Oleh: Johanis Kopong
HUT ke-27, Pemkab Tanimbar Dorong Pembangunan Inklusif dan Berkelanjutan
Baca juga: BRI BO Saumlaki: Bersama Membangun Tanimbar yang Maju dan Sejahtera
Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Senin, 5 Oktober 2026. Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, S.E., menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin, 5 Oktober 2026.
Rapat paripurna tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Hotel Galaxy, Saumlaki, dengan mengusung semangat pembangunan daerah menuju Tanimbar yang berdaya, adil, dan makmur.
27 Tahun Perjalanan Tanimbar
Baca juga: BRI BO Saumlaki Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI di Lanud IG Dewanto
Dalam pidatonya, Bupati Ricky Jauwerissa mengawali sambutan dengan menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Esa sehingga seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memperingati perjalanan 27 tahun Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Menurutnya, 27 tahun perjalanan daerah merupakan momentum untuk melihat kembali berbagai capaian sekaligus mengidentifikasi pekerjaan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
”27 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 Oktober 1999, lahirnya daerah ini membawa harapan akan hadirnya pemerintahan dan pembangunan yang semakin dekat dengan masyarakat,” kata Ricky Jauwerissa.
Ia juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada para kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan serta anggota DPRD dari masa ke masa, jajaran pemerintahan, serta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan pikiran, tenaga, dan pengabdian bagi pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
”Apa yang kita nikmati hari ini merupakan buah dari proses panjang tersebut. Pemerintahan dan pembangunan akan terus berjalan, tetapi tanggung jawab pembangunan akan selalu diteruskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Tantangan Kemiskinan
Memasuki usia ke-27 tahun, Ricky mengatakan perkembangan Kabupaten Kepulauan Tanimbar dapat dilihat melalui sejumlah indikator ekonomi makro.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir tetap berada pada angka positif. Namun, percepatan pembangunan masih diperlukan melalui investasi dan hilirisasi.
Sementara itu, tingkat kemiskinan disebut mengalami penurunan dari 27,27 persen pada 2021 menjadi 23,38 persen pada 2025.
”Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan. Namun, penguatan ekonomi inklusif tetap diperlukan,” kata Bupati.
Selain kemiskinan, pemerintah daerah juga mencermati perkembangan tingkat pengangguran terbuka serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia yang disebut mencapai 68,47 poin pada 2025.
Menurutnya, capaian tersebut patut disyukuri, tetapi masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
”Tingkat kemiskinan walaupun mengalami tren penurunan, namun masih cukup tinggi sehingga membutuhkan penanganan serius. Kualitas pendidikan dan kesehatan masih harus ditingkatkan,” ujarnya.
Pelayanan Dasar dan Tantangan Wilayah Kepulauan
Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan pelayanan dasar, termasuk infrastruktur, air minum, sanitasi, telekomunikasi, serta konektivitas antarwilayah yang dinilai belum sepenuhnya memberikan kualitas pelayanan yang sama kepada seluruh masyarakat.
Kondisi geografis sebagai daerah kepulauan, kata dia, menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat tersebar di desa-desa dan pulau-pulau dengan tingkat aksesibilitas yang berbeda.
”Keberadaan pembangunan bukan hanya masyarakat yang tidak boleh tertinggal, tetapi juga harus memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan, administrasi pemerintahan, konektivitas, dan kesempatan ekonomi yang sama,” jelasnya.
Persoalan tersebut, lanjut Ricky, menjadi bagian dari isu strategis pembangunan daerah pada 2026, antara lain berkaitan dengan kemiskinan, pengangguran, pendapatan masyarakat, kualitas hidup, kualitas sumber daya manusia, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

Pembangunan Harus Mandiri dan Berkeadilan
Ricky mengatakan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar diarahkan untuk mewujudkan daerah yang mandiri, adil, berkelanjutan, dan maju.
Mandiri, menurutnya, berarti kemampuan pemerintah dan masyarakat untuk semakin mengoptimalkan potensi yang dimiliki daerah.
