Senin, 19 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Perjalanan Tari Sri Gombong: Dari Karya FLS2N Menuju Ikon Seni Budaya Kecamatan Pecalungan dan Kabupaten Batang – Jatim

Oleh: Abdul Azis, S.Pd.

–

Tari Sri Gombong merupakan mahakarya seni tari yang diciptakan pada tahun 2022 oleh Abdul Azis, S.Pd., seorang guru Seni Budaya di SMP Negeri 1 Pecalungan (Spensap). Karya seni yang indah ini lahir dari untaian inspirasi atas pesona alam Curug Gombong yang terletak di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Baca juga: A Bilingual Poetry Collection by Wulandari - Translated by Leni Marlina: "THE LITTLE BOAT"

Pada awal penciptaannya, tarian ini dirancang secara khusus untuk memenuhi keperluan kompetisi Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2022. Seiring berjalannya waktu, keindahan gerak Tari Sri Gombong mulai memikat perhatian yang lebih luas. Lompatan besar terjadi pada tahun 2025, ketika Camat Pecalungan, Adhi Bhaskoro memberikan sebuah tantangan besar, yaitu mengangkat dan menetapkan Tari Sri Gombong sebagai ikon resmi Kecamatan Pecalungan. Menjawab tantangan tersebut, langkah-langkah strategispun segera disusun oleh pihak SMP Negeri 1 Pecalungan.

Kepala SMP Negeri 1 Pecalungan Bambang Santoso dalam satu sesi wawancara menjelaskan jika tantangan ini adalah pertaruhan nama baik yang harus diwujudkan. Langkah yang diambil diantaranya dengan menggandeng maestro tari Prof. Yoyok Bambang Priambodo dari Sanggar Tari Greget Semarang yang sudah mempunyai nama besar dan juga sudah menciptakan gerak beberapa tari yang berhubungan dengan suatu daerah. “Mulai tanggal 6 Januari 2026 kami gerak cepat dengan berkoordinasi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Pecalungan, konsultasi kepada Prof. Yoyok Bambang Priambodo, mengadakan workshop dan penataan ulang gerak tari. Hanya dalam waktu tiga minggu semuanya selesai dan tari Sri Gombong tampil memukau dengan iringan musik baru hasil karya aransemen Canadian Mahendra yang diselaraskan dengan tema eksotisme Curug Gombong”, ujar Bambang Santoso.

Baca juga: Wakil Gubernur Papua, Resmi Membuka Festival Budaya Biak Melanesia 2026, Dua Festival Internasional dalam Setahun, Menandai Kebangkitan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Biak Numfor

Kerja tim tidak hanya berhenti di penataan ulang gerak tari. Keberadaan prasasti Salingsingan II dari jaman Mataram Kuno abad 8 Masehi di dukuh Endrokilo desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang Jawa Tengah yang berada tidak jauh dari Curug Gombong memicu gagasan lain yang tidak kalah menantang. Tim kembali menggandeng Sanggar Tari Greget untuk melanjutkan eksploitasi.

Menurut Prof. Yoyok, gerak tari Sri Gombong sebenarnya sudah diciptakan oleh Abdul Aziz, seorang guru Seni Budaya SMP Negeri 1 Pecalungan tahun 2022 dan sudah pernah dipentaskan. “Melalui Sanggar Tari Laras Budaya SMP Negeri 1 Pecalungan akhirnya gerak tari itu kami sempurnakan. 2026 tercipta gerak tari Batik Endrokilo untuk melengkapi kekayaan budaya Pecalungan. Akhirnya tidak hanya gerak tari tapi tercipta juga motif batik Endrokilo”, ujar Prof. Yoyok.

