<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SANG KAMASAN SOWEK &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/sang-kamasan-sowek/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Sep 2026 14:30:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>SANG KAMASAN SOWEK &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SANG KAMASAN SOWEK</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/pendidikan/sang-kamasan-sowek</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 14:27:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[SANG KAMASAN SOWEK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=11597</guid>

					<description><![CDATA[Elegi untuk Prof. Dr. Oscar Oswald Octavianus Wambrauw, S.E., M.Ec. Rektor Universitas Cenderawasih Oleh: Albert Rumbekwan Dibacakan oleh: Dr. Risamasu, S.E., M.Ec. Pada Upacara Penghormatan Jenazah Rektor Universitas Cenderawasih Auditorium Universitas Cenderawasih, Senin, 21 September 2026 &#8211; Kampungku adalah Kampung Sowek. Negeri yang berdiri di atas laut, di mana aibon menjadi penjaga pantai, ikan-ikan menari [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Elegi untuk Prof. Dr. Oscar Oswald Octavianus Wambrauw, S.E., M.Ec.</strong></p>
<p><strong>Rektor Universitas Cenderawasih</strong></p>
<p><strong>Oleh: Albert Rumbekwan</strong><br />
<strong>Dibacakan oleh: Dr. Risamasu, S.E., M.Ec.</strong><br />
<strong>Pada Upacara Penghormatan Jenazah Rektor Universitas Cenderawasih</strong><br />
<strong>Auditorium Universitas Cenderawasih, Senin, 21 September 2026</strong></p>
<p>&#8211;</p>
<p>Kampungku adalah Kampung Sowek.<br />
Negeri yang berdiri di atas laut,<br />
di mana <strong>aibon</strong> menjadi penjaga pantai,<br />
ikan-ikan menari di bawah rumah,<br />
dan samudra menjadi halaman kehidupan.</p>
<p>Di teluk yang teduh,<br />
suara <strong>kamasan</strong> bergema.</p>
<p>Besi dibakar dalam bara,<br />
dipukul, ditempa,<br />
diasah dengan kesabaran,<br />
hingga menjadi parang<br />
yang berguna bagi kehidupan.</p>
<p>Dari kamasan itulah<br />
seorang anak Sowek belajar tentang kehidupan.</p>
<p>Bahwa hidup tidak dibentuk oleh kemudahan,<br />
melainkan oleh ketekunan,<br />
kesabaran,<br />
kerja keras,<br />
dan pengabdian.</p>
<p><strong>Layar Waiman Susu terkembang.</strong></p>
<p>Angin <strong>Wambrau</strong> berembus kencang,<br />
mengantar sebuah perahu meninggalkan Sowek.</p>
<p>Di dalam perahu itu<br />
ada doa seorang ibu,<br />
ada harapan sebuah keluarga,<br />
dan ada cita-cita sebuah kampung.</p>
<p>Perahu itu akhirnya merapat di Jayapura.</p>
<p>Jauh dari keluarga,<br />
ia menapaki kehidupan baru.</p>
<p>Ia tinggal di Asrama Sakura<br />
Universitas Cenderawasih.</p>
<p>Di sana,<br />
ia diterima oleh buku.<br />
Ia ditempa oleh buku.<br />
Ia bertumbuh melalui diskusi,<br />
tugas, ujian,<br />
dan pergumulan panjang mencari ilmu.</p>
<p>Ia belajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik<br />
Universitas Cenderawasih pada masa itu.</p>
<p>Namun perjalanan ilmunya<br />
tidak berhenti di Jayapura.</p>
<p>Ia melangkah ke Bogor,<br />
kemudian menyeberangi batas negeri<br />
hingga sampai ke Jerman.</p>
<p>Di sana ia mendalami agribisnis dan ekonomi,<br />
ilmu tentang kekuatan bersama,<br />
ilmu tentang kesejahteraan,<br />
ilmu yang kelak diabdikan<br />
bagi kehidupan manusia dan tanah Papua.</p>
<p>Kemudian ia kembali.</p>
<p>Kembali ke tanah leluhur.<br />
