English Version
/1/
YOU ARE AT THE CORNER OF MY HEART
Baca juga: Membaca Masa Depan Ekonomi Indonesia Sesudah 10 Tahun di Bawah Jokowi
Poem by Siamir Marulafau
–
What I know is true
You are at the corner of my heart
Never I miss you since I was in the age of mature
You have kept my love before the sunset
Baca juga: Apa yang Diketahui Puisi tentang Kita?
What I know is you are in the love
Never you break it into pieces
That makes me sure of your honesty
What makes me in the love is not your smile
But the sunshine you provide
Because of your kindness
Not because of the beauty
You may come into the heart of mine
As long as you are in my life
Everything is all right if the love is pure
and brings happiness
What I say is true
You are the fuel of thy heart
Since the love is for ours
Your soul is in mine as long as this world is ours
–
Medan, Indonesia, August 30th 2026
—
/2/
A SECRET LOVE IN THE DARK
Poem by Siamir Marulafau
–
You are a shadow hidden in the drawer
Looks like a ring in my heart
Even in the morning and night appears
You seduce me in the midnight
The love whispers in my mind
The night breaks with heavy guilt
Because of secret love
A sweet smile on the soft mat
My heart is in stolen hour with inside the night
I am in the secret love
Made the body unbearable to lay down
With full of guilty feeling
You are a shadow hidden in the drawer
You look like a butterfly in the dark
Comes to the open window at the corner of my heart
Make disappointed in the lives once
–
Medan, Indonesia, September 29th, 2026
–
/3/
THE BLUE SKY
Poem by Siamir Marulafau
–
When the sky is so blue and bright
You were there in the love
Without telling a story of love
In the morning and night you come
You are in the love once to say
Wherever I am to travel far away
The secret love you provide is in mind
Never it breaks my life before since then
You gave me your heart for a while
I owe you as long as my soul in life
Which can’t be forgotten in a single minute
How hard the secret love will be there
Being with you I feel so right
My dream is to taste as if I am in paradise
I touch my face with no sin
You make me feel is like a king
Though it is a real, never I miss in the lives
And as I lay on the soft mat wherever I am
Your eyes stand still at the corner of my heart
The love sounds continuously to glow
–
Medan, September 29th, 2026
–
/4/
A SHADOW LOVE AT THE OPEN WINDOW
Poem by Siamir Marulafau
–
You kiss my hand with full of grace
You whisper the glow of golden hope
With there is no handicap for a while
Since the silent love you have
I saw you are like the rose
What I touch is full of desire
Because of the love is unbearable
You held my love at the open window
With there is no force to do
How can I delay the fresh wind
To bring a pleasure of paradise
Has found out my moment love for all of sudden
My face is broken into pieces
To whom I conceal my dark secret love
The Lord seems to identify
Though I jump out at the open window
The body is trembling with closed face
How can I run for a moment
The invisible worm flies in the day time
To keep a pleasure with no hesitation
What makes me smile is to hold the worm
No body knows I think twice
Only you and I smuggle the sin
No hell for a moment to keep up
But later then it will be a torture
And the rose lays down to get dry
Caused by sinful action in the day time
Does thy life destroy my dear
And I run away from the dark for a while
Because you did it seriously
–
Medan, Indonesia, October 2nd, 2026
—-
About the Poet — Siamir Marulafau
Siamir Marulafau is an Indonesian poet, short-story writer, essayist, and academic. He graduated from the Faculty of Cultural Sciences at the University of North Sumatra (USU), where he also earned a Master of Humanities degree in General Linguistics. In 2024, he was awarded an honorary doctorate (Dr. H.C.) by The Thames International University, France, in recognition of his work in the fields of arts, culture, literature, and language. Furthermore, he served as a lecturer at USU’s Faculty of Vocational Studies before retiring. Alongside his literary pursuits, he maintains a strong interest in language and literature education. He is proficient in Indonesian, English, and Nias.
