<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TATAPAN TERAKHIR &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/tatapan-terakhir/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2026 08:53:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>TATAPAN TERAKHIR &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>TATAPAN TERAKHIR</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sastra/tatapan-terakhir</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 08:53:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[TATAPAN TERAKHIR]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=11519</guid>

					<description><![CDATA[Anto Narasoma (bagi bang sam muchtar chaniago) &#8211; baru kulihat di ujung tatapan itu kau pandang sejauh lorong matamu yang terlalu jauh menembus waktu terakhir kali kau titipkan antologi pikiran &#8211;disaat api dalam jiwamu berkobar hebat, membakar kekecewaan atas ribuan koruptor dan pejabat yang lupa pada hukumnya dari ribuan naskah yang berkubang dalam pikiran dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Anto Narasoma</strong><br />
(bagi bang sam muchtar chaniago)</p>
<p>&#8211;</p>
<p>baru kulihat di ujung tatapan itu</p>
<p>kau pandang sejauh lorong matamu<br />
yang terlalu jauh menembus waktu</p>
<p>terakhir kali<br />
kau titipkan antologi pikiran &#8211;disaat api dalam jiwamu berkobar hebat,<br />
membakar kekecewaan atas ribuan koruptor dan pejabat yang lupa pada hukumnya</p>
<p>dari ribuan naskah<br />
yang berkubang dalam pikiran dan gejolak kekhawatiran<br />
satu satu beranjak dari diksi pilihan</p>
<p>lalu,<br />
kau tinggalkan duniamu yang diam tanpa sepercik hujan</p>
<p>karena asap pekat<br />
telah mengaburkan kata-kata terakhir dalam kumpulan puisi enam penyair</p>
<p>memang,<br />
sudah waktunya<br />
kau jawab panggilan<br />
yang tertidur di sepanjang kesempatan masih tersisa</p>
<p>karena tatapan panjang matamu<br />
yang menyimpan berjuta kata-kata itu harus meringkuk di balik tanah terakhir</p>
<p>Palembang,<br />
18 September 2026</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