Kembali kepada Papua.<br />
Kembali kepada Universitas Cenderawasih.</p>
<p>Ia hadir sebagai pengajar,<br />
sebagai penuntun,<br />
sebagai guru kehidupan.</p>
<p>Ia menempa anak-anak negeri<br />
dari gunung,<br />
dari lembah,<br />
dari pesisir,<br />
dan dari pulau-pulau<br />
agar berani menatap masa depan.</p>
<p>Tahun-tahun pengabdian<br />
mengantarkannya pada sebuah amanat besar.</p>
<p>Ia dipercaya menjadi<br />
<strong>Rektor Universitas Cenderawasih.</strong></p>
<p>Sebagai Rektor,<br />
ia menjaga api pengetahuan,<br />
menguatkan pendidikan,<br />
dan membuka jalan<br />
bagi generasi Papua.</p>
<p>Ia bukan hanya seorang akademisi.<br />
Ia adalah guru.<br />
Ia adalah pemimpin.<br />
Ia adalah orang tua<br />
bagi banyak anak negeri.</p>
<p>Namun,<br />
pada <strong>Kamis, 17 September 2026</strong>,<br />
ketika fajar hendak menyingsing<br />
di ufuk Port Numbay,</p>
<p>Tuhan memanggilmu pulang.</p>
<p>Palu itu kini terdiam.</p>
<p>Rumah kamasan berduka.</p>
<p>Hati kami terluka.<br />
Mata kami sembab.<br />
Air mata membasahi wajah kami.</p>
<p>Kami kehilangan<br />
<strong>Prof. Dr. Oscar Oswald Octavianus Wambrauw, S.E., M.Ec.</strong></p>
<p>Seorang Rektor.<br />
Seorang dosen.<br />
Seorang guru.<br />
Seorang pemimpin.<br />
Seorang orang tua.</p>
<p>Dan bagi kami,<br />
engkau adalah<br />
<strong>Sang Kamasan Sowek.</strong></p>
<p>Terima kasih.</p>
<p>Terima kasih atas pengabdianmu.<br />
Terima kasih atas ilmu yang engkau wariskan.<br />
Terima kasih atas keteladananmu.<br />
Terima kasih atas kelembutanmu.<br />
Terima kasih atas semangatmu<br />
untuk membangun Universitas Cenderawasih.</p>
<p>Ilmu dan keteladananmu<br />
tidak akan berhenti bersama kepergianmu.</p>
<p>Keduanya akan tetap hidup<br />
dalam ingatan kami,<br />
dalam ruang-ruang kuliah,<br />
dalam buku-buku,<br />
dalam langkah para mahasiswa,<br />
dan dalam perjalanan Universitas Cenderawasih.</p>
<p>Kini,<br />
palu itu telah engkau serahkan kepada kami.</p>
<p>Api kamasan itu<br />
akan terus kami jaga.</p>
<p>Tongkat estafet pengabdianmu<br />
akan kami lanjutkan.</p>
<p>Kami akan terus membangun<br />
Universitas Cenderawasih<br />
sebagai rumah ilmu,<br />
rumah pengharapan,<br />
dan rumah masa depan<br />
bagi manusia Papua di tanah Papua.</p>
<p>Biarlah ombak Sowek<br />
menyanyikan perjalananmu.</p>
<p>Biarlah <strong>aibon</strong><br />
menjaga kenanganmu.</p>
<p>Biarlah angin <strong>Wamrau</strong><br />
membawa namamu<br />
menyeberangi samudra.</p>
<p>Dan biarlah layar <strong>Waiman Susu</strong><br />
mengantarmu<br />
menuju pelabuhan keabadian.</p>
<p>Selamat jalan, Bapak Rektor.</p>
<p>Selamat jalan, Guru kami.</p>
<p>Selamat jalan, Pemimpin kami.</p>
<p>Selamat jalan,<br />
<strong>Sang Kamasan Sowek.</strong></p>
<p>Palu telah terdiam,<br />
tetapi karya tidak akan berhenti.</p>
<p>Api telah engkau wariskan,<br />
tetapi cahayanya tidak akan padam.</p>
<p>Cahayanya akan terus menerangi<br />
jalan anak-anak Cenderawasih<br />
menuju Papua yang maju,<br />
bermartabat,<br />
adil,<br />
dan penuh harapan.</p>
<p><strong>Selamat jalan, Prof. Oscar O. Wambrauw.</strong></p>
<p><strong>Beristirahatlah dalam damai<br />
di rumah Bapa di Surga.</strong></p>
<p><strong>Sampai kita berjumpa<br />
di pelabuhan keabadian.</strong></p>
<p><strong>Abepura, 18 September 2026</strong><br />
<strong>Albert Rumbekwan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
