<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Menyatukan Hati Lintas Negara &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/menyatukan-hati-lintas-negara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Oct 2026 23:43:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Menyatukan Hati Lintas Negara &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wisata Puisi ke Jepang 2026: Merangkai Kata di Negeri Sakura, Menyatukan Hati Lintas Negara</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/esai/wisata-puisi-ke-jepang-2026-merangkai-kata-di-negeri-sakura-menyatukan-hati-lintas-negara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2026 23:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[Menyatukan Hati Lintas Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Puisi ke Jepang 2026: Merangkai Kata di Negeri Sakura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=12606</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Era Nurza &#8211; SUMATERA BARAT &#8211; SUARA ANAK NEGERI&#124; Sastra tidak mengenal batas geografis. Melalui puisi, kata-kata menjelma jembatan, mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang, budaya, dan bangsa. Semangat inilah yang dibawa komunitas seni sastra PERRUAS dalam kegiatan Wisata Puisi Jepang 2026 bertema “Puisi Menembus Batas, Seni Menyatukan Hati” yang berlangsung pada 2–7 Oktober [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Era Nurza</strong></p>
<p>&#8211;</p>
<p><strong>SUMATERA BARAT &#8211; SUARA ANAK NEGERI</strong>| Sastra tidak mengenal batas geografis. Melalui puisi, kata-kata menjelma jembatan, mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang, budaya, dan bangsa. Semangat inilah yang dibawa komunitas seni sastra PERRUAS dalam kegiatan Wisata Puisi Jepang 2026 bertema “Puisi Menembus Batas, Seni Menyatukan Hati” yang berlangsung pada 2–7 Oktober 2026.</p>
<p>Sebanyak 42 penulis dan penyair dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti perjalanan sastra tersebut. Mereka datang dari Aceh, Padang, Riau, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Makassar, Ternate, Kalimantan, serta sejumlah daerah lainnya. Perjalanan ini menjadi ruang perjumpaan bagi para pegiat literasi untuk berbagi gagasan, memperluas wawasan, dan membawa suara sastra Indonesia ke panggung internasional.</p>
<p>Ketua pelaksana, Asrinur, menegaskan bahwa kegiatan wisata puisi tidak hanya perjalanan untuk menikmati keindahan destinasi wisata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan seni dan budaya sekaligus menumbuhkan persahabatan antarbangsa melalui karya sastra.</p>
<p>Jepang dipilih sebagai destinasi karena memiliki daya tarik berupa lingkungan tertata, kebersihan, keindahan alam, serta kekayaan tradisi dan budaya. Selama berada di Negeri Sakura, para peserta diajak mengenal kehidupan masyarakat setempat sekaligus mengunjungi sejumlah destinasi ikonik, antara lain Osaka dengan kawasan Dotonbori, Kyoto yang kaya akan warisan budaya, Nara, Asakusa, dan berbagai tempat menarik lainnya.</p>
<p>Di tengah perjalanan tersebut, setiap sudut kota menawarkan pengalaman berbeda. Keindahan bunga, ketenangan kawasan bersejarah, keteraturan kehidupan masyarakat, hingga pertemuan tradisi dan modernitas dapat menjadi sumber inspirasi bagi para penulis dan penyair. Perjalanan fisik pun berkelindan dengan perjalanan batin, melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam memaknai kehidupan melalui puisi.</p>
<p>PERRUAS bukan kali pertama menyelenggarakan kegiatan sastra lintas negara. Sebelumnya, komunitas ini telah mengadakan wisata puisi ke berbagai destinasi internasional, di antaranya Kairo, Mesir, Oman, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan. Keistimewaan kegiatan ini terletak pada pendekatan edukatifnya.</p>
<p>Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa sastra Indonesia memiliki ruang untuk dikenal dan diapresiasi di luar negeri. Salah seorang peserta mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat berbagi karya sastra dalam pergaulan internasional, sebuah pengalaman berharga yang memperluas cakrawala sekaligus memperkuat kecintaan terhadap sastra tanah air.</p>
<p>Dalam Wisata Puisi Jepang 2026, kegiatan tidak hanya diisi dengan kunjungan wisata dan pembacaan puisi. Para peserta juga menyelenggarakan peluncuran buku antologi berjudul Memetik Sakura dengan Puisi serta membuat video puisi. Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan pengalaman sekaligus memperkenalkan kreativitas penyair Indonesia kepada khalayak yang lebih luas.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, PERRUAS berharap puisi Indonesia semakin dikenal di dunia internasional. Wisata puisi menjadi bukti bahwa perjalanan dapat menghadirkan lebih dari sekadar kenangan: ada ilmu, persahabatan, inspirasi, dan karya yang tumbuh dari perjumpaan budaya.</p>
<p>Dari Indonesia menuju Jepang, para penyair membawa aksara sebagai identitas dan puisi sebagai bahasa kemanusiaan. Di Negeri Sakura, mereka tidak hanya memetik keindahan, tetapi juga merangkai pesan bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk saling memahami. Sebab, ketika kata-kata ditulis dengan ketulusan, puisi mampu menembus batas dan menyatukan hati.</p>
<p><strong>Penulis.</strong><br />
Edrawati, M.Pd. dengan nama pena Era Nurza, merupakan guru inspiratif yang meyakini mendidik bukan sekadar mengajar, melainkan membentuk karakter dan menyalakan semangat belajar. Ia membimbing murid berani menulis dan mengekspresikan gagasan melalui karya bermakna. Telah melahirkan enam buku tunggal dan lebih dari lima puluh antologi fiksi maupun nonfiksi. Aktif di berbagai komunitas literasi nasional, kiprahnya meluas hingga kancah internasional melalui kolaborasi produktif bersama komunitas literasi Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Australia, Turki, dan Jepang untuk menggerakkan literasi dunia dengan hati tulus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
