Anto Narasoma
–
o, hujan,
kucurkan air-Mu
karena tanah dan pokok pepohonan di hutanku membara dalam kerakusan iblis penguasa dan pengusaha
Baca juga: Puisi - Puisi Karya Leni Marlina dan Zulkifli Abdy
maka, inilah suara
mengungkap nada
dari ribuan permohonan
karena asap mulai merajalela di dada kami
uh,
begitu sesak napasku ketika api menyeruak
ke celah-celah
ketiak pepohonan yang tak sempat menitikkan
air mata
karena hutan api
telah menghanguskan pikiran dan masa depan kayu-kayu dan ranting adat istiadat di negeriku
Baca juga: DARI SUARA ANAK NEGERI KE PANGGUNG ASEAN
maka,
kabut api pun membakar asap
setelah keserakahan hatinya —menumbangkan hutan
o, hutanku
siapa pemilik tangan busuk yang menghitamkan hatinya dalam baris-baris sajak permohonan itu?
Palembang, 31 Agustus 2026


