Oleh: Johanis Kopong
HKY Pung Carita: Berbagi Kasih, Menguatkan Anak-Anak Hebat
Baca juga: PWI Maluku Tenggara Tegaskan Penataan Organisasi dan Verifikasi Anggota
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Jumat, 16 Oktober 2026. Di tengah suasana hening setelah Perayaan Ekaristi Kudus dan Doa Novena Santo Ignatius dari Antiokhia hari kedelapan, Jumat (16/10/2026), semangat kasih dan kepedulian mewarnai kehidupan umat di HKY Pung Carita. Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan apresiasi dan bantuan kasih kepada anak-anak yang setia menjalankan tugas pelayanan serta anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Kegiatan sederhana tersebut menjadi wujud perhatian terhadap anak-anak sekaligus pengingat bahwa setiap pribadi memiliki martabat dan nilai yang berharga di hadapan Tuhan, tanpa memandang usia maupun keadaan hidupnya.
Apresiasi bagi Pelayan Liturgi Cilik
Apresiasi diberikan kepada Putri dan Kimri, utusan Rukun Santo Yohanes Don Bosco, yang bertugas sebagai lektor dan pemazmur dalam perayaan pagi itu. Keduanya menerima bantuan uang transportasi dan uang jajan sebagai bekal untuk berangkat ke sekolah.
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu Berbagi Kasih, Anak-Anak Hebat Diajak Menjadi Utusan Kristus
Penghargaan serupa diberikan kepada Mario dan Maria yang bertugas sebagai misdinar atau putra-putri altar. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian atas kesediaan mereka mengambil bagian dalam pelayanan liturgi.
Melalui keterlibatan anak-anak dalam kehidupan menggereja, umat diajak menyadari bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berkarya dan melayani. Kesediaan membacakan Sabda Tuhan, melantunkan mazmur, maupun membantu di altar merupakan bentuk partisipasi nyata dalam kehidupan iman.
Perhatian bagi Anak-Anak Panti Asuhan
Perhatian kasih juga diberikan kepada Paulina, Marsel, Tekla, Felix, dan Magda yang berada dalam pendampingan para Suster ALMA di panti asuhan. Dalam kesempatan tersebut, Pastor Paroki memberikan bantuan uang lauk-pauk untuk mendukung kebutuhan mereka.
Perhatian ini mengandung pesan bahwa anak-anak yang hidup dalam keterbatasan tetap memiliki martabat yang luhur dan layak mendapatkan kasih, perhatian, serta kesempatan untuk bertumbuh.
Dalam semangat pelayanan Kristiani, anak-anak panti asuhan tidak semestinya dipandang semata-mata dari keadaan yang mereka alami. Kehadiran mereka justru mengingatkan setiap orang akan pentingnya kerendahan hati, kepedulian, dan kasih yang tidak membeda-bedakan.
Jangan Pernah Merasa Diri Tak Berharga
Kegiatan tersebut selaras dengan tema Doa Novena Santo Ignatius dari Antiokhia hari kedelapan, yakni “Jangan Pernah Merasa Diri Tak Berharga”, yang direnungkan melalui bacaan Injil Lukas 12:1-7.
Dalam bagian Injil tersebut, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya bahwa Allah mengenal dan memelihara setiap ciptaan-Nya. Bahkan burung pipit yang tampak kecil sekalipun tidak luput dari perhatian Allah.
Sebagaimana tertulis dalam Lukas 12:6-7:“Karena itu jangan takut, kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.”
Pesan Injil ini menegaskan bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh penilaian manusia, keadaan ekonomi, latar belakang keluarga, ataupun besarnya peran yang dijalankan. Setiap pribadi memiliki martabat yang patut dihormati.
Teladan Santo Ignatius dari Antiokhia juga mengajak umat untuk tetap teguh dalam iman. Keberanian dan kesetiaannya kepada Kristus menjadi inspirasi bagi umat untuk menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan, tanpa dikuasai ketakutan atau perasaan rendah diri.
Menghargai Sesama dan Menemukan Nilai Diri
Peristiwa di HKY Pung Carita menjadi refleksi bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Perhatian sederhana, dukungan bagi kebutuhan sehari-hari, dan penghargaan atas kesediaan melayani dapat memberikan makna bagi kehidupan seseorang.
Umat diajak untuk melihat martabat setiap anak dan sesama, terutama mereka yang kerap terabaikan. Anak-anak yang melayani di gereja, anak-anak panti asuhan, serta mereka yang mendampingi dan membina mereka, sama-sama membutuhkan lingkungan yang memberikan dukungan, penghargaan, dan kasih.
Di sisi lain, setiap orang juga diajak untuk belajar menghargai dirinya sendiri. Keterbatasan dan kesulitan hidup tidak menghapus nilai seseorang. Sebaliknya, setiap pengalaman dapat menjadi kesempatan untuk bertumbuh, belajar mengasihi, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
Membawa Kasih dalam Kehidupan Sehari-hari
Melalui semangat Novena Santo Ignatius dari Antiokhia dan permenungan Injil Lukas 12:1-7, umat diajak menjadikan kasih sebagai bagian nyata dari kehidupan sehari-hari.
Kesediaan untuk melayani, menghargai sesama, serta memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan merupakan langkah sederhana untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani di tengah masyarakat.
Kegiatan berbagi kasih di HKY Pung Carita mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi, setiap pelayanan memiliki makna, dan setiap manusia layak diperlakukan dengan hormat.
Semoga semangat ini terus bertumbuh dalam kehidupan keluarga, Gereja, dan masyarakat, sehingga tidak seorang pun merasa ditinggalkan atau kehilangan harapan.
Tuhan memberkati anak-anak hebat, para pendamping, dan seluruh umat Allah. Tabe. Ratu Norkit Monuk Dedesar, Ubilaa Norang Ita Didtinemun, Kidabela Salve.
(Sumber: Narasi HKY Pung Carita)



