<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BIAR HUJAN YANG BICARA &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/biar-hujan-yang-bicara/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 00:57:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>BIAR HUJAN YANG BICARA &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BIAR HUJAN YANG BICARA</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sdgs/pendidikan-berkualitas/biar-hujan-yang-bicara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 00:57:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan Berkualitas (SDGs 4)]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[BIAR HUJAN YANG BICARA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=13142</guid>

					<description><![CDATA[biar hujan yang bicara, kita cukup duduk dan denting sendok seduh kopi menemani sesap pahitnya: lidah kitalah yang sering mengutas getir kalimat-kalimat membenar menyalah liyan telinga tegak menyalak angkuh: masuk kanan lalu kiri membuang arogan sekarang, mari lihat dan dengar rintiknya bukan pelangi saja yang datang, titisnya lebih ikhlas menjawab setiap doa hamba dan serapah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted" title="Biar Hujan Yang Bicara" width="100%" height="1000" frameborder="0" src="https://suno.com/embed/e3fd0ff4-3757-465b-acec-eb88647cd6a5#?secret=hi9eZIjRPS" data-secret="hi9eZIjRPS"></iframe></p>
<p>biar hujan yang bicara, kita cukup duduk dan denting sendok seduh kopi menemani<br />
sesap pahitnya: lidah kitalah yang sering mengutas getir<br />
kalimat-kalimat membenar menyalah liyan<br />
telinga tegak menyalak angkuh:<br />
masuk kanan lalu kiri membuang arogan</p>
<p>sekarang, mari lihat dan dengar rintiknya<br />
bukan pelangi saja yang datang, titisnya lebih ikhlas<br />
menjawab setiap doa hamba dan serapah ingkar<br />
bumi letih beranjak subur menumbuhkan<br />
langit pekat asap jingga luruh kebeningan<br />
merabuk biji-bijian tumbuh kemakmuran<br />
dan hujan tak pernah busung pengakuan<br />
mengalir air menuju bening rendah hati</p>
<p>namun jika bandang menggulung belam bencana<br />
bukan hujan menyasar kejam dendam<br />
tangan-tangan kitalah perusak sengaja mungkar<br />
demi keuntungan sesat khianat<br />
hujan jadi tersangka yang diabadikan</p>
<p>biar hujan yang bicara menitik batu<br />
kita seharusnya melihat catatan<br />
hujan adalah rahmat yang selalu dilupakan<br />
dia tak pernah berhenti memberi<br />
menyinggahi mendung kelam membulir kristal<br />
kesejukan<br />
kedamaian</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
