si. membuka kegiatan. Peserta yang hadir, mewakili Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Pegunungan Arfak, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama.

Baca juga: DARI RUMAH, MENYALAKAN CAHAYA RANAH MINANG

Ada 13 tangkai lomba yang diperlombakan, dengan 2 kategori besar, yaitu Pertunjukan dan Penciptaan. Lomba Penciptaan, terdiri dari: Lomba Cipta Lagu; Cipta Puisi; Menulis Cerpen; Jurnalistik; Desain Poster; dan, Film Pendek. Sedang kategori pertunjukan, terdiri dari: Lomba Baca Puisi; Menyanyi Solo Putra; Menyanyi Solo Putri; Kreasi Musik Tradisi; Tari Kreasi; Gitar Solo; dan, Monolog.

Dalam sambutannya, Sudjanti Kamat menyampaikan, bahwa FLS3N bukan sekedar ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, merupakan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreatifitas, mengembangkan bakat dan minat, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa percaya diri.

Baca juga: Di Tengah HUT ke-81, Kejari Biak Numfor Tetapkan & Tahan 2 Tersangka Korupsi Reses DPRD Supiori

Melalui seni dan sastra, siswa belajar bahwa keberagaman adalah kekuatan. Papua memiliki kekayaan budaya, tradisi, bahasa, seni dan kearifan lokal yang luar biasa. Kekayaan tersebut harus tetap dijaga, dikembangkan untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Diharapkan FLS3N Tahun ini tidak hanya melahirkan para juara, tetapi juga melahirkan generasi muda Papua Barat yang kreatif, berkarakter, berbudaya, berprestasi yang mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internadional.

Kemebangan bukan hanya mendapatkan piala atau medali. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika mampu memberikan yang terbaik, memperoleh pengalaman baru, menghargai teman, menerima hasil dengan lapang dada dan terus berusaha lebih baik.

Pesan kepada guru pendamping, dibalik setiap anak yang berprestasi, ada guru yang membina dengan sabar membimbing, mendampingi dan memotivasi.

Koordinator Dewan Juri, Jasahdin Saragih, menyampaikan untuk tim penilai diambil dari figur-figur profesional yang telah berpengalaman dibidangnya. Diantaranya, Descarlo Worabay, Raymond Pattikawa, Welzon Kapisa, Frans Salu Weking, Hans Kapitarau, George Willem Yomaki, Kamasan Fainsenem, Willy Baransano, Marsten Tarigan dan Chandra Noveldi. Para dewan juri berasal dari berbagai instansi dari Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya.

FLS3N Provinsi Papua Barat 2026, berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 3 sampai 5 September 2026. Selama kegiatan, peserta dikonsentrasikan di Hotel Vitta Manokwari. Kegiatan awal, dimulai dengan hunting lapangan bagi peserta lomba penciptaan. Selanjutnya, pemenang pertama setiap lomba nantinya akan mewakili Provinsi Papua Barat untuk FLS3N Nasional, yang diselenggarakan pada bulan September.

Kategori:
Tags:

Terkini