—–
Indonesian Version
ENGKAU DI SUDUT HATIKU
Puisi Dwibahasa Karya Siamir Marulafau – Diterjemahkan oleh Leni Marlina
—
/1/
ENGKAU DI SUDUT HATIKU
Puisi: Siamir Marulafau
Penerjemah (Inggris – Indonesia): Leni Marlina
–
Yang kutahu, itulah kebenaran:
engkau berdiam di sudut hatiku.
Sejak usia membawa kita menuju dewasa,
tak pernah sekali pun aku kehilanganmu
sebelum matahari menutup matanya.
Yang kutahu, engkau tinggal di dalam cinta;
tak pernah kau remukkan ia menjadi serpihan.
Dari sanalah keyakinanku tumbuh
pada bening kejujuranmu.
Sebab yang menambatkan aku bukan senyummu,
melainkan matahari
yang kautumpahkan ke dalam hidupku
cahaya yang lahir dari kebaikanmu,
bukan sekadar dari wajah
yang disebut indah.
Datanglah ke dalam hatiku
selama engkau masih menjadi bagian hidupku.
Segala sesuatu terasa cukup
ketika cinta tetap jernih
dan kebahagiaan menemukan jalannya sendiri.
Yang kukatakan adalah benar:
engkaulah bahan bakar bagi jantungku.
Selama cinta ini masih menjadi milik kita,
jiwamu akan berdiam di dalam jiwaku,
selama dunia ini masih menyediakan
sebuah tempat bagi kita berdua.
–
Medan, Indonesia, 30 Agustus 2026
—
/2/
CINTA RAHASIA DI DALAM GELAP
Puisi: Siamir Marulafau
Penerjemah (Inggris – Indonesia): Leni Marlina
–
Engkau bayang-bayang
yang kusimpan di dalam laci,
serupa cincin yang melingkar diam-diam
pada jari hatiku.
Pagi dan malam engkau menjelma,
lalu membujukku
di ambang tengah malam.
Cinta berbisik di ruang pikiranku.
Malam retak oleh berat rasa bersalah.
Di bawah selimut rahasia,
sebuah senyum manis
tertinggal di atas hamparan sunyi.
Hatiku dicuri oleh sebuah jam
yang tak mengenal siang.
Aku hidup di dalam cinta rahasia,
sementara tubuhku tak sanggup
menemukan posisi untuk berbaring;
rasa bersalah memenuhi
setiap ruang yang tak dapat kusembunyikan.
Engkau tetap bayang-bayang
yang kusimpan di dalam laci,
namun kini engkau menyerupai kupu-kupu
yang mengepak di dalam gelap,
terbang menuju jendela terbuka
di sudut hatiku,
lalu meninggalkan satu kehidupan
dengan kecewa yang tak selesai.
–
Medan, Indonesia, 29 September 2026
—
/3/
LANGIT BIRU
Puisi: Siamir Marulafau
Penerjemah (Inggris – Indonesia): Leni Marlina
–
Ketika langit membiru
dan cahaya menumpahkan kejernihannya,
engkau ada di sana—di dalam cinta,
tanpa sepatah kisah pun tentang cinta.
Pagi datang, malam kembali,
dan engkau tetap datang bersamaku.
Pernah engkau berkata dalam cinta:
ke mana pun aku mengembara,
sejauh apa pun jalan membawaku,
cinta rahasia yang engkau titipkan
akan tetap tinggal dalam ingatan;
ia tak pernah mematahkan hidupku
sejak saat itu.
Sesaat engkau serahkan hatimu kepadaku,
dan untuk itu jiwaku berutang kepadamu
selama napas masih menempati tubuh.
Tak mungkin kulupakan
meski hanya satu menit,
betapa pun sulitnya
cinta rahasia itu tinggal.
Bersamamu
aku merasa berada di tempat yang benar.
Mimpiku ingin mengecap kehidupan
seperti seseorang yang terbangun
di halaman surga.
