<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berguru pada Pohon &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/berguru-pada-pohon/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Sep 2026 22:16:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Berguru pada Pohon &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berguru pada Pohon</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/esai/berguru-pada-pohon</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2026 22:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Berguru pada Pohon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=11721</guid>

					<description><![CDATA[Yudi Latif &#8211; Kemarin, sebagai penyantun Universitas Darunnajah, saya memberi bekal pada para wisudawan. Saya ingatkan, manusia harus belajar berguru pada pohon. Pohon itu semakin tinggi menjulang, semakin dalam menumbuhkan akar; semakin luas meraih cahaya, semakin kokoh memeluk bumi; semakin luhur bertumbuh, semakin luas pula daya yang disebarkan bagi kehidupan. Pertumbuhannya mengikuti dua arah. Gravitropik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yudi Latif</strong></p>
<p>&#8211;</p>
<p>Kemarin, sebagai penyantun Universitas Darunnajah, saya memberi bekal pada para wisudawan.</p>
<p>Saya ingatkan, manusia harus belajar berguru pada pohon. Pohon itu semakin tinggi menjulang, semakin dalam menumbuhkan akar; semakin luas meraih cahaya, semakin kokoh memeluk bumi; semakin luhur bertumbuh, semakin luas pula daya yang disebarkan bagi kehidupan.</p>
<p>Pertumbuhannya mengikuti dua arah. Gravitropik mengarahkan akar menghunjam ke bumi, sementara fototropik mengarahkan batang, cabang, dan daun menuju cahaya. Yang satu menjaga kesetiaan kepada asal, yang lain menyongsong masa depan. Keduanya tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi.</p>
<p>Pertumbuhan itu ditopang xilem dan floem. Xilem mengangkat air dan mineral dari akar ke pucuk; floem mengalirkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian pohon. Yang satu mengangkat kehidupan, yang lain mengalirkannya. Karena itu pohon tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga tumbuh utuh.</p>
<p>Begitu pula manusia. Kita sering mengira bahwa bertumbuh berarti meninggalkan akar. Padahal tidak ada daun yang tumbuh tanpa akar yang juga bertumbuh. Pertumbuhan sejati selalu bergerak menuju masa depan sekaligus kembali kepada asal.</p>
<p>Akar adalah metafora kebudayaan: bahasa, nilai, etika, sejarah, dan kearifan yang memberi identitas serta kedalaman. Tajuk adalah metafora peradaban: ilmu, teknologi, seni, kreativitas, dan keberanian memperluas cakrawala.</p>
<p>Akar memberi kedalaman; tajuk memberi keluasan.</p>
<p>Xilem dapat dimaknai sebagai keahlian, disiplin, integritas, dan ketekunan yang mengangkat kualitas diri. Floem adalah kemampuan menghubungkan pengetahuan, pengalaman, dan karya sehingga melahirkan wawasan, kolaborasi, dan kemaslahatan.</p>
<p>Keahlian melahirkan keunggulan; wawasan memberi arah.</p>
<p>Demikian pula sebuah bangsa: kemajuan lahir ketika manusia yang berakar dalam nilai, menjulang melalui ilmu, mendalam dalam keahlian, dan luas dalam wawasan mampu menghubungkan keunggulannya menjadi kekuatan bersama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
