<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pegiatliterasi &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/pegiatliterasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2026 03:35:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>pegiatliterasi &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ririe Aiko Berhasil Antarkan Anak Al Lathif ke Final Lomba Menulis Nasional</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/komunitas/ririe-aiko-berhasil-antarkan-anak-al-lathif-ke-final-lomba-menulis-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Editor]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 03:35:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[gerakanliterasigenalpha]]></category>
		<category><![CDATA[literasipelajar]]></category>
		<category><![CDATA[pegiatliterasi]]></category>
		<category><![CDATA[ririeaiko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=9982</guid>

					<description><![CDATA[Ririe Aiko, penulis sekaligus founder Gerakan Literasi AI, berhasil mendampingi siswa-siswi Al Lathif Islamic International School Bandung hingga masuk dalam 12 besar finalis Lomba Menulis Resensi Buku Gempita Jambore tingkat nasional. Dalam proses pendampingan, Ririe tidak hanya mengarahkan anak-anak pada teknik menulis resensi, tetapi juga mengajak mereka menemukan suara dan pengalaman personal dalam tulisan. Bagi Ririe, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="readArticle"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-9983" src="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-23-at-10.29.16-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-23-at-10.29.16-300x169.jpeg 300w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-23-at-10.29.16-1024x576.jpeg 1024w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-23-at-10.29.16-768x432.jpeg 768w, https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-23-at-10.29.16.jpeg 1366w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><strong>Ririe Aiko</strong>, penulis sekaligus founder Gerakan Literasi AI, berhasil mendampingi siswa-siswi Al Lathif Islamic International School Bandung hingga masuk dalam <strong>12 besar finalis Lomba Menulis Resensi Buku Gempita Jambore tingkat nasional</strong>.</p>
<p>Dalam proses pendampingan, Ririe tidak hanya mengarahkan anak-anak pada teknik menulis resensi, tetapi juga mengajak mereka menemukan suara dan pengalaman personal dalam tulisan. Bagi Ririe, tulisan yang baik bukan sekadar rangkaian kata yang tersusun dengan benar, tetapi juga tulisan yang mampu menghadirkan perasaan, sudut pandang, dan kejujuran penulis di dalamnya.</p>
<p class="isSelectedEnd"><em>“Jangan takut salah dan jangan takut memulai. Karena kalau tidak pernah memulai, kalian tidak akan pernah tahu sejauh mana kemampuan kalian,” ujar Ririe.</em></p>
<p class="isSelectedEnd">Pendekatan tersebut menjadi bagian dari cara Ririe membangun keberanian anak-anak untuk menulis. Baginya, kesalahan dalam proses menulis bukan alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari perjalanan untuk menemukan kemampuan dan gaya menulis mereka sendiri.</p>
<p>Pencapaian ini juga tidak lepas dari dukungan <strong>Dr. Sri Tubilah Noor, S.Pd., M.Si.</strong>, Kepala Sekolah Al Lathif Islamic School, yang senantiasa memberikan ruang bagi tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya mendorong siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, kreatif, mampu menyampaikan gagasan, serta memiliki akhlak yang baik. Semangat tersebut sejalan dengan arah pendidikan Al Lathif yang menempatkan kecerdasan, karakter, dan nilai-nilai Islam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan.</p>
<p>Masuk sebagai 12 finalis tingkat nasional tentu bukan proses yang mudah. Ada perjuangan, proses belajar, revisi, keberanian menerima masukan, dan kemauan untuk terus mencoba hingga karya mereka mampu bersaing di tingkat nasional.</p>
<p>Bagi Ririe, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang menjadi finalis atau memenangkan lomba. Lebih dari itu, pengalaman ini diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk belajar menuangkan gagasan, berani berkarya, dan menemukan keberanian untuk menyuarakan apa yang mereka pikirkan.</p>
<p>Melalui Gerakan Literasi AI, <strong>Ririe Aiko</strong> terus mendorong generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, membaca, menulis, dan menghasilkan karya secara kreatif serta beretika. Baginya, keberanian untuk memulai adalah langkah pertama sebelum seorang anak menemukan kemampuan dan suaranya sendiri.</p>
</article>
<div class="readAttr"></div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