Kusapukan tangan ke wajahku
tanpa rasa bersalah,
dan entah bagaimana
engkau membuatku merasa
seperti seorang raja.
Sekalipun semua itu nyata,
tak pernah kuhapus dari hidupku.
Dan ketika tubuhku rebah
di atas hamparan lembut, di mana pun aku berada,
matamu tetap berjaga
di sudut hatiku.
Suara cinta itu
terus berpendar
seperti cahaya
yang menolak padam.
–
Medan, Indonesia, 29 September 2026
—
/4/
CINTA BAYANGAN DI JENDELA TERBUKA
Puisi: Siamir Marulafau
Penerjemah (Inggris – Indonesia): Leni Marlina
–
Kau kecup tanganku
dengan kelembutan yang nyaris tak bersuara.
Kau bisikkan cahaya
harapan keemasan ke telingaku.
Sesaat tak ada batas,
tak ada jarak yang mampu menahan
cinta diam-diam yang kautanam.
Kulihat engkau
seperti sekuntum mawar.
Apa pun yang kusentuh
menyimpan bara hasrat,
sebab cinta ini
terlalu penuh untuk ditanggung tubuh.
Kau tahan cintaku
di jendela yang terbuka,
tanpa paksaan, tanpa kata.
Bagaimana mungkin kutahan angin segar
yang membawa harum kenikmatan
seolah-olah surga
baru saja membuka pintunya?
Dan tiba-tiba
saat cinta itu menemukan waktunya,
wajahku seakan pecah
menjadi kepingan-kepingan cermin.
Kepada siapa
harus kusembunyikan cinta gelap ini?
Tuhan seolah telah mengenal jejaknya,
bahkan ketika aku melompat
dari jendela yang terbuka.
Tubuhku gemetar.
Wajahku menutup diri dari cahaya.
Bagaimana mungkin aku berlari
dari sesuatu yang tak terlihat?
Seekor cacing tak kasatmata
seakan terbang di siang hari,
membawa kenikmatan
tanpa meminta izin.
Dan anehnya,
yang membuatku tersenyum
adalah ketika tanganku
seakan berhasil menggenggamnya.
Tak seorang pun tahu.
Aku pun berpikir dua kali.
Hanya engkau dan aku
yang menyelundupkan dosa
melewati pintu waktu,
seolah neraka
belum menemukan kita.
Namun kelak
kenikmatan itu berubah menjadi siksaan.
Mawar yang tadi mekar
terbaring perlahan
dan mulai mengering
layu oleh jejak perbuatan
yang dilakukan di bawah matahari.
Akankah hidupmu
hancur karenaku, kekasih?
Aku pun berlari
menjauh dari gelap,
setidaknya untuk sementara,
sebab engkau
telah memilihnya
dengan kesungguhan yang tak dapat kutolak.
–
Medan, Indonesia, 2 Oktober 2026
—-
Tentang Penyair – Siamir Marulafau

Siamir Marulafau merupakan penyair, penulis cerpen, esais, dan akademisi Indonesia. Ia merupakan lulusan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU) dan meraih Magister Humaniora dalam Linguistik Umum dari USU. Pada 2024, ia memperoleh gelar Dr. (H.C.) dari The Thames International University, Prancis, dalam bidang Seni, Budaya, Sastra, dan Bahasa. Ia mengabdi dosen Fakultas Vokasi USU dan kini telah pensiun. Selain aktif menulis, ia memiliki minat pada pengajaran bahasa dan sastra serta menguasai bahasa Indonesia, Inggris, dan Nias.
—–
Tentang Penerjemah – Leni Marlina

Leni Marlina adalah penyair, penulis, penerjemah, dan dosen pada Departemen Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang, Indonesia, sejak 2006. Karya kreatif dan akademiknya meliputi puisi, fiksi, esai, kritik sastra, penerjemahan, dan kajian literasi.