Potensi tersebut mencakup pertanian dan perkebunan, pariwisata, budaya, UMKM, serta berbagai sektor ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara pembangunan yang adil berarti hasil pembangunan harus dirasakan secara lebih merata oleh seluruh wilayah.
”Pelayanan dan hasil pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi pada wilayah tertentu, tetapi secara bertahap harus menjangkau seluruh wilayah sesuai kebutuhan dan karakteristiknya,” katanya.
Sebagai daerah kepulauan, Ricky juga menekankan pentingnya menjaga laut, pesisir, hutan, dan sumber daya alam lainnya yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Tanimbar.
”Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan kemampuan menjaga lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Masela Dinilai Membuka Peluang Ekonomi
Dalam pidatonya, Bupati Ricky juga menyinggung perubahan ekonomi yang akan dihadapi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam beberapa tahun mendatang seiring berkembangnya Proyek Strategis Nasional Blok Masela.
Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, lapangan kerja, serta berkembangnya berbagai usaha pendukung.
Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi tersebut.
”Pemerintah daerah berkepentingan agar kesempatan kerja yang muncul dapat diisi oleh tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi, agar pengusaha dan lembaga daerah dapat masuk dalam rantai usaha yang berkembang,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Pelaku usaha lokal, kata Ricky, perlu meningkatkan kapasitas, kualitas produk, serta profesionalitas agar mampu masuk dalam rantai pasok yang berkembang akibat meningkatnya aktivitas ekonomi.

Pemerintahan Profesional dan Transparan
Bupati selanjutnya menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah.
Profesionalitas aparatur sipil negara, perencanaan yang baik, pengelolaan anggaran yang bertanggung jawab, pengawasan, transparansi, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik dinilai perlu terus diperkuat.
”Saya meminta seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah melalui pekerjaan yang dapat dilihat dan pelayanan yang dapat dirasakan,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan tata kelola pemerintahan bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Optimisme Menatap Masa Depan
Pada usia ke-27 tahun, Ricky mengajak seluruh elemen masyarakat melihat perjalanan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar secara lebih luas.
Ia menyebut berbagai perubahan telah terjadi, mulai dari berkembangnya pusat-pusat pertumbuhan, bertambahnya infrastruktur, semakin terbukanya kesempatan pendidikan, hingga perubahan teknologi yang memengaruhi cara masyarakat berkomunikasi dan bekerja.
Namun, tujuan utama pembangunan tetap harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
”Perjalanan panjang pembangunan berikutnya harus semakin diarahkan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas manusia, memperkuat ekonomi masyarakat, memperkuat infrastruktur dan pelayanan dasar, serta membangun pemerintahan yang semakin baik,” ujarnya.
Di tengah berbagai peluang dan tantangan, Bupati mengajak masyarakat tetap memandang masa depan dengan optimisme yang disertai perencanaan, penetapan prioritas, serta kemampuan melakukan evaluasi.
”Apa yang sudah memberikan manfaat perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Apa yang masih kurang perlu diperbaiki. Sedangkan yang belum terselesaikan harus terus menjadi bagian dari agenda pembangunan sampai masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” kata Ricky.
Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat
Ricky menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan DPRD, Forkopimda, pemerintah kecamatan dan desa, lembaga keagamaan, generasi muda, serta seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat pembangunan.
”Kolaborasi tersebut diperlukan bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga untuk mempersiapkan daerah menghadapi perubahan pada masa yang akan datang,” katanya.
Menutup pidatonya, Bupati Ricky Jauwerissa mengajak seluruh masyarakat memperkuat fondasi pembangunan yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya dan meneruskannya sesuai kebutuhan zaman.
”Dengan tetap berpegang pada semangat kebersamaan dan nilai-nilai yang menjadi kekuatan masyarakat Tanimbar, kita melanjutkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai rumah bersama yang harus kita jaga dan kita wariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik,” tuturnya.
Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa kemudian menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
”Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai perjalanan daerah ini, memberkati seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan menuntun setiap upaya kita dalam mewujudkan Tanimbar yang mandiri, berkelanjutan dan tumbuh,” pungkasnya.
(Sumber: Pidato Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, S.E., pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 5 Oktober 2026)


