<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/ketua-komite-sma-negeri-1-biak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jul 2026 10:57:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak: Kesepakatan Orang Tua Saat Pendaftaran Perlu Dihormati, Mari Luruskan Informasi yang Viral Lewat Dialog</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/pendidikan/ketua-komite-sma-negeri-1-biak-kesepakatan-orang-tua-saat-pendaftaran-perlu-dihormati-mari-luruskan-informasi-yang-viral-lewat-dialog</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 10:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)]]></category>
		<category><![CDATA[Unggulan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesepakatan Orang Tua Saat Pendaftaran Perlu Dihormati]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak]]></category>
		<category><![CDATA[Luruskan Informasi yang Viral Lewat Dialog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=8068</guid>

					<description><![CDATA[Laporan Paulus Laratmase &#8211; BIAK – SUARA ANAK NEGERI&#124; Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak, Ferdinand P. Abindondifu, SE, mengajak seluruh orang tua/wali siswa Kelas X untuk menyelesaikan polemik yang berkembang di media sosial melalui dialog terbuka dan saling menghargai. Menurutnya, berbagai informasi yang sempat viral terkait biaya pendidikan perlu diluruskan bersama agar tidak menimbulkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Laporan Paulus Laratmase</p>
<p>&#8211;</p>
<p><strong>BIAK</strong> – <strong>SUARA ANAK NEGERI</strong>| Ketua Komite SMA Negeri 1 Biak, Ferdinand P. Abindondifu, SE, mengajak seluruh orang tua/wali siswa Kelas X untuk menyelesaikan polemik yang berkembang di media sosial melalui dialog terbuka dan saling menghargai. Menurutnya, berbagai informasi yang sempat viral terkait biaya pendidikan perlu diluruskan bersama agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.</p>
<p>Dalam pertemuan bersama orang tua/wali siswa, Sabtu, 25 Juli 2025 di halaman SMA Negeri 1 Biak,  Ferdinand mengatakan bahwa Komite Sekolah sengaja membuka ruang diskusi seluas-luasnya agar setiap persoalan dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusi terbaik.</p>
<p>&#8220;Kami hanya beberapa orang yang dipercaya mewakili seluruh orang tua siswa. Karena itu, keputusan tertinggi tetap berada di tangan orang tua. Hari ini mari kita berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mencari jalan keluar bersama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengakui bahwa selama proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sejumlah informasi berkembang luas di media sosial. Namun, menurutnya, tidak semua informasi tersebut disampaikan langsung oleh orang tua kepada Komite Sekolah.</p>
<p>&#8220;Saya sendiri tidak mengetahui secara pasti orang tua yang menyampaikan informasi tersebut. Tetapi saya percaya persoalan ini harus dibicarakan secara terbuka. Seharusnya kita bertemu lebih awal seperti hari ini sehingga semua dapat dijelaskan dengan baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Ferdinand menjelaskan bahwa pada saat daftar ulang, panitia memang menyampaikan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi siswa, termasuk pengadaan seragam sekolah. Penyampaian itu dilakukan secara terbuka melalui wawancara dengan orang tua.</p>
<p>&#8220;Saat pendaftaran ulang, orang tua ditanya dan dijelaskan mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi. Jadi bukan sesuatu yang dilakukan secara diam-diam. Kalau sekarang muncul berbagai informasi yang viral, mari kita luruskan bersama melalui forum seperti ini,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat kondisi yang berbeda-beda di antara orang tua. Ada yang telah melunasi pembayaran, ada yang baru membayar sebagian, bahkan ada yang belum membayar sama sekali. Meski demikian, seluruh siswa tetap diterima dan mengikuti proses belajar.</p>
<p>&#8220;Ada orang tua yang sudah lunas, ada yang setengah, ada juga yang belum membayar. Namun anak-anak tetap kami akomodasi sebagai peserta didik. Karena tujuan utama kita adalah pendidikan mereka,&#8221; jelas Ferdinand.</p>
<p>Terkait pengadaan seragam, Ketua Komite menjelaskan bahwa pengadaan secara kolektif dipilih agar harga yang diperoleh lebih murah dibandingkan apabila setiap orang tua membeli sendiri.</p>
<p>&#8220;Kalau kita membeli dalam jumlah besar, harganya lebih murah dibandingkan membeli satu per satu. Selain itu, seragam sudah dilengkapi atribut sekolah, bahkan bagi siswi muslim telah diperhitungkan termasuk jilbab. Ini merupakan upaya agar orang tua memperoleh harga yang lebih efisien,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Ferdinand, partisipasi yang diberikan orang tua bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga mendukung peningkatan sarana dan prasarana sekolah. Ia mencontohkan bahwa kontribusi orang tua pada tahun sebelumnya telah membantu pembangunan berbagai fasilitas, termasuk pengecoran halaman sekolah yang sebelumnya masih berupa tanah dan rumput.</p>
<p>&#8220;Apa yang diberikan orang tua tidak hilang begitu saja. Semua digunakan untuk kepentingan sekolah dan akan kami pertanggungjawabkan secara terbuka. Pada pertemuan berikutnya kami akan memaparkan penggunaan dana tersebut sehingga seluruh orang tua mengetahui manfaatnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ferdinand juga menegaskan bahwa forum pertemuan tersebut bukan untuk mempertahankan perbedaan pendapat, melainkan mencari solusi terbaik yang dapat diterima bersama.</p>
<p>&#8220;Kami tidak ingin persoalan ini terus berkembang di media sosial. Lebih baik kita duduk bersama, berdiskusi, saling mendengar, dan mencari jalan keluar yang terbaik demi kepentingan anak-anak kita di SMA Negeri 1 Biak,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia berharap komunikasi yang baik antara sekolah, komite, dan orang tua dapat terus terjalin sehingga setiap kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan peserta didik dapat dipahami secara utuh serta dilaksanakan secara transparan dan penuh tanggung jawab.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
