KABUPATEN SOLOK – SUMBAR – SUARA ANAK NEGERI| Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) bertajuk “From Local to Global: Pemberdayaan Pemuda Produktif Nagari Sungai Nanam melalui Pelatihan Digital Tourism Promotion untuk Perluasan Promosi Pariwisata Lokal.” Kegiatan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Gedung Pemuda Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, dengan melibatkan 20 pemuda sebagai peserta utama.

Gambar: Pembukaan Acara Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat PIPN: “Pemberdayaan Pemuda Produktif Nagari Sungai Nanam melalui Pelatihan Digital Tourism Promotion untuk Perluasan Promosi Pariwisata Lokal”, 22–23 Agustus 2026 di Gedung Pemuda Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok. Sumber Gambar: DS – LM – SAN doc.
Baca juga: Ketika "Omon-Omon" Menjadi Karnaval Perlawanan
Program ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Nagari Sungai Nanam, Harmisriono Ad, mewakili Wali Nagari Delfi, S.Sos., didampingi oleh Kepala Seksi Pemerintahan Nagari beserta jajaran staf Pemerintah Nagari Sungai Nanam, serta tim pengabdi yang terdiri dari Dr. Yuli Tiarina, M.Pd., Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D., Rizaldy Hanifa, M.Pd., Syafitri Ramadhani, M.Pd., dan Dian Safitri, M.Pd. Kehadiran pemerintah nagari menjadi wujud dukungan terhadap upaya pemberdayaan generasi muda dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi kreatif berbasis digital. Dalam sambutannya, Harmisriono Ad menyoroti identitas Sungai Nanam sebagai salah satu sentra hortikultura nasional. Menurutnya, Nagari Sungai Nanam merupakan penghasil bawang terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes, namun hingga kini daerah tersebut belum memiliki produk khas maupun branding yang kuat sebagai identitas wisata dan ekonomi lokal.
“Sungai Nanam dikenal sebagai penghasil bawang terbesar kedua di Indonesia setelah Brebes. Potensi ini sangat besar, tetapi kita belum memiliki produk khas dan citra yang melekat di benak masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap pemuda mampu membangun branding Sungai Nanam sehingga bawang dan agrowisatanya dikenal lebih luas melalui media digital,” ujar Harmisriono Ad.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Yuli Tiarina, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pemuda dalam menggabungkan literasi digital, kreativitas konten, dan komunikasi berbahasa Inggris sebagai strategi promosi destinasi wisata nagari melalui media sosial yang sering mereka gunakan.
Baca juga: POHON-POHON DI KALIMANTAN TERBAKAR DAN MEMBUAT LANGIT JADI ABU
“Kami ingin mengubah cara promosi wisata dari sekadar dokumentasi menjadi storytelling yang menarik. Ketika pemuda mampu menghasilkan foto, video, dan caption berbahasa Inggris yang menarik, mereka sesungguhnya sedang memperkenalkan Sungai Nanam kepada dunia,” ungkap Dr. Yuli Tiarina.
Pada hari pertama, peserta pelatihan dibekali dengan teori promosi wisata yang disampaikan oleh dua narasumber dari tim pengabdi, yakni Prof. Yenni Rozimela, M.Ed., Ph.D. dan Rizaldy Hanifa, M.Pd. Materi yang disampaikan yaitu mengenai urgensi promosi wisata dan literasi digital, strategi penulisan narasi dan caption dalam bahasa Inggris, serta teknik fotografi dan videografi. Tidak hanya berlangsung di ruang pelatihan, pada hari ke 2, peserta secara berkelompok juga mengikuti praktik lapangan di Ladang Bawang Rimbo Data, salah satu kawasan agrowisata unggulan Nagari Sungai Nanam. Di lokasi tersebut, dimana semua tim pengabdi menjadi instruktur kelompok, peserta mengambil foto dan video yang menyoroti alam dan hasil pertanian bawang, menyunting, menyusun caption dan narasinya, lalu mengunggahnya ke media sosial yang mereka gunakan, seperti Instagram, tiktok, dan lainnya.
Selain teori dan praktik lapangan, masing-masing peserta juga diberikan sebuah buku saku berjudul English for Digital Tourism Promotion – Sungai Nanam. Buku yang ditulis dalam dua bahasa ini disusun secara khusus oleh tim pengabdi untuk pemuda Sungai Nanam agar mudah dibawa dan digunakan sebagai salah satu sumber belajar mandiri setelah pelatihan dalam menyusun konten promosi pariwisata digital. Buku saku tersebut memuat materi dan ungkapan praktis berbahasa Inggris yang dilengkapi dengan terjemahan bahasa Indonesia yang dapat digunakan dalam memperkenalkan potensi wisata lokal, mengajak pembaca atau penonton untuk mengunjungi Sungai Nanam, serta merespon pertanyaan yang muncul di media sosial setelah konten promosi diunggah.

Gambar: Perjanjian Kerja Sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pemerintah Nagari Sungai Nanam tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Potensi Pariwisata Nagari. . Sumber. Sumber Gambar: DS – LM – SAN doc.
Program pelatihan ini ditutup secara resmi oleh Wali Nagari, sekaligus menjadi momen penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pemerintah Nagari Sungai Nanam tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Potensi Pariwisata Nagari. Beliau menyambut baik pelaksanaan program ini dan berharap dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
“Semoga dengan peran pemuda nagari dalam mempromosikan Sungai Nanam melalui media sosialnya mampu menjadikan Sungai Nanam sebagai sentra agrowisata yang nantinya berdampak pada aspek strategis, seperti peningkatan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, perluasan peluang usaha, serta terbukanya lapangan kerja baru bagi masyarakat nagari,” ujar Wali Nagari.
Program PIPN ini merupakan implementasi kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari dalam mendukung pengembangan community-based tourism melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Selaras dengan harapan Wali Nagari, melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Padang berharap Sungai Nanam tidak hanya dikenal sebagai kawasan penghasil bawang, tetapi juga berkembang sebagai destinasi agrowisata yang memiliki identitas kuat, mampu menarik wisatawan, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat setempat. (DS – LM – SAN)


