<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>GEORGE SAA &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/george-saa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Aug 2026 22:05:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>GEORGE SAA &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GEORGE SAA: KETIKA DUNIA MENGAKUI, NEGERI SENDIRI MENUTUP PINTU</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sdgs/pendidikan-berkualitas/george-saa-ketika-dunia-mengakui-negeri-sendiri-menutup-pintu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 22:04:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)]]></category>
		<category><![CDATA[Trending]]></category>
		<category><![CDATA[GEORGE SAA]]></category>
		<category><![CDATA[KETIKA DUNIA MENGAKUI]]></category>
		<category><![CDATA[NEGERI SENDIRI MENUTUP PINTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=10202</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Ajoko Raharjo &#8211; Rumusnya membuat orang dewasa berhenti menjelaskan. Umurnya baru 18 tahun. Beberapa orang mulai menganggap anak itu bermasalah. Ia berasal dari Manokwari, Papua. Di sekolah, ia bukan anak yang selalu dianggap mudah dipahami. Ia lebih sering sibuk dengan angka, rumus, dan soal-soal yang membuat teman-temannya menyerah. Lalu ia membuat sebuah rumus fisika. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Ajoko Raharjo</strong></p>
<p><strong>&#8211;</strong></p>
<p>Rumusnya membuat orang dewasa berhenti menjelaskan.</p>
<p>Umurnya baru 18 tahun.</p>
<p>Beberapa orang mulai menganggap anak itu bermasalah.</p>
<p>Ia berasal dari Manokwari, Papua.</p>
<p>Di sekolah, ia bukan anak yang selalu dianggap mudah dipahami.</p>
<p>Ia lebih sering sibuk dengan angka, rumus, dan soal-soal yang membuat teman-temannya menyerah.</p>
<p>Lalu ia membuat sebuah rumus fisika.</p>
<p>Rumus itu kemudian dikenal sebagai <strong>“George Saa Formula”.</strong></p>
<p>Di Polandia, karyanya mengalahkan peserta dari 73 negara.</p>
<p>Amerika memberinya beasiswa.</p>
<p>Inggris membawanya melanjutkan pendidikan.</p>
<p>Namanya mulai muncul di luar negeri ketika usianya bahkan belum 20 tahun.</p>
<p>Ia pulang membawa pengalaman, prestasi, dan pendidikan dari luar negeri.</p>
<p>Dari Papua, ia sudah sampai ke panggung dunia.</p>
<p>Namun setelah semua itu, ia mencoba mencari tempat untuk bekerja di Indonesia.</p>
<p>Salah satunya perusahaan migas milik negara.</p>
<p>Lamaran itu ditolak.</p>
<p>Bukan karena ia tidak punya prestasi.</p>
<p>Bukan karena ia tidak pernah belajar di luar negeri.</p>
<p>Anak yang pernah membuat peserta dari 73 negara kalah justru tidak mendapatkan tempat di perusahaan yang ia lamar di negerinya sendiri.</p>
<p>Nama anak itu:</p>
<p><strong>Septinus George Saa.</strong></p>
<p>Di luar negeri, kemampuannya membuka pintu.</p>
<p>Di negerinya sendiri, satu lamaran pernah menutupnya.</p>
<p>Ia pernah mengalahkan peserta dari 73 negara.</p>
<p>Dunia mengakuinya.</p>
<p>Di negeri sendiri tidak.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
