/1/
BELUM JADI TUAN
DI NEGERI SENDIRI
Puisi: Zulkifli Abdy
Baca juga: JAS Solidaritas untuk NTT: Pembacaan Puisi, Monolog, dan Musik Menjadi Suara Kemanusiaan
–
Setelah 81 tahun Indonesia merdeka
Hari kemerdekaan berulang-ulang
Kita rayakan setiap 17 Agustus
Benarkah kita telah merdeka
Secara de jure tentu sudah
Dan dunia mengakuinya
De facto terasa belum
Bangsa belum bebas
Dari jerat kemiskinan
Bayar pajak ini dan itu
Dari rasa ketidakadilan
Harga yang serba mahal
Berbagai kebijakan negara
Yang tak berpihak pada rakyat
Kesempatan kerja yang terbatas
Anehnya, tenaga asing relatif bebas
Rakyat belum jadi tuan di negeri sendiri.
–
Baca juga: NYALA EMAS EDRAWATI DI LANGIT BRICS
(Banda Aceh, 17 Agustus 2026).
—
/2/
KALI INI BUKAN BARANGKALI
Puisi: Zulkifli Abdy
–
Kali ini
Aku tak ingin menulis metafora angin
Tetapi lebih tentang napas
Kehidupan
Tak juga tentang matahari dan bulan
Tetapi lebih tentang energi
Kekuatan
Kali ini
Aku tak ingin bercerita tentang daun
Tetapi lebih tentang buah
Kemanfaatan
Tak juga ingin bertanya tentang janji
Tetapi lebih tentang bukti
Kenyataan
Kali ini
Aku tak menuntut penegakan hukum
Tetapi lebih daripada itu
Keadilan
Tak lagi bicara tentang kemerdekaan
Tetapi lebih daripada itu
Kesejahteraan.
–
(Banda Aceh, 8 Agustus 2026).
—
/3/
MERDEKA TAPI BELUM
Puisi: Zulkifli Abdy
–
Indonesia merdeka 81 tahun silam
Tapi sudah merdekakah kita
Aku pun nelangsa
Aku teringat ucapan pemimpin lugu
Sudah, tapi belum
Lalu untuk apa kita merdeka
Kalau hanya untuk perayaan belaka
Indonesia merdeka 81 tahun silam
Kita telah lalui beberapa orde
Ada orde lama
Setelah itu kita menjalani orde baru
Lalu reformasi
Yang digerakkan mahasiswa
Semua tidak membawa perubahan
Ingin kutelisik jejak kemerdekaan
Aku pun berbisik lirih di dalam renungan
Batinku bergejolak
Jiwaku kini berontak
Dalam igau aku bertanya
Untuk apa juga kita merdeka
Aku ingatkan, sadarlah wahai pemimpin
Jangan kalian lupa
Sehingga kami semakin tak merdeka
Kalian adalah khalifah
Kami bukan hamba sahaya
Kami empunya daulat
Maka kami ini adalah juga penguasa
Kalian itu pelayan
Maka sepatutnya lah kalian berkhidmat
Hanyalah untuk kami semata
Bukan kepada siapa-siapa
Bukan pula kelompok
Atau partai kalian
Apalagi pada oligarki di balik kekuasaan
Supaya kita benar-benar merdeka.
–
(Bandar Udara Kualanamu, 9 Juni 2026)
——
Tentang Penyair – Zulkifli Abdy
Zulkifli Abdy merupakan penulis dan penyair senior kelahiran Jambi yang berdomisili di Aceh sejak 1970. Ia merupakan lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi; menekuni dunia kepenulisan secara otodidak sejak remaja; menghasilkan artikel dan menulis puisi dengan semangat sastra yang kuat. Menulis baginya bukan sekadar aktivitas untuk mengisi kesenggangan, tetapi salah satu cara untuk menuangkan perasaan secara imajinatif, juga sebagai pengganti catatan harian.


