<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Update Tragedi UXO Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/update-tragedi-uxo-biak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 06:40:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Update Tragedi UXO Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Update Tragedi UXO Biak: Korban Meninggal Bertambah Jadi 6, Kapolres Biak Numfor Pimpin Sterilisasi Zona Merah dan Pencarian di Perairan</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/hukum/update-tragedi-uxo-biak-korban-meninggal-bertambah-jadi-6-kapolres-biak-numfor-pimpin-sterilisasi-zona-merah-dan-pencarian-di-perairan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 06:26:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Papua]]></category>
		<category><![CDATA[TNI/Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Biak Numfor]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Meninggal Bertambah Jadi 6 orang]]></category>
		<category><![CDATA[Pimpin Sterilisasi Zona Merah dan Pencarian di Perairan]]></category>
		<category><![CDATA[Update Tragedi UXO Biak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=5917</guid>

					<description><![CDATA[Penulis: Yohanis Rumaropen &#8211; BIAK – PAPUA &#124; SUARA ANAK NEGERI, 2 Juni 2026 — Penanganan pasca-ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II (Unexploded Ordnance/UXO) di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Distrik Biak Kota, memasuki hari ketiga (H+3) dengan perkembangan signifikan. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers pada Selasa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Yohanis Rumaropen</p>
<p>&#8211;</p>
<p><strong>BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI,</strong> 2 Juni 2026 — Penanganan pasca-ledakan dugaan bom sisa Perang Dunia II (Unexploded Ordnance/UXO) di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Distrik Biak Kota, memasuki hari ketiga (H+3) dengan perkembangan signifikan. Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., dalam konferensi pers pada Selasa (2/6/2026), mengonfirmasi penambahan jumlah korban meninggal dunia menjadi enam orang, setelah seorang korban yang sebelumnya dirawat inap menghembuskan nafas terakhir. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian difokuskan pada wilayah perairan (Ring 2).</p>
<p>AKBP Ari Trestiawan menegaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari TNI (Kodim 1708, Lanal, Paskhas), Polri (Tim JIPOM Gegana Polda Papua, Kompi Brimob), Basarnas, serta instansi terkait (BPPD, Imigrasi, dll) terus melakukan sterilisasi area dan evakuasi korban dengan protokol keamanan ketat.</p>
<p><strong>Korban Jiwa dan Identifikasi Medis Forensik</strong></p>
<p>Berdasarkan data resmi yang disampaikan AKBP Ari Trestiawan, total korban meninggal dunia kini mencapai enam orang. Korban terbaru yang meninggal dunia di RSUD Biak adalah Almarhumah Mina Puadi (51), seorang ibu rumah tangga beragama Kristen Protestan yang beralamat di Kompleks Perikanan. Sebelumnya, lima korban telah ditemukan meninggal di lokasi kejadian.</p>
<p>Sementara itu, dari 18 korban luka-luka yang tercatat, 16 orang telah menjalani rawat jalan, dan satu orang masih dalam perawatan intensif di RSUD Biak. Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Papua telah bergabung dalam proses identifikasi korban untuk memastikan akurasi data dan mempercepat proses pengembalian jenazah kepada keluarga.</p>
<p><em>&#8220;Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhumah Mina Puadi. Saat ini, fokus kami adalah menemukan tiga korban yang masih hilang,&#8221; stated AKBP Ari Trestiawan.</em></p>
<p><strong>Strategi Pencarian Berbasis Zonasi Risiko: Fokus pada Ring 2</strong></p>
<p>Operasi pencarian dibagi menjadi dua zona berdasarkan tingkat risiko keamanan:</p>
<p>1. Ring 1 (Zona Merah/Lokasi Ledakan): Masih dalam proses sterilisasi oleh Tim JIPOM (Jihandak dan Penjinak Bahan Peledak) Gegana Polda Papua. Area ini dinyatakan belum aman karena potensi keberadaan UXO lain yang belum terdeteksi. Akses masyarakat dilarang keras.</p>
<p>2. Ring 2 (Zona Perairan dan Pantai): Menjadi fokus utama pencarian tiga korban hilang. Tim gabungan bersama Basarnas menyisir wilayah pesisir dan perairan sekitar Kompleks Perikanan. Pada hari ini, tim berhasil menemukan lima potongan serpihan tubuh yang diduga merupakan bagian dari korban hilang, yang selanjutnya akan melalui proses identifikasi forensik.</p>
<p><strong>Temuan Amunisi Baru: Mortir Aktif dan Granat Diamankan</strong></p>
<p>Selain pencarian korban, tim JIPOM juga mengamankan sejumlah temuan amunisi di lokasi dan sekitarnya. Hingga H+3, total amunisi yang diamankan dan didisposal (dimusnahkan secara terkendali) meliputi:</p>
<p>* 2 Proyektil/Selongsong: Sudah diambil amunisinya.</p>
<p>* 2 Granat Nanas &amp; 1 Granat Manggis: Sudah didisposal pada hari ini.</p>
<p>Yang menjadi perhatian serius adalah temuan laporan masyarakat berupa tiga buah mortir personil yang masih dalam status aktif beserta 30 butir amunisi kaliber 7.62 mm. Senjata dan amunisi ini telah diserahkan secara sukarela oleh masyarakat dan saat ini sedang dalam pengamanan ketat Polres Biak Numfor untuk netralisasi.</p>
<p>&#8220;<em>Kami mengapresiasi kesadaran masyarakat yang menyerahkan barang berbahaya. Namun, kami menghimbau agar tidak menyimpan UXO atau amunisi aktif di rumah karena sangat membahayakan keselamatan diri dan lingkungan,&#8221; tegas AKBP Ari Trestiawan.</em></p>
<p><strong>Imbauan Keamanan Publik dan Partisipasi Masyarakat</strong></p>
<p>Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat untuk:</p>
<p>1. Menjauhi Area Ring 1: Karena proses sterilisasi masih berlangsung dan risiko ledakan susulan masih ada.</p>
<p>2. Melapor Segera: Apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga UXO atau amunisi sisa perang, segera laporkan ke aparat keamanan terdekat. Jangan mencoba memindahkan atau menyentuhnya.</p>
<p>3. Kooperatif dalam Pencarian: Membantu tim gabungan dengan informasi jika mengetahui keberadaan korban hilang atau temuan amunisi di wilayah masing-masing.</p>
<p>Tragedi ini kembali mengingatkan masyarakat Biak Numfor akan bahaya laten UXO yang tertanam sejak Perang Dunia II. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mitigasi risiko dan pemulihan pasca-bencana non-alam ini.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
