<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SUARA PEREMPUAN &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/suara-perempuan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Jul 2026 12:38:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>SUARA PEREMPUAN &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SUARA PEREMPUAN</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/trending/suara-perempuan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 16:04:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Trending]]></category>
		<category><![CDATA[Nuyang Jaimee]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA PEREMPUAN]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=7650</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Nuyang Jaimee Seorang perempuan menggulung sanggulnya dadanya koyak matanya berkabut kekerasan datang seperti api rumah berubah jadi ruang eksekusi Almanak tak pernah selesai menghitung musim demi musim kekejaman tak bergeming setiap lebam adalah riwayat tubuh perempuan jadi hikayat jejak penyiksaan, kekuasaan yang menjadi pengadilan mengalahkan kuasa Tuhan Cinta tumbuh menyesakkan kesetiaan jadi doktrin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Oleh : Nuyang Jaimee</strong></span></p>
<p>Seorang perempuan<br />
menggulung sanggulnya<br />
dadanya koyak<br />
matanya berkabut<br />
kekerasan datang seperti api<br />
rumah berubah jadi ruang eksekusi</p>
<p>Almanak tak pernah selesai<br />
menghitung musim demi musim<br />
kekejaman tak bergeming<br />
setiap lebam adalah riwayat<br />
tubuh perempuan jadi hikayat<br />
jejak penyiksaan, kekuasaan<br />
yang menjadi pengadilan<br />
mengalahkan kuasa Tuhan</p>
<p>Cinta tumbuh menyesakkan<br />
kesetiaan jadi doktrin kepatuhan<br />
setiap maaf adalah pisau yang menunda kematian<br />
hari demi hari mengumpulkan nyawa yang hilang</p>
<p>Anak-anak berhenti tertawa<br />
ibu tak punya jarik untuk mengusap airmata<br />
hentakan kaki datang menginjak harapan<br />
mengubah malam semakin mencekam<br />
setiap hari anak-anak memanen kebencian</p>
<p>keluarga adalah rahim yang melahirkan peradaban<br />
tak ada agama, adat, hukum bahkan kekuasaan yang layak<br />
jika masih ada perempuan dan seorang anak yang tidur<br />
dalam jerit dan ketakutan</p>
<p>Hari ini aku ingin mengembalikan suara<br />
kepada mereka yang dibungkam nestapa<br />
ketika mata perempuan dipenuhi telaga<br />
ketika kanak-kanak dipaksa memeras airmata<br />
sebab luka dan ketakutan bukan warisan<br />
sebab cinta tak melahirkan penindasan<br />
sebab cinta tak seharusnya ditulis<br />
dengan sejarah kelam</p>
<p><strong>Jatiasih, 13.06.26/22.09</strong></p>
<p><strong>BIONARASI</strong></p>
<p><strong>NUYANG JAIMEE</strong></p>
<p><em>Mengawali karir berkesenian melalui proses teater awal tahun 2000an. Lalu menulis cerpen dan puisi. Cerpen dan puisinya masuk di beberapa media massa di Jakarta, daerah dan majalah sastra di Indonesia. Masuk dalam antologi cerpen dan puisi bersama dalam dan luar negeri. Pendiri dan Direktur Pelaksana lembaga Cakra Budaya Indonesia (CBI), pendiri komunitas Keluarga Besar Penyar Seksih (KBPS) dan Kampung Seni Jakarta (KSJ). Bergabung di komunitas sastra Wanita Penulis Indonesia (WPI) dan Masyarakat Kesenian Jakarta (MKJ). Sampai saat ini aktif menginisiasi dan terlibat di berbagai pertemuan festival sastra dan event kesenian baik di Indonesia maupun di luar negeri. Sampai saat ini aktif sebagai entertainer, pemain teater, monolog, sutradara, pemerhati dan aktifis teater dan sastra. Sebagai penulis esai, features, cerpen, puisi, naskah drama, skenario dan sebagai pengajar/pelatih seni teater dan sastra di sekolah. Sebagai performer, pembaca puisi, narasumber, moderator sekaligus Master of Ceremony. Juara satu lomba baca puisi se-Asia Tenggara di Malaysia dalam acara ZKMUA. Juara dua lomba cipta puisi elaborasi karya senirupa (lukisan) oleh Satarupa. Buku Puisi tunggalnya “Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya” terbit tahun 2023.</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
