Oleh: Johanis Kopong
Berbagi Kasih di HKY Pung Carita, Anak-Anak Diajak Menjadi Terang Dunia
Baca juga: Forum Gerakan Save Hutan Yamdena Soroti Dugaan Pelanggaran PT KJB, Manager Beri Penjelasan
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Kamis, 15 Oktober 2026 — Semangat pelayanan, kepedulian, dan kasih kepada sesama menjadi pesan utama dalam kegiatan rohani di HKY Pung Carita. Usai perayaan Misa pagi dan Novena Santo Ignatius dari Antiokhia hari ketujuh, RD Ponsianus Ongirwalu memberikan apresiasi kepada anak-anak yang setia mengambil bagian dalam pelayanan liturgi di altar Tuhan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh syukur, bertepatan dengan peringatan wajib Santa Theresia dari Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja. Melalui perhatian sederhana kepada anak-anak, Pastor Paroki mengajak mereka untuk terus bertumbuh dalam iman, semangat belajar, kerendahan hati, dan kepedulian terhadap sesama.
Apresiasi dan Bentuk Kepedulian Bagi Pelayan Altar
Apresiasi dan bantuan nyata diberikan langsung kepada anak-anak yang terlibat dalam pelayanan liturgi:
Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu Berbagi Kasih dengan Anak-Anak di Paroki HKY Pung Carita
Sinta Fatbinan (siswi SMA Budi Mulia, lektor dari Rukun Santa Maria): Menerima bantuan uang transportasi dan uang jajan sekolah.
Olimpia Ngalngola (siswi SMP Paulus, pemasmur dari Rukun Santa Maria): Menerima bantuan uang transportasi dan uang jajan sekolah.
Delapan Anak Panti Asuhan ALMA: Menerima bantuan atas keterlibatan mereka dalam pelayanan Misa pagi.
Empat Anak Misdinar: Menerima bantuan sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan di altar.
Apresiasi tersebut menjadi wujud kepedulian terhadap anak-anak yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mendukung kehidupan menggereja. Pelayanan mereka diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas di lingkungan gereja, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan hidup yang baik.
Menjadi Utusan Kristus Melalui Tindakan Sederhana
Dalam pesannya, Pastor Paroki menekankan bahwa pelayanan di altar memiliki makna lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas liturgi.
“Kalian tidak hanya sekadar datang Misa atau bertugas di altar, tetapi kalian adalah utusan-utusan cilik Kristus yang dipanggil untuk membawa terang-Nya ke sekolah dan lingkungan.”
Pesan tersebut mengajak anak-anak untuk memahami bahwa menjadi utusan Kristus dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Ketekunan belajar, kejujuran, sikap hormat kepada orang tua dan guru, serta kesediaan membantu teman merupakan bagian dari kesaksian iman.
Meneladani Orang Kudus dan Refleksi Injil
Semangat pelayanan ini menyatu dengan teladan para kudus dan bacaan Kitab Suci hari itu:
Santa Theresia dari Yesus & Santo Ignatius dari Antiokhia: Anak-anak diajak meneladani ketulusan doa, keberanian, dan kesetiaan iman sejak dini. Nilai-nilai ini diwujudkan lewat tindakan nyata: rajin belajar, menghormati orang tua, pengasuh, dan guru, serta menjalin persahabatan tanpa mengejek atau menyakiti teman.
Refleksi Injil Lukas (11:47-54): Yesus menegur sikap yang tidak menghidupi kebenaran secara tulus. Hal ini menjadi pengingat bagi anak-anak agar memiliki hati yang jujur, bersedia membawa damai, serta menjadi sumber kegembiraan di lingkungannya.
Pesan untuk Masa Depan Anak-Anak
Menutup perjumpaan, Pastor Paroki mendorong anak-anak agar tetap rajin bersekolah, tekun berdoa, serta menjadi garam dan terang bagi keluarga, sekolah, dan Rukun Santa Maria. Perhatian yang diberikan diharapkan menjadi penyemangat agar mereka semakin setia melayani dan mengembangkan potensi diri.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kasih tidak selalu diwujudkan melalui pemberian besar. Perhatian yang tulus, dukungan terhadap pendidikan, dan penghargaan atas pelayanan anak-anak dapat menjadi langkah sederhana untuk menumbuhkan semangat berbagi dalam kehidupan menggereja. Dengan semangat kebersamaan, anak-anak diharapkan terus melangkah dalam iman dan menjadi saksi kasih Kristus.
Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Naflahar Ita Didtinemun. Kidabela. SALVE.
(Sumber: Catatan kegiatan dan refleksi rohani HKY Pung Carita)



