PADANG – SUARA ANAK NEGERI, 15 Agustus 2026| Semangat literasi di SMPN 13 Padang mendapat suntikan energi istimewa. Sejumlah sastrawan dan penyair hadir langsung untuk berbagi ilmu, pengalaman, motivasi, sekaligus menularkan kecintaan terhadap dunia baca-tulis kepada para siswa. Kehadiran para pegiat sastra tersebut menjadi momentum penting dalam membangun kebiasaan menulis serta memperluas wawasan siswa tentang dunia sastra.
Para sastrawan yang hadir ialah Dr. Andria Catri Tamsin, M.Pd. dari Universitas Negeri Padang, Dr. Endut Hadiat, M.Pd. dari Universitas Bung Hatta, Syarifuddin Arifin, serta Dr. Nani Muis dari Taman Budaya Padang. Kehadiran mereka semakin istimewa dengan hadirnya Rohani Din, sastrawan dari Singapura yang telah banyak menghasilkan karya fiksi dan nonfiksi.
Rohani Din memiliki pengalaman panjang dalam dunia kepenulisan. Sejumlah karya beliau bahkan memperoleh penghargaan dari pemerintah Singapura. Dalam kunjungannya ke SMPN 13 Padang, Rohani Din tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyumbangkan 21 buku karya beliau sendiri untuk memperkaya koleksi literasi sekolah.
Sebelum kegiatan dimulai, para sastrawan terlebih dahulu melakukan temu ramah di ruang kepala sekolah. Suasana berlangsung akrab dan hangat. Sambil berbincang, mereka menikmati sarapan bersama dengan aneka makanan tradisional Minangkabau.
Baca juga: 65 Balon Harapan Membumbung Tinggi: Semarak Hari Pramuka ke-65 di SMPN 13 Padang
Suasana semakin menarik ketika berbagai kuliner khas diperkenalkan kepada Rohani Din. Sala lauak dan karupuak leak menjadi dua makanan yang paling berkesan baginya. Rohani Din tampak antusias mencicipinya karena kedua makanan tersebut tidak ditemukan di negara asalnya, Singapura. Sarapan pun berubah menjadi percakapan budaya yang mempertemukan tradisi Minangkabau dengan pengalaman seorang sastrawan dari negeri jiran.
Usai sarapan, rombongan menuju aula sekolah. Para siswa menyambut kehadiran para sastrawan dengan penuh antusias. Kegiatan mengusung tema “Meningkatkan Literasi dan Membiasakan Menulis.” Acara dibuka Kepala SMPN 13 Padang, Zulfarno, S.Ag., M.Pd., serta dihadiri Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Rifki Ferdiansyah, S.Hum., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Susi Irawati, S.Pd., seluruh guru Bahasa Indonesia, dan sejumlah guru mata pelajaran lain yang memiliki ketertarikan terhadap literasi dan karya tulis.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi acara perdana Ekstrakurikuler Literasi dan Karya Tulis SMPN 13 Padang yang dikoordinasikan oleh KKG Bahasa Indonesia. Program ini menjadi ruang bagi siswa dan guru untuk mengembangkan budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta menghasilkan karya.
Baca juga: Di Bawah Terik Matahari, Umat Santa Maria Biak Tetap Bertahan dalam Sukacita Iman
Dalam sambutannya, Koordinator Ekstrakurikuler Literasi dan Karya Tulis, Edrawati, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan literasi harus berujung pada karya nyata. Setiap karya siswa dan guru nantinya akan dikumpulkan, dikurasi, kemudian dihimpun menjadi buku antologi karya siswa dan guru SMPN 13 Padang.
“Semua karya siswa dan guru akan dikurasi. Karya-karya terbaik nantinya kita himpun menjadi buku antologi karya siswa dan guru SMPN 13 Padang. Ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kegiatan literasi harus menghasilkan karya,” ujarnya.
Antusiasme siswa semakin terlihat saat Rohani Din menyampaikan materi tentang pantun. Siswa tidak hanya menyimak, tetapi juga diberi tugas membuat pantun berdasarkan materi. Bahkan, pantun kemudian dinyanyikan sehingga kegiatan berlangsung meriah, interaktif, dan menyenangkan.
Para sastrawan lainnya turut berbagi melalui sambutan, arahan, materi, pengalaman, dan motivasi. Mereka mengajak siswa membangun kebiasaan membaca dan menulis sejak dini. Menulis tidak harus dimulai dengan gagasan besar. Pengalaman sederhana, kegelisahan, pengamatan, maupun peristiwa sehari-hari dapat menjadi sumber inspirasi sebuah karya.
Kehadiran para sastrawan menjadi pengalaman berharga bagi siswa SMPN 13 Padang. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga bertemu langsung dengan tokoh-tokoh yang telah menempuh perjalanan panjang dalam dunia sastra.
Lebih dari sekadar kegiatan literasi, pertemuan tersebut menjadi jembatan budaya antara Padang dan Singapura. Buku, pantun, makanan tradisional, dan pengalaman kepenulisan berpadu dalam sebuah perjumpaan penuh kehangatan.
Kini, 21 buku karya Rohani Din telah menjadi bagian dari perjalanan literasi SMPN 13 Padang. Sementara itu, karya siswa dan guru mulai diarahkan menuju sebuah antologi.
Dari SMPN 13 Padang, aksara kembali dinyalakan. Membaca membuka jendela, menulis meninggalkan jejak, dan berkarya membuat gagasan hidup lebih lama daripada penulisnya. Bisa jadi, dari aula sekolah itu, suatu hari lahir penulis muda yang karyanya mampu melangkah jauh, bahkan hingga ke panggung dunia.
Padang, 15 Agustus 2026


