<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sudut Lain Kehidupan Koruptor &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/sudut-lain-kehidupan-koruptor/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Jul 2026 23:01:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Sudut Lain Kehidupan Koruptor &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudut Lain Kehidupan Koruptor</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sdgs/pendidikan-berkualitas/sudut-lain-kehidupan-koruptor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 23:01:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Sudut Lain Kehidupan Koruptor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=7564</guid>

					<description><![CDATA[Puisi Esai: Akbar AP &#8211; &#8220;Tidak, Ma, hargai pilihan Kakak.&#8221; Halus mengucap bibir manis itu. Atas ketidakmengertian dan ketidakpahaman pada ragam situasi sulit mencekik. Menjadi sebuah keterkejutan bagimu, lagi dan lagi. Sebab masa-masa itu, krisis monitor mengintai horor. Radio demi radio, koran demi koran, rumah demi rumah. Sekalimat itu tidak berhenti pada permintaan, Agar kamu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Puisi Esai: Akbar AP</p>
<p>&#8211;</p>
<p>&#8220;Tidak, Ma, hargai pilihan Kakak.&#8221;<br />
Halus mengucap bibir manis itu.<br />
Atas ketidakmengertian dan ketidakpahaman pada ragam situasi sulit mencekik.<br />
Menjadi sebuah keterkejutan bagimu, lagi dan lagi.</p>
<p>Sebab masa-masa itu, krisis monitor mengintai horor.<br />
Radio demi radio, koran demi koran, rumah demi rumah.<br />
Sekalimat itu tidak berhenti pada permintaan,<br />
Agar kamu merelakan sebuah keputusan dan perjalanan si sulung menempuhi segunung bara jelaga yang diciptakannya.<br />
Tetapi supaya kamu iklas memutar roda kehidupan menjadi jelata.</p>
<p>Lepas dari segala gelimang emas, perak, dan berlian yang menyilaukan nurani sulungmu selama ini.<br />
Merdeka leluasa mengisi hidup dengan kemudi kebajikan bagi sesama.<br />
Andai nanti penjara jenuh menempanya.<br />
Jika waktunya tiba kembali padamu, pada masyarakat sekitarnya.</p>
<p>&#8220;Tidak, Ma, hargai pilihan Kakak.!&#8221;<br />
Kalimat yang tidak pernah menyalahkanmu, sungguh!<br />
Bukan pula membantah marwahmu sebagai ibu.<br />
Namun, tentang si bungsu yang ingin kamu sadar atas apa yang pernah kamu ajarkan.<br />
Menghargai orang lain, artinya lapang bagaimanapun dampak dari perbuatan orang lain itu.</p>
<p>Barangkali dari sederet nama pada daftar hitam buku koruptor,<br />
Nama si sulung hadir, baru, di sudut akhir.<br />
Namun, catatan itulah yang semoga menerangi jalan kehidupannya ke depan.<br />
Diadili semestinya, dipenjara sebaiknya, dan dibebaskan ketika cahaya sanubari kembali terbuka.</p>
<p>Karanglo, 12 Juli 2026</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