Kinerja tim yang dipimpim Camat Adhi Bhaskoro semakin terpacu. Tanggal 23 April 2026, diadakan workshop perdana terkait Penataan Akses Reforma Agraria yang difasilitasi Disperakim Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Desa Gombong melalui BumDes Gombong Sejahtera. Workshop meliputi pelatihan yang dilaksanakan sekali setiap bulan dengan materi tentang tata cara membatik, berlatih tari Sri gombong serta tari Batik Indrokilo. Peminat workshop tidak hanya remaja dan anak sekolah tapi juga ibu-ibu rumah tangga yang peduli dengan budaya dan ingin melestarikan warisan kearifan lokal.

Sebagai karya yang aktif dan dinamis, Tari Sri Gombong dan Tri Batik Indrokilo tercatat telah mewarnai berbagai panggung pertunjukan penting meskipun saat itu belum disempurnakan, diantaranya di ajang FLS2N (2022) sebagai panggung perdana sekaligus ajang kelahiran karya, Festival Tari Kreasi Gempur Rokok Ilegal (2023), Pergelaran Sanggar Merti Desa (2023), Gelar Karya Bhineka (2024), FLS3N (2025), Pentas Kliwonan Dikbud Batang (2025), Opening Pecalungan 10k (2025), Opening Bupati Sambang Desa di Selokarto (2025),
HUT ke-40 SMP Negeri 1 Pecalungan (2026), Workshop Literasi Digital bersama Bunda Literasi Batang (2026), Gombong Culture Festival (2026), Pergelaran Sanggar Sahitya (2026), Gelar Tari Jawa Tengah #26 (2026) yang merupakan Panggung prestisius tingkat provinsi. Melalui perjalanan panjang dari panggung sekolah hingga ruang-ruang kultural makro itulah Tari Sri Gombong dan Tari Batik Indrokilo kini tidak hanya menjadi sekadar tarian kreatif, tapi sudah menjadi sebuah identitas kebanggaan yang merepresentasikan keluhuran tradisi dan keindahan alam Kecamatan Pecalungan.

Puncak dari segala kerja keras semua pihak akhirnya berbuah manis dengan diterbitkannya sertifikat HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) untuk 2 tarian dan 2 motif batik tersebut yang diserahkan pada acara Gelar Tari Jawa Tengah #28 Sabtu, 17 Oktober 2026 di Teater Besar Gendon Humardani Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta. Plt. Kepala Taman Budaya Jawa Tengah Agung Raharjo Wibowo didampingi Ketua FFST Jawa Tengah Prof. Yoyok Bambang Priambodo menyerahkan Sertifikat Surat Pencatatan Ciptaan Hak Cipta Seni Budaya kepada Bupati Batang Faiz Kurniawan yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Batang Asri Hermawan. Setelah itu sertifikat diserahkan kepada Camat Pecalungan Adhi Bhaskoro, Kepala SMP Negeri 1 Pecalungan Bambang Santoso serta Abdul Aziz selaku guru seni budaya yang pertama kali menciptakan gerak tari.

Dedikasi dan upaya keras tidak kenal menyerah akhirnya berujung pada pencapaian luar biasa yang akan terus dikenang dan dilestarikan. “Yang menjadi tugas kami sekarang adalah menjaga dan melestarikan supaya tidak terlupakan”, tutup Adhi Bhaskoro.

–

Info Singkat Tentang Penulis – Abdul Aziz, S.Pd.

Abdul Aziz, S.Pd. merupakan guru Seni Budaya di SMP Negeri 1 Pecalungan Kabupaten Batang Jawa Tengah. Pria kelahiran Demak 37 tahun yang lalu itu menyelesaikan pendidikan di Universitas Negeri Semarang jurusan Pendidikan Seni, Drama, Tari dan Musik. Sebagai seorang seniman, Abdul Aziz kerap menggarap pertunjukan berskala massal dan kolosal. Selain itu juga produktif melontarkan gagasan melalui penulisan ilmiah serta menulis cerita pendek. Saat ini Abdul Azizi aktif dalam Penguatan Ekosistem Kebudayaan Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Batang sekaligus sebagai Ketua Forum Silaturahmi Sanggar Tari Kabupaten Batang.

Kategori:
Tags:

Terkini