Oleh: Johanis Kopong
Sentuhan Kasih RD Ponsianus Ongirwalu Bawa Sukacita Bagi 45 Anak Hebat
Baca juga: Sinergi Aparat Keamanan Temukan 1.657 Batang Tanaman Ganja di Pegunungan Bintang
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Sabtu, 10 Oktober 2026 — Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai Momen Doa Novena Santo Ignatius dari Antiokhia hari kedua di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY). Usai perayaan Ekaristi subuh yang mengusung tema Sukacita Pelaku Firman berdasarkan bacaan Injil Lukas 11:27-28, Paroki menyalurkan bantuan kasih yang berasal dari uang intensi misa kepada 45 anak hebat, termasuk para petugas liturgi, anak-anak panti asuhan/SLB, serta anak-anak yatim piatu.
Kehangatan Rumah Tuhan dan Ungkapan Syukur Anak-Anak
Perhatian tulus yang ditunjukkan oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, menyentuh hati para pelayan cilik dan umat yang hadir. Meski harus berpacu dengan kantuk dan dinginnya udara subuh, kesetiaan anak-anak dalam melayani di altar membuahkan sukacita yang mendalam.
Rista dan Ika, yang bertugas sebagai Lektor dan Pemazmur, mengungkapkan rasa harunya atas perhatian yang mereka terima. “Tadi subuh pas jam 5 masih ngantuk dan dingin, tapi senang sekali bisa melayani Tuhan. Pas Pastor panggil lalu kasih uang jajan, rasanya haru sekali. Bukan soal jumlah uangnya, tapi rasanya dinotice dan disayang sama Pastor di gereja,” ungkap Rista.
Rasa syukur serupa dirasakan oleh para anggota misdinar serta anak-anak dari Panti Asuhan SLB. Bagi mereka, bantuan lauk pauk serta uang transport yang diberikan menjadi penyemangat tersendiri. Anak-anak yang hidup bersama kakek, nenek, atau wali juga merasa dikuatkan karena Gereja hadir sebagai rumah yang hangat di tengah keterbatasan mereka. Ungkapan ketulusan juga datang dari para wali dan umat yang tergerak melihat perhatian nyata dari Pastor Paroki bagi tumbuh kembang spiritual dan emosional anak-anak tersebut.
Peneguhan dan Pesan Pastoral RD Ponsianus Ongirwalu
Dalam pesannya, Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, memberikan nasehat serta peneguhan iman kepada 45 anak hebat yang hadir. Beliau menegaskan bahwa kehadiran mereka di gereja sejak pukul 05.00 WIT—baik sebagai petugas altar maupun umat—merupakan wujud nyata dari pelaku Firman Allah.
”Kalian semua yang hadir jam 5 pagi—yang bertugas jadi misdinar, lektor, pemazmur, maupun yang duduk manis beribadah—kalian adalah pelaku firman yang nyata. Sukacita sejati itu lahir ketika kita melakukan kehendak Tuhan dengan tulus,” tegas RD Ponsianus Ongirwalu.
RD Ponsianus Ongirwalu juga memberikan keteguhan khusus bagi anak-anak panti asuhan, anak-anak berkebutuhan khusus, serta mereka yang ditinggal oleh orang tua. Beliau mengingatkan agar mereka tidak pernah berkecil hati, karena Allah adalah Bapa bagi mereka yang kehilangan dan Gereja akan selalu menjadi rumah yang terbuka. Sementara bagi anak-anak yang masih memiliki orang tua utuh, beliau berpesan agar senantiasa bersyukur, rajin belajar, dan setia melayani.
Mengakhiri peneguhannya, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak seluruh umat dan anak-anak untuk meneladani keberanian serta cinta Santo Ignatius dari Antiokhia dalam memelihara iman, seraya mengucapkan doa kelimpahan berkat serta salam adat khas Tanimbar: “Ratu Norkit Monuk Dedesar, Ubu Naflahar Ita Didtinemun, Kidabela, SALVE.”
(Sumber: HKY Pung Carita: Berbagi Kasih Untuk 45 Anak Hebat)


