<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mancing di Belakang Rumah &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/mancing-di-belakang-rumah/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Sep 2026 05:23:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Mancing di Belakang Rumah &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mancing di Belakang Rumah</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sastra/mancing-di-belakang-rumah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2026 05:23:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing di Belakang Rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=11564</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Era Nurza &#8211; Di istana ia bicara angka Bukan mantra, bukan janji bunga &#8220;Angka tak bisa bohong,&#8221; katanya lantang Kata-kata lah yang pandai berdusta Ia hantam yang suka main belakang Ia bongkar laci yang lama mengendap Dana rakyat bukan untuk ditabung di bank Tapi untuk rakyat yang lapar dan sesak Terlalu jujur untuk sebuah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Era Nurza</strong></p>
<p>&#8211;</p>
<p>Di istana ia bicara angka<br />
Bukan mantra, bukan janji bunga<br />
&#8220;Angka tak bisa bohong,&#8221; katanya lantang<br />
Kata-kata lah yang pandai berdusta</p>
<p>Ia hantam yang suka main belakang<br />
Ia bongkar laci yang lama mengendap<br />
Dana rakyat bukan untuk ditabung di bank<br />
Tapi untuk rakyat yang lapar dan sesak</p>
<p>Terlalu jujur untuk sebuah panggung<br />
Terlalu lurus untuk jalan yang bengkok<br />
Ia teknokrat tanpa seragam kuning, biru, merah<br />
Maka ia dianggap duri di dalam jongkok</p>
<p>Setahun ia injak gas<br />
Yang lain sibuk injak rem<br />
Ia bicara tentang tumbuh<br />
Mereka bicara tentang helm</p>
<p>Lalu datang surat pendek<br />
Tak perlu alasan, tak perlu debat<br />
&#8220;Terima kasih, kau sudah bekerja,&#8221;<br />
Pulanglah, ini bukan tempatmu yang hebat</p>
<p>kini ia tertawa di kolam belakang<br />
Mancing mujair, nila, dan tanya yang dalam<br />
&#8220;Kenapa dipecat?&#8221; tanyanya pada air<br />
Air menjawab: &#8220;Karena kau tak pandai menyelam.&#8221;</p>
<p>Selamat pensiun, Pak Purbaya<br />
Di negeri di mana yang jujur harus curiga<br />
Kau terlalu bersih untuk lumpur<br />
Maka lumpur lah yang memecatmu secara resmi negara</p>
<p>Padang, 20 September 2026</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
