<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WWII di Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/wwii-di-biak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 03:20:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>WWII di Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polda Papua Ungkap Fakta Forensik Ledakan Bom WWII di Biak: Gesekan Gergaji Picu TNT, 5 Tersangka Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/umum/polda-papua-ungkap-fakta-forensik-ledakan-bom-wwii-di-biak-gesekan-gergaji-picu-tnt-5-tersangka-meninggal-dunia</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 00:54:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkap Fakta Forensik Ledakan Bom]]></category>
		<category><![CDATA[WWII di Biak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=7661</guid>

					<description><![CDATA[Polda Papua Ungkap Fakta Forensik Ledakan Bom WWII di Biak SUARA ANAK NEGERI&#124;BIAK–PAPUA -Kepolisian Daerah (Polda) Papua secara resmi mengungkap hasil penyelidikan ilmiah terkait penyebab ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada Minggu (31/5/2026). Berdasarkan konferensi pers yang digelar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #808000;"><em>Polda Papua Ungkap Fakta Forensik Ledakan Bom WWII di Biak</em></span></p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>SUARA ANAK NEGERI|BIAK–PAPUA</strong></span> -Kepolisian Daerah (Polda) Papua secara resmi mengungkap hasil penyelidikan ilmiah terkait penyebab ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, pada Minggu (31/5/2026). Berdasarkan konferensi pers yang digelar di Mapolres Biak, Rabu (15/7/2026), terungkap bahwa ledakan dipicu oleh aktivitas pemotongan mortir menggunakan gergaji besi yang mengaktifkan detonator bahan peledak TNT (Trinitrotoluene). Kapolda Papua, yang diwakili oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, menyampaikan hasil investigasi ini didampingi oleh jajaran pejabat utama, termasuk Direktur Reserse Kriminal Umum, Tim Laboratorium Forensik (Labfor), Tim Disaster Victim Identification (DVI), serta Kapolres Biak Numfor.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7673 size-full" src="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_121801.jpg" alt="" width="1366" height="613" srcset="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_121801.jpg 1366w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_121801-300x135.jpg 300w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_121801-1024x460.jpg 1024w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG_20260716_121801-768x345.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="color: #333300;"><strong>Temuan Ilmiah: Mekanisme Ledakan dan Identifikasi Korban</strong></span></p>
<p>Kabid Humas Polda Papua menjelaskan bahwa proses penyelidikan dilakukan melalui pendekatan scientific investigation. Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menunjukkan pusat ledakan berada di kolong rumah milik Yulianus Raubaba, membentuk kawah berdiameter 3,6 meter dengan kedalaman 80 sentimeter. Pemeriksaan laboratorium forensik memastikan bahan peledak yang meledak adalah TNT berkekuatan tinggi (high explosive).</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-7674 size-full" src="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715144552-1.jpg" alt="" width="1366" height="615" srcset="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715144552-1.jpg 1366w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715144552-1-300x135.jpg 300w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715144552-1-1024x461.jpg 1024w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715144552-1-768x346.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p><em>&#8220;Ledakan terjadi akibat gesekan pada bagian pemicu (fuse) mortir saat dipotong menggunakan gergaji besi. Panas dari gesekan tersebut mengaktifkan detonator dan memicu ledakan utama,&#8221; ujar Kabid Humas.</em></p>
<p>Tragedi ini mengakibatkan 9 orang meninggal dunia (8 di lokasi, 1 di rumah sakit) dan 6 orang luka-luka. Tim DVI Polda Papua berhasil mengidentifikasi tiga korban yang tidak dapat dikenali secara visual melalui pemeriksaan DNA di Jakarta. Ketiga korban tersebut adalah Yohannes Marandof, Laini, dan Yulianus Raubaba. Selain korban jiwa, 10 bangunan warga dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan serpihan logam.</p>
<p><img decoding="async" class="wp-image-7667 size-full aligncenter" src="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715140920.jpg" alt="" width="1366" height="615" srcset="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715140920.jpg 1366w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715140920-300x135.jpg 300w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715140920-1024x461.jpg 1024w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715140920-768x346.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p><span style="color: #333300;"><strong>Motif Ekonomi dan Penghentian Penyidikan (SP3)</strong></span></p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan terhadap 25 saksi dan pengamanan 111 barang bukti—termasuk serpihan casing bom, alat potong, serta peralatan penangkapan ikan seperti perahu fiber dan selang sepanjang 99 meter—penyidik menyimpulkan motif pelaku adalah kepentingan ekonomi. Kelima tersangka diduga memotong mortir untuk mengambil isi bahan peledaknya guna digunakan sebagai bahan pembuatan bom ikan (dopis).</p>
<p>Karena kelima tersangka turut meninggal dunia dalam insiden tersebut, Polresta Biak Numfor akan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Namun, penyelidikan tetap terbuka apabila ditemukan alat bukti baru atau keterlibatan pihak lain di masa depan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7669 size-full" src="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715143514.jpg" alt="" width="1366" height="615" srcset="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715143514.jpg 1366w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715143514-300x135.jpg 300w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715143514-1024x461.jpg 1024w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG20260715143514-768x346.jpg 768w" sizes="(max-width: 1366px) 100vw, 1366px" /></p>
<p><span style="color: #333300;"><strong>Sinergi Penanganan dan Imbauan Keselamatan Publik</strong></span></p>
<p>Kapolda Papua melalui Kabid Humas mengapresiasi sinergi antara Polri, TNI, Basarnas, tenaga kesehatan, tokoh adat, dan masyarakat dalam penanganan musibah ini. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga telah menetapkan status penanganan darurat dan menyediakan bantuan bagi keluarga korban.</p>
<p>Menutup konferensi pers, Polda Papua memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak mengambil, memindahkan, memotong, atau membongkar benda yang diduga merupakan amunisi sisa Perang Dunia II. Masyarakat diminta segera melaporkan temuan benda mencurigakan kepada kepolisian untuk ditangani oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) demi mencegah terulangnya tragedi serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(AR)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
