<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIR PADA HUTAN API &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<atom:link href="https://www.suaraanaknegeri.com/tag/air-pada-hutan-api/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<description>Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 14:52:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.suaraanaknegeri.com/wp-content/uploads/2024/12/favicon-150x150.png</url>
	<title>AIR PADA HUTAN API &#8211; Suara Anak Negeri</title>
	<link>https://www.suaraanaknegeri.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AIR PADA HUTAN API</title>
		<link>https://www.suaraanaknegeri.com/sastra/air-pada-hutan-api</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 14:52:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[AIR PADA HUTAN API]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.suaraanaknegeri.com/?p=10427</guid>

					<description><![CDATA[Anto Narasoma &#8211; o, hujan, kucurkan air-Mu karena tanah dan pokok pepohonan di hutanku membara dalam kerakusan iblis penguasa dan pengusaha maka, inilah suara mengungkap nada dari ribuan permohonan karena asap mulai merajalela di dada kami uh, begitu sesak napasku ketika api menyeruak ke celah-celah ketiak pepohonan yang tak sempat menitikkan air mata karena hutan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anto Narasoma</p>
<p>&#8211;</p>
<p>o, hujan,<br />
kucurkan air-Mu<br />
karena tanah dan pokok pepohonan di hutanku membara dalam kerakusan iblis penguasa dan pengusaha</p>
<p>maka, inilah suara<br />
mengungkap nada<br />
dari ribuan permohonan<br />
karena asap mulai merajalela di dada kami</p>
<p>uh,<br />
begitu sesak napasku ketika api menyeruak<br />
ke celah-celah<br />
ketiak pepohonan yang tak sempat menitikkan<br />
air mata</p>
<p>karena hutan api<br />
telah menghanguskan pikiran dan masa depan kayu-kayu dan ranting adat istiadat di negeriku</p>
<p>maka,<br />
kabut api pun membakar asap<br />
setelah keserakahan hatinya &#8212;menumbangkan hutan</p>
<p>o, hutanku<br />
siapa pemilik tangan busuk yang menghitamkan hatinya dalam baris-baris sajak permohonan itu?</p>
<p>Palembang, 31 Agustus 2026</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